
Setelah mengetahui Gine adalah keturunan dari kaisar sihir kedua, Yakuza pun berniat bertanya langsung tentang hal itu akan tetapi, Gine malah tidak memperdulikan Yakuza.
Setelah hal itu, Yakuza pun hanya bisa duduk diatas kasur sambil memikirkan masalah dia dengan Gine, kemudian Naura menyarankan Yakuza untuk jangan terlalu memikirkan soal itu.
Naura memberitahu bahwa Yakuza mungkin akan tahu tentang sejarah pedangnya, Yakuza hanya bisa terdiam merenung dan ingin tahu kenapa Gine dari awal membencinya.
Lalu Yakuza menyuruh Naura untuk keluar karena Yakuza ingin sendiri sementara, Naura pun mengerti perasaan Yakuza ia pun pergi dari kamar Yakuza, Naura berpikir Yakuza hanya ingin berteman baik dengan Gine.
Namun Gine malah membencinya, Naura memikirkan sebuah rencana agar Yakuza kembali bersemangat, tapi menurut Naura mungkin akan percuma juga.
Beberapa saat kemudian Yakuza, Naura, Gine dan Karui dipanggil untuk menghadap kepada kaisar sihir, Junies meminta kepada mereka berempat untuk menjalani patroli di sebuah desa yang bernama desa Gito.
Desa itu Gito tempat tinggalnya Karui bersama adik-adiknya, Junies menjelaskan dalam misi ini Yakuza dan timnya harus menjalani patroli selama 5 hari, karena organisasi Fushio Nozomu tidak diketahui pasti kapan mereka bergerak.
Maka dari itu Yakuza dan timnya harus menjalani misi yang cukup lama di desa tersebut, bagi Karui itu tidak masalah tapi Karui merasa bahwa Gine sepertinya tidak setuju dengan misi yang terlihat rendah ini.
Kemudian Junies bertanya kepada Gine dengan nada yang santai "apakah itu benar Gine?" kata Junies.
Gine hanya terdiam dengan ekspresi yang angkuhnya dan Yakuza melihat itu berencana mencoba untuk berteman dan bisa akrab dengan Gine.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian mereka pun pergi menuju desa Gito dengan menaiki sebuah kereta delman, mereka berempat hanya bisa terdiam dan tidak ada satu pun yang berkata.
Lalu Naura berusaha mencari topik pembicaraan agar dalam perjalanan tidak menjadi sunyi, Naura bertanya kepada Yakuza tentang hubungannya dengan Hanami.
"Yakuza...wanita yang bernama Hanami itu, apakah dia pacarmu?" Kata Naura
"Hanami ya?, sejujurnya bukan dia hanya teman aku saja!"
"Tapi aku rasa kau mempunyai hubungan lebih dari teman!"
"Kenapa kau bilang begitu?"
"Eh...tidak...aku tidak cemburu!"
Meskipun Naura sudah mencari topik pembicaraan Gine tetap saja hanya terdiam dan sambil menatap sebuah jalan, Naura merasa tidak ada yang bisa membantu Gine dengan cara apapun Gine tetap tidak peduli.
Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai di desa Gito, Karui meminta Yakuza, Naura dan Gine untuk berkumpul, tunjuan nya untuk memberikan mereka tugas dibagian mana mereka akan berpatroli.
Karui meminta Yakuza dan Gine untuk berpatroli di distrik barat dan Naura bertugas di distrik timur sedangkan Gine bertugas di distrik utara.
__ADS_1
Naura membantah hal itu kenapa harus Gine yang bersama Yakuza, menurut Naura Yakuza dan Gine mungkin tidak akan bisa berkerja sama, Naura berkata seperti itu hanya ia sangat khawatir dengan Yakuza.
Naura mengira Gine dan Yakuza akan berkelahi karena mereka sama sekali belum akrab, kemudian Naura meminta kepada Karui bahwa Yakuza harus berada di distrik selatan.
Namun, Karui menolak hal itu dengan alasan semua itu sudah direncanakan oleh Kaisar sihir. Mengetahui hal Naura hanya bisa terdiam dan tidak berkata apa-apa.
Kemudian dengan angkuhnya Gine ia langsung pergi menuju distrik selatan sendiri, Karui berusaha menghentikan Gine dengan cara berteriak memanggil namanya.
Namun, Gine tidak mendengarnya ia langsung pergi begitu saja tanpa kata-kata, kemudian Karui membiarkan Gine dan setelah misi ini selesai ia akan melaporkan hal ini kepada Kaisar sihir.
Pada saat dalam perjalanan menuju distrik selatan, Gine sempat dihadang oleh Raiya dan pada saat itu Raiya menyapa Gine dengan nada yang santai.
"Yo... kesatria sihir!"
"Siapa kau?, jangan menghalangi jalanku!"
"Seram sekali, aku adalah Raiya sang elf!"
Mendengar nama itu Gine langsung terkejut dengan mata yang melotot.
__ADS_1
...Chapter 29 Selesai....