
Wajah Yakuza telah kesal dengan Destroya dan kini ia mulai menyerang lagi dengan tebasan api dari pedang iblisnya, dengan mudah tebasan itu dihentikan oleh satu tangan Destroya.
Namun, Yakuza tidak henti-hentinya memberikan tebasan itu dengan sangat cepat, ia pun sambil berlari kearah Destroya, namun Destroya hanya diam dan tersenyum dan sambil menangkis serangan Yakuza.
Pada saat Yakuza sudah sampai dihadapan Destroya, Yakuza mengangkat pedang Iblisnya keatas dan menebas Destroya secara horizontal.
Namun, pedang Yakuza ditahan oleh satu tangan Destroya dan kaki Yakuza ditarik kemudian Destroya melemparkan Yakuza dengan sangat kuat.
Sehingga Yakuza menabrak sebuah bangunan yang sudah hancur setengahnya, Yakuza hanya terbaring lemas dan mulutnya mengeluarkan darah.
"Ada apa?, apakah kau sudah kelelahan?"
"Sama sekali tidak!" ucap Yakuza sambil bangkit secara perlahan
Kemudian Yakuza menyerang Destroya dengan tebasan api sambil berlari kearahnya dan berteriak.
"Haaaa!"
Tebasan api Yakuza semakin cepat, Destroya yang menepis serangan itu merasa ada perbedaan dari Yakuza.
Yakuza sudah ada dihadapan Destroya, Yakuza menyerang dari titik ketitik yang lain, ia seperti seorang ahli pedang, dia menyerang dari titik kanan dan mengganti ke titik atas.
Serangan itu lagi dan lagi ditahan olehnya, kemudian Yakuza mengambil langkah mundur dalam, kemudian Yakuza menyerang lagi secara partikal.
...****************...
Destroy telah mendapatkan luka keduanya di bagian perutnya secara partikal, mata Destroya melebar karena terkejut melihat Yakuza berhasil melukai Destroya lagi.
Kemudian Destroya mundur 3 langkah sambil terhuyung-huyung, Destroya memegang luka nya dan melihat ke telapak tangannya, ia melihat darah yang keluar dari tubuhnya.
"Bagus!" ucap Destroya sambil mengeluarkan senyuman
Kemudian Destroya membuat semua bangunan disekitarnya melayang-layang memutari dirinya dari atas, Yakuza yang melihat itu hanya bisa terdiam.
"Aku sangat senang!" ucap Destroya sambil tawa gelak
Lalu Destroya mulai melemparkan sebuah satu bangunan kearah Yakuza, bangunan itu sangat besar seperti bangunan yang sangat utuh,
__ADS_1
Bangunan itu menghantam ketanah, untungnya Yakuza berhasil terbang keatas, ia berhasil menghindari serangan Destroya.
Kemudian Destroya menyerang lagi, ia melemparkan sebuah bangunan utuh lagi kearah Yakuza, sontak Yakuza menghindari serangan itu secepat mungkin.
Apakah dia sudah tidak waras lagi?. pikir Yakuza
Bangunan yang ia lemparkan itu hancur menghantam tanah, kemudian Destroya menyerang lagi dengan bangunan terakhirnya kearah Yakuza.
Bangunan itu kali ini dikelilingi oleh puing-puing batu, Bangunan dan puing-puing batu itu menghantam kearah Yakuza, untungnya Yakuza bisa menghindari serangan itu.
Pandangan Yakuza hanya teralih kepada bangunan yang menghantam tanah itu, seketika Yakuza terkena pukulan di bagian pipinya, sehingga terpental ketanah dan membuat tanah itu hancur.
Pada saat Yakuza terbaring ditanah, Destroya mengambil kesempatan itu, ia mendarat dengan cepat kearah Yakuza dan langsung menginjak perut Yakuza sangat keras.
Yakuza pun pingsan sementara dengan mulut yang ternganga dan air liur yang keluar dari mulutnya.
...****************...
Dialam bawah sadar, Yakuza mengira dirinya sudah mati karena terkena serangan terakhir dari Destroya.
"Ada dimana aku?"
"Siapa kau?"
"Kau tidak perlu tahu siapa aku, tapi aku disini akan membantu mu untuk mengalahkan orang itu."
"Apakah kau Naga yang ada didalam batu sihir itu?"
"Tidak, aku bukan disitu, melainkan aku adalah penghuni pedang iblis itu."
Mendengar itu Yakuza hanya ternganga mulutnya.
"Tapi kau juga harus berjanji kepadaku."
"Janji?, untuk apa kau sendiri terikat di kursi itu."
"Ya. Maka dari itu, aku membutuhkan bantuan mu."
__ADS_1
"Jangan bilang kau ingin aku melepaskan mu dari ikatan itu?"
"Tepat sekali, tapi tidak disini kau bisa melepaskan ikatan ini."
"Lalu?"
"Ada sebuah kuil atau Dungeon di sebuah perbatasan Negeri Matahari dan Negeri Bintang, disitu kau akan menemukan caranya."
"Jadi kau ingin aku pergi kesana?"
"Tepat sekali, tapi aku ingin kau pergi kesana setelah kau mengalahkan orang itu atau lebih jelasnya setelah perang ini."
"Baiklah aku terima itu."
"Kalau begitu, dekati lah aku dan pegang pundak ku."
Yakuza mendekat kearah pria itu dan memegang pundak pria itu dengan tangan kanannya.
"Aku heran meskipun kau dekat di hadapanku, tetapi wajah kau tetap tidak terlihat dan hanya tubuh kau saja yang terlihat."
Kemudian Yakuza merasakan KI yang sangat besar dan meluap-luap didalam tubuhnya.
...****************...
Destroya yang sudah mengira Yakuza mati, ia pun meludah kearah samping dengan wajah yang penuh rasa kecewa.
"Cuih...Ternyata kau sangat lemah."
Kemudian Destroya berbalik dan berjalan, Destroya berniat membantu Gine melawan Naura. Akan tetapi...
"Oi...aku belum kalah kau tahu."
Destroy menoleh kearah sumber suara itu dan sambil tersenyum.
"Bagus, kau masih bisa berdiri, ayo segera kita selesaikan ini!"
Yakuza mulai menghunus pedangnya dan tampak dari pedang itu sudah berbeda dari sebelumnya, pedang iblis menjadi agak besar dari bentuk yang sebelumnya.
__ADS_1
...Chapter 46 Selesai....