
Sudut Pandang Fumika
Aku menyerang orang yang bernama Raiya itu dengan katana ku, aku mengeluarkan tebasan kegelapan kearahnya, dia dengan cepat menghindarnya.
Dia terus menghilang saat aku memberikan tebasan kegelapan kearah nya, kemudian aku berlari maju kearah nya dan memberikan ayunan pertama yang cukup cepat.
Tapi dia masih saja mudah untuk menghindari serangan milik ku, setiap kali aku memberikan ayunan dan tebasan kearah nya, dengan santainya dia menghindarinya.
Kemudian aku berhenti sejenak untuk menyerangnya, aku menggunakan jurus andalanku, yaitu "Yami slash". Aku menahan ayunan ku dan pada saat aku melepaskannya, sebuah kegelapan muncul dari katana ku.
Tebasan kegelapan yang sangat cepat pergerakannya, hampir mengimbangin gerakan cahaya. Raiya terkena tebasan itu di bagian pipinya.
Dia mengerutkan alisnya dan menggertakkan giginya, kemudian dia membalas serangan milikku. Dia juga menggunakan tebasan cahaya yang tidak kalah cepat dengan tebasan kegelapan milik ku.
Tetapi dia memberikan tebasan itu, hanya dengan tangannya saja. Dia cukup hebat, tanpa senjata dia bisa melakukan hal itu, tidak heran dia di juluki sebagai Raiya sang elf.
Mungkin kalian mengira dia karena seorang elf dan mendapatkan julukan itu, sebanarnya dia mendapatkan julukan itu karena dia telah hidup di zaman kaisar sihir kedua dan juga dia termasuk seorang yang membantu kaisar sihir kedua, tetapi entah kenapa dia menjadi seorang kriminal.
__ADS_1
Pertarungan ku dengan dia hanya sebatas, beradu tebasan sihir, kemudian dia berlari kearah ku dan mengeluarkan pedang cahaya dari tangan kanannya, dia mulai mengayunkan pedangnya secara horizontal.
Aku menahan serangan itu dengan katana ku, kemudian dia menyerang lagi dengan arah yang sebaliknya, aku terus menahan serangan itu hanya dengan katana ku.
Mana dan stamina orang ini sangat kuat, dia adalah lawan yang terkuat yang baru pertama kali aku lawan, tidak heran Bardt dan Karui berhasil di kalahkan dengan orang ini.
Kemudian dia mengeluarkan bola cahaya dari jarak yang sangat dekat, sangat sulit untuk mengindari serangan dari jarak dekat itu bukan keahlian ku, aku pun mengeluarkan bola kegelapan untuk menyerap cahaya itu.
Bola cahaya milik Raiya telah tertelan oleh bola kegelapan milik ku, bola kegelapan milik ku seperti black hole dia bisa menyerap benda yang ada di dekat nya.
Raiya terkejut dan langsung melompat mundur dari ku, aku terus mengejar diri nya yang berusaha lari dari pertarungan. Aku memberikan "Yami slash" kearah nya.
Dia menahan seranganku dengan tebasan cahaya milik ku, aku terus memberikan tebasan itu kearahnya, tetapi dia masih saja bisa menahan serangan milik ku.
Aku mendekatinya, aku berlari kearah nya dan mengangkat katana ku keatas dan langsung menghantam diri nya, tetapi dia masih sempat menahan serangan dari ku.
Kemudian dia berteleport ke belakangku dia berusaha menyerang ku dengan sebuah serangan kejutan, tetapi itu tidak berhasil, instingku sangat kuat, aku bisa mengetahui pergerakannya.
__ADS_1
Aku langsung, memberikan tebasan kearah nya dan tebasan itu berhasil melukai dada nya, dia mundur dengan terhuyung-huyung sambil memegang luka yang ada pada tubuh nya yaitu bagian dada.
"Cih...kau cukup kuat juga ya nona." gumam Raiya
"Heh...ini belum seberapa, saat kau terkena tebasan itu, tubuh mu akan mati rasa, karena aku telah mengoleskan katana ku dengan racun dari bos mu."
Raiya mulai membeku, tubuh nya diam dan bergetar, dia sepertinya sedang menahan reaksi racun nya, ini adalah sempatkan aku untuk mengakhiri hidupnya.
Aku akan membaca mantra untuk mengeluarkan jurus terkuat ku.
"Kegelapan menyelimuti diri, kehidupan sama sekali tidak berarti, awan yang terus mengitari bumi, dewa-dewa yang telah membenci kegelapan, [Yami Flame God Shoot]!"
Aku menusukkan udara kearah Raiya dan seketika tubuh Raiya telah berlubang dan tangan kanannya hancur berkeping-keping, aku menyebutnya tusukan kematian.
Tusukan ini seperti sebuah tembakan udara namun lebih kuat dari itu, tusukan ini bercampur dengan elemen angin dan kegelapan.
Raiya sang Elf telah mati.
__ADS_1
...Chapter 52 Selesai....