DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Markas


__ADS_3

"Naura...Tolong lepaskan pelukanmu, aku tercekik!"


Mendengar suara Yakuza, Naura pun sontak melepaskan pelukannya dan Naura pun meminta maaf atas hal itu. Tapi Yakuza tetap tersenyum dan berterima kasih pada Naura karena tanpa Naura Yakuza pasti akan dijadikan budak **** oleh Succubus itu.


Kemudian Yakuza bertanya "Naura kenapa kau bisa ada disini, bukannya seharusnya kau berada di distrik timur?" Tanya Yakuza.


"Sebelum aku sampai disini, aku melihat sebuah ledekan di distrik kau bertugas." Ucap Naura kemudian berhenti sejenak "Jadi...aku memutuskan untuk membantumu, sebagai teman yang baik kita harus saling membantu kan?"


"Ya...kau ada benarnya." Ucap Yakuza sambil tersenyum kearah Naura "Tapi...kau bisa saja dimarahi oleh senior Karui, karena kau meninggalkan tugasmu!"


"Maaf." Ucap Naura dengan wajah murung


Kemudian Yakuza pun bangun dari duduknya, setelah bangun dari duduknya kemudian Yakuza mengeluar tangannya untuk membantu Naura bangun juga dari duduknya, Naura pun menerima tawaran itu dan Naura pun berdiri sambil menggenggam tangan Yakuza.


"Ayo...kembalilah ketempat kau bertugas!" seru Yakuza


"Baiklah!"

__ADS_1


Dilain tempat Gine dan Raiya sedang menuju sebuah gua yang besar disekitar hutan Gito di distrik selatan, Gine tampak terkejut melihat sebuah gua yang sangat besar dibawah kaki gunung desa Gito.


Pada saat mereka berdua sampai depan gua itu yang pintu masuknya ditutupi oleh sebuah batu yang sangat besar dan pastinya sangat kuat, kemudian Raiya menempel telapak tangannya kearah batu yang besar itu.


Kemudian sebuah Mana keluar dari telapak tangannya, lalu disekitar gua itu bergetar dan kemudian batu besar yang menutupi gua itu bergeser secara kesamping. Setelah batu itu tergeser kesamping Raiya pun mengajak Gine untuk masuk kedalam gua tersebut.


Pada saat berjalan di lorong gua itu Gine merasakan kumpulan Mana seseorang yang besar, merasakan hal itu Gine pun mengerutkan alisnya dan merasa waspada terhadap hal itu.


Setelah beberapa jauh mereka berjalan di lorong yang gelap itu, tiba-tiba saja Raiya berhenti dan langsung berlutut kearah depannya, Gine melihat seseorang yang sedang duduk disebuah singgasana.


Orang itu berkata "Selamat datang kembali Raiya." Ucap orang itu kemudian menatap Gine dengan tajam "Oh...jadi kau membawa orang yang berguna ya Raiya."


"Penuh rasa hormat, saya berhasil membawa orang yang penting dari kerajaan matahari kehadapan anda tuan Ezair!"


Mendengar nama Ezair, Gine langsung terkejut dan matanya langsung melebar. kemudian Gine pun langsung berlutut dihadapan orang yang bernama Ezair. Seketika cahaya di dalam gua itu menyalah sedikit-demi sedikit menyinari gua yang gelap itu.


Pada saat itu juga wajah Ezair terlihat sangat jelas dan wajahnya itu mirip sekali dengan Azel, bukan hanya Ezair saja yang terlihat ada 4 orang lagi yang terlihat sosok mereka, 4 orang itu berdiri disamping Ezair.

__ADS_1


Keempat orang itu menatap Gine dengan tatapan yang sangat tajam dan salah satu dari 4 orang tersebut berbicara dengan nada yang mengejek "Haaa...apakah kau yakin Raiya orang bajingan seperti dia bisa kita andalkan?" Ucap orang itu


"Aku tidak butuh pendapat mu Monty, aku hanya butuh pendapat dari tuan Ezair!"


"Ohoho...sudah lah Monty bukankah itu sangat bagus?"


"Baiklah...tapi tuan Ezair jika orang yang dibawa oleh Raiya ini orang yang tidak berguna, maka izin aku untuk membunuhnya!"


"Itu terserah kau saja, tapi jika orang itu sangat berguna bagi organisasi kita maka, kau harus menanamkan pohon Shinjakum di desa berikutnya!"


"Baiklah tuan Ezair!"


"Baiklah...mari kita mulai diskusinya!"


Ezair pun tersenyum licik dihadapan Gine dan pada saat itu Gine merasa bawah Ezair dan Azel ada hubungannya.


...Chapter 32 Selesai....

__ADS_1


__ADS_2