DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Melawan Hukum Gravitasi


__ADS_3

Yakuza


Mengetahui musuh yang memiliki sihir Gravitasi, bagi aku itu sihir yang sangat merepotkan. Aku harus mundur sementara waktu agar aku bisa memikirkan rencananya untuk melawan hukum Gravitasi.


Aku mencoba mundur dari pertarungan, aku berlari sejauh mungkin dari orang itu. Namun, orang yang bernama Destroya itu tetap mengejar ku kemana aku pergi.


"Berhenti kau...jangan lari dari ku!" kata dia


Aku terus berlari tidak mendengarkan perkataan dia, pada saat aku mencoba melihat dia kearah belakang. Aku tidak tahu dia bisa melayang diudara, ya itu sudah jelas karena dia memiliki sihir gravitasi, jadi sudah jelas dia bisa terbang.


Aku juga bisa terbang namun, itu berkat bantuan sayap naga tanpa itu aku tidak akan bisa melayang diudara. Tapi untuk saat ini, aku menyimpan hal itu untuk pertarungan akhir nanti.


Aku berhenti berlari dan membuat serangan kejutan kearah Destroya, agar aku bisa mengalihkan pandangannya. Aku memberikan tebasan api dari jarak yang cukup jauh.


Aku memberikan dua tebasan langsung yang mengarah kepadanya, namun, tetap saja dia dengan mudah menangkis seranganku hanya dengan tangan kosong.


Pria itu seperti Monster yang benar-benar lapar.


"Hahaha...apakah kau pikir kau bisa lari dari aku?"


"Sepertinya tidak ada pilihan lain." gumam aku


Kemudian aku mulai berkonsentrasi dan menyatukan Mana yang ada didalam pedang iblis milik ku, semua Mana telah tersalur kedalam tubuhku dan sekedang tubuhku menjadi setengah naga.


Dengan cakar dikedua tanganku dan kedua sayap dibelakang punggung, di kepala ku tumbuh dua tanduk yang melengkung kebelakang.

__ADS_1


Setengah wajahku bersisik seperti naga dan mata ku mulai berubah layaknya seperti pupil mata seekor reptil dan bola mataku berwarna merah cerah.


Destroy terkejut melihat perubahan bentuk tubuhku yang sekarang mirip seperti naga elemen api, tapi aku melihat diwajahnya dia malah tersenyum senang dan merasa dirinya akan terhibur olehku?.


Orang ini sepertinya tidak takut bahaya, ya itu sudah jelas, maka dari itu dia menantang ku.


Dia tertawa dengan ekspresi yang mananda- kan kesenangan, aku yakin dia juga akan serius menghadapi ku.


"Hahaha...bagus sepertinya kau akan serius dan tidak akan lari lagi!"


"Ya...kau benar, lagi pula tidak ada gunanya aku lari dari pertempuran."


Kemudian dia mulai terbang kearahku dan bersiap menyerang aku dengan pukulan dari tangan kanannya, dia mulai memukulku dengan pukulan gravitasi nya seperti biasa itu sangat berat dan kuat.


Jika saja aku tidak menahan serangan itu dengan pedang iblis ku mungkin saja aku sudah terluka parah dibagian tengkorak ku.


Dia terus memberikan beruntun kearah ku, aku masih menahan serangan itu dengan pedang iblis ku sebagai perisai, dia tertawa kesenangan seperti anak kecil yang dibelikan sepasang baju baru untuk hari raya.


Kemudian dia mundur kembali dan berhenti menyerangku, seketika ekspresi dia berubah menjadi masam.


Apakah dia sudah bosan?


"Heh...aku kira aku bakal terhibur olehmu, tapi ternyata kau membosankan!"


Sudah aku duga.

__ADS_1


Kemudian dia berbalik, sepertinya dia berniat untuk tidak bertarung dengan ku lagi?, ayolah itu tidak seru tapi ini kesempatan aku untuk lari dan memikirkan rencana kan?.


Tapi jika Naura tahu aku lari mungkin saja dia marah kepadaku dan berbalik tidak suka padaku, itu sangat disayangkan aku belum pernah disukai wanita secantik dia.


Pada akhirnya aku melangkah dan mulai berlari sambil menghunus pedang iblis ku, pada saat aku sudah berada dekat dengan Destroya, aku mulai menebas dia dari belakang.


Namun, dengan mudah ia menahan serangan itu, kemudian dia langsung memukul perutku sampai aku mengeluarkan air liur.


Bugg...


Aku pun tersungkur sambil memegang perutku yang sangat sakit, kemudian dia menendangku sampai aku terpental.


Pipiku mulai memar akibat tendangannya yang sangat kuat.


"Cih...membosankan!"


Dia mulai menjantur aku dan mulai memukul dengan tangan kanannya, wajahku habis dipukuli olehnya. Tapi rasanya dia masih menahan diri, Kalau begitu...


Aku mulai mencengkram tangannya yang mencekik leherku, aku mencengkram tangannya dengan sangat kuat dan kuku naga ku mulai menusuk lengannya.


Kemudian dia melepaskan aku dan menjatuhkan ku, dia kembali tersenyum licik dan sepertinya aku dikasih kesempatan untuk melawan orang itu.


Aku pun mulai seruus, aku mengambil pedangku yang sebelum nya ia lempar kearahku. Kali ini aku akan serius menghadapi Destroya.


...Chapter 44 Selesai....

__ADS_1


__ADS_2