
Tiga hari kemudian di sebuah desa Gito, Yakuza dan Naura memutuskan melaporkan hasil patroli mereka masih diberbagai distrik. Karui menyadari bahwa hanya Gine yang tidak melaporkan patrolinya.
"Sudah tiga hari, Gine belum melaporkan hasilnya kepada kita." gumam Karui
"Aku merasa dia sepertinya merajuk kepada kita." ucap Naura sambil memasang ekspresi kecawa
Pada saat itu Yakuza hanya bisa melamun karena memiliki firasat buruk terhadap Gine, pada saat itu juga Naura memanggil nama Yakuza dan sambil menggoyang tubuh Yakuza. Ketika Naura memanggil namanya, seketika Yakuza pun kembali tersadar dan kaget.
"Apa yang salah Yakuza?" tanya Karui
"Tidak...tidak apa-apa."
"Kau seperti sedang memikirkan sesuatu, katakan saja pada kami." ucap Naura
"Tidak perlu khawatir, aku benar-benar tidak apa-apa."
Karu merasa Yakuza sedang menyembunyikan sesuatu dari mereka berdua, pada saat itu Karui berasumsi kepada Yakuza bahwa jangan terlalu memikirkan hal yang diluar misi karena itu akan membawa Yakuza tidak fokus.
Yakuza hanya menatap dengan tatapan yang kosong dan Naura menyadari hal itu, bahwa sebentar Yakuza sedang memikirkan sesuatu yang buruk terhadap Gine yang sama sekali belum memberikan laporan.
Pada saat itu seseorang prajurit datang kearah mereka dengan tergesa-gesa, prajurit itu memberitahu bahwa di distrik selatan mereka menemukan sebuah pohon tunas yang aneh dan tidak normal dari pohon biasanya.
Mendengar informasi itu Karui dan timnya bergegas langsung menuju distrik selatan.
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di lokasi yang prajurit itu laporkan, disana ada beberapa prajurit yang sedang berdiri menatap tunas pohon itu dengan teliti. Mendengar langkah kaki dari tim Karui, prajurit yang sedang menatap tunas itu langsung menyerahkan penemuan mereka kepada tim Karui.
"Aku tidak yakin, apakah ini benar-benar pohon Shinjakum?" tanya Karui sambil memegang dagunya
"Kalau begitu, mari kita buktikan dengan melancarkan Mana kita kepada tunas pohon ini." ucap Naura
Pada saat Naura melancarkan Mananya kepada tunas pohon itu, Naura merasakan Mananya terlalu banyak terserap oleh tunas itu dan seketika tunas dari pohon itu sedikit tumbuh lebih besar. Namun, Naura tidak dapat menarik tangan untuk menjauh dari tunas pohon.
__ADS_1
Sesegera mungkin Yakuza menarik lengan Naura dengan kuat dari belakang, seketika Naura pun bisa menarik lengannya berkat bantuan Yakuza.
"Sepertinya tunas ini adalah tunas pohon Shinjakum, kita harus segera mungkin menghancurkannya!" ucap Naura
Tanpa basa-basi, Yakuza pun langsung mengangkat Pedang Iblis keatas kepalanya, Yakuza memutuskan langsung menghancurkan tunas pohon tersebut, pada saat Yakuza hendak menghantam tunas dari pohon Shinjakum, tiba-tiba saja salah satu prajurit di belakang Yakuza telah diserang oleh sihir api.
Sontak Yakuza dan yang lain pun terkejut dan tidak jadi menghancurkan tunas pohon itu, kemudian Yakuza dan yang lain mengalihkan pandangannya kearah prajurit yang telah terkena serangan mendadak, pada saat itu juga terdengar suara seorang pria tertawa.
Pria itu memiliki rambut yang agak lurus keatas dengan berwarna hitam dan pria itu memakai jubah ksatria sihir dari kerajaan matahari, disamping pria itu ada seorang pria lain dia memiliki senyum licik dengan pedang dibelakang pundaknya.
Orang itu bernama Gine dan Monty.
Tim Yakuza dan para prajurit kerajaan matahari telah terkejut dengan kehadiran Gine bersama Monty dengan jubahnya yang memiliki simbol seperti buah yang tidak normal.
"Gine...kenapa kau?" gumam Naura dengan tatapan matanya yang melebar
Yakuza dan yang lain hanya bisa terdiam dan sambil memasang ekspresi kecawa mereka, karena mereka tidak percaya Gine sang ksatria sihir dari kerajaan matahari tingkat Grand Magic Knight telah bersatu dengan anggota organisasi Fushio Nozomu.
"Kenapa?, Kenapa kau mengkhianati kami Gine!" teriak Naura dengan penuh kecawa kearah Gine
Kemudian Naura mengeluar pedang esnya dari sihir es miliknya, pada saat itu Naura berlari kearah Gine dengan penuh rasa kecawa dan amarah. Pada saat Naura menyerang Gine dengan cepat Monty menahan serangan Naura dengan pedang miliknya.
"Kau kasar sekali nona." ucap Monty dengan senyuman liciknya
Kemudian Naura pun mundur dan tidak melanjutkan serangannya lagi kearah Gine, karena seseorang yang bernama Monty menghalanginya, Karui pun segera meminta Naura untuk jangan terlalu gegabah, karena pada dasarnya Gine telah memiliki seorang pelindung yang belum diketahui kekuatan sihirnya.
"Salam kenal orang-orang kerajaan aku Monty Tiwa aku adalah anggota dari organisasi Fushio Nozomu." ucap Monty sambil menunduk dengan sopan
"Jadi kau bekerja sama dengan mereka Gine!?" teriak Naura
"Naura tenanglah!" ucap Karui
__ADS_1
Yakuza hanya bisa terdiam sambil menggertakkan giginya dan diwajahnya terlihat seperti sedang marah kepada Gine setelah apa yang Gine lakukan kepada timnya sendiri dengan cara mengkhianati timnya sendiri, tentu saja ini bukan laporan bagus untuk dilaporkan kepada kaisar sihir Junies tentang pengkhianatan Gine.
"Jadi selama ini kau bekerja dengan mereka?, Gine." tanya Karui
"Betul." ucap Gine dengan tenang
"Jadi ada kemungkinan kematian Azel adalah ulah kau?"
"Aku tidak tahu apa yang kau maksud, aku tidak ada urusan dengan Azel dan satu lagi... bergabung dengan mereka adalah keputusan ku sendiri."
Kemudian para prajurit pun dengan berani menyerang mereka berdua dengan penuh amarah dan kecawa, tetapi, dengan mudahnya para prajurit itu dikalahkan dengan sangat cepat oleh Monty.
Itu sangat luar biasa, kecepatan Monty secepat angin karena Yakuza dan yang lain tidak dapat melihat pergerakan Monty salam sekali, pada saat itu juga Karui berasumsi bahwa sihir Monty adalah sihir tipe angin namun dia hanya menggunakan sihir itu dengan tubuhnya saja, sehingga itu membuatnya sangat cepat bergerak.
Tapi Karu merasa yakin ia pun turun tangan untuk menghadapi Monty karena menurutnya, Monty adalah lawan yang seimbang dengannya dengan kecepatan seperti kilat, Karui pun dengan percaya diri menantang Monty untuk berduel satu lawan satu.
Kemudian Karui menyerahkan Gine kepada Yakuza dan Naura, pada saat pertarungan Yakuza dan Naura tidak boleh menganggu pertarungan Monty dan Karui, Karui meminta Yakuza dan Naura untuk fokus kepada Gine meskipun Karui pada saat itu akan mengalami kesulitan.
Dengan senyuman yang sangat licik kearah Karui, Monty pun mulai mengambil kuda-kudanya, kemudian Karui mulai mengeluarkan sebuah sihir petir dan membentuknya menjadi sebuah senjata seperti pedang.
Pada saat itu Gine meminta untuk pindah dari tempat itu, sepertinya Gine tidak mau mengganggu Monty untuk berterung, maka dari itu Gine memutuskan untuk pindah tempat khusus pertarungan Yakuza dan Naura melawan Gine.
Gine pun meminta Yakuza dan Naura mengikutinya, tanpa ragu Yakuza dan Naura tidak merasa keberatan dengan hal itu, pada saat itu juga mereka pun pergi meninggalkan Karui dan Monty dari tempat itu juga.
"Dengan begini... pertarungan kita tidak akan terganggu oleh cacing itu bukan?" tanya Monty
"Kau benar...mari kita selesaikan semua ini!" teriak Karui dengan aura petirnya di seluruh tubuhnya
Kemudian mereka pun mulai bergerak dan saling menyerang satu sama lain.
...Chapter 33 Selesai....
__ADS_1