
Setelah berlari cukup jauh dari pertarungan Karui vs Monty, pada saat itu Gine berhenti disebuah lapangan yang cukup luas itu telah jauh dari desa Gito dan tempat itu dipenuhi oleh tebing batu yang sangat tinggi, tanahnya tandus dan rumput-rumput disana tidak begitu banyak dan juga tidak begitu panjang.
"Kurasa ini sudah cukup jauh." ucap Gine
Pada saat itu Naura dan Yakuza baru saja sampai dan mereka berdua menatap Gine dengan sangat kesal dan penuh amarah.
"Jangan pasang wajah seperti itu kalian berdua."
"Dasar brengsek kau Gine!" ucap Naura sambil mengarahkan serangan pisau es kearah Gine
"Lingkaran sihir" ucap Gine dengan nada yang rendah
Tiba-tiba muncul sebuah lingkaran sihir dihadapan Gine, Naura dan Yakuza pun terkejut melihat hal itu. Tidak disangka Gine telah mempunyai teknik bertarung dengan lingkaran sihir.
"Sejak kapan kau mempelajari teknik itu?" ucap Naura dengan ekspresi terkejut
"Seseorang telah memberikan aku kekuatan penuh dan pada saat itu juga bakat terpendam atau kemampuan terpendam ku telah muncul."
"Jangan sombong kau!" teriak Naura sambil mengeluarkan teknik andalannya yaitu baju armor seperti es dan pedang malaikat. "Sekarang dan hari ini aku pasti akan mengalahkan kau Gine!"
"Heh...begitu ya kau sepertinya sudah banyak berubah Naura."
"Ghaaa!"
__ADS_1
Naura menyerang Gine tanpa rencana apa pun, karena emosinya tidak terkendalikan Naura mengayunkan pedangnya secara horizontal dan juga partikal, namun gerakan itu sulit dilihat oleh Yakuza dan Yakuza hanya bisa terdiam melihat pertarungan itu.
Namun dengan mudah Gine bisa menghindarinya dengan sangat baik dan akurat, Gine merasa bahwa Naura tidak cocok jika menjadi lawannya untuk satu lawan satu.
Naura terus mengayunkan pedangnya berbagai arah, tetapi Gine tetap tenang dan sambil tersenyum sombong kepada Naura, Yakuza seketika berteriak memberi saran kepada Naura.
"Naura jangan terlalu ceroboh begitu!" teriak Yakuza
Namun Naura hanya terdiam dengan tatapan yang sangat penuh amarah, kemudian Yakuza pun ikut berterung bersama Naura untuk membuat Gine terpojok. Pada saat Naura terus menyerang Gine, Gine hanya bisa mundur dengan santai sambil menghindari serangan Naura.
Kemudian Yakuza muncul dari atas Gine sambil bersiap menghantam Gine dengan pedang Iblisnya. Namun, Gine mengetahui posisi Yakuza pada saat itu, kemudian Yakuza langsung menghantam tanah dengan keras sampai tertutup abu yang berhamburan.
"Apakah berhasil?" ucap Yakuza dalam hati
Kemudian Gine pun tertawa dibelakang Yakuza "Hahaha...kau pikir serangan itu akan membuat aku jatuh?"
Kemudian Yakuza mengingat masa lalunya pada saat masih di dunianya, pada saat Yakuza masih sekolah sewaktu kecil diumur 6 tahun, Yakuza pernah mempunyai seorang teman yang sangat akrab dengannya.
Temannya itu selalu menemani Yakuza di setiap jam istirahat, karena pada saat umur 6 tahun Yakuza hanya dipaksa bersekolah oleh kakeknya dan pada saat itu juga ia tidak memiliki seorang pendamping disekolah.
Melihat anak-anak yang lain di dampingi oleh ayah dan ibunya, Yakuza merasa iri dan berpikir "kenapa diriku tidak seperti mereka, sebenarnya kemana ayah dan ibuku?", Yakuza hanya duduk sambil memeluk lututnya dengan sangat sedih.
Kemudian pada saat itu juga, seorang wanita seumuran dengannya datang mengulurkan tangannya lalu berkata "Jangan sedih, aku akan menjadi sahabat mu mulai sekarang." Yakuza melihat senyuman wanita itu sangat manis, seakan-akan ia bertemu dengan bidadari.
__ADS_1
Pada saat itu juga wanita itu selalu menemani Yakuza dan ia berkata "Aku juga tidak memiliki seorang keluarga, kita ini sama bukan?" ucapnya kemudian berhenti sejenak "Tapi, kau tidak perlu sedih karena aku akan menemanimu."
5 Tahun kemudian wanita itu telah mengkhianati Yakuza, wanita berpaling dari Yakuza karena wanita itu memilih bocah tampan dan pada saat itu juga wanita itu tidak pernah berbicara dengan Yakuza sampai Yakuza lulus dari sekolahnya.
Aku tahu rasanya dikhianati oleh teman kita sendiri Naura.
***
Kemudian pertarungan pun kembali dengan wajah Naura yang dipenuhi oleh amarah yang luar biasa, Yakuza tidak tahu seberapa dekat Gine dan Naura berteman pada saat Yakuza belum sampai di dunia ini.
Kemudian Gine mengarahkan tangannya ke depan dan pada saat itu muncul sebuah lingkaran sihir dari telapak tangannya, dari lingkaran sihir itu muncul sebuah bola api yang sangat besar dan pastinya itu memakan banyak Mana.
"Mari kita akhiri pertarungan yang membosankan ini!" ucap Gine
Kemudian bola api itu meluncur kearah Naura dan pada saat itu Naura hanya bisa terdiam dengan tatapan penuh kekecewaan padanya, beberapa jarak sekitar 4 meter bola itu mengarah ke Naura, Yakuza tiba-tiba saja muncul dan langsung menebas bola api itu menjadi dua.
Dan seketika bola api itu meledak dengan sendirinya, kemudian Yakuza berteriak kepada Naura "Naura...jangan biarkan pikiranmu mengacau konsentrasi mu, jika kau memang benci kepadanya maka lakukanlah apa yang kau bisa untuknya!" teriak Yakuza "Kau mengerti kan Naura!?"
Seketika mata Naura melebar kearah Yakuza yang sedang berdiri didepannya, kemudian Yakuza berkata lagi kepada Naura "Aku tahu perasaanmu...aku juga pernah mengalaminya...jadi...ayo kita lakukan bersama-sama untuk mengalahkannya!" teriak Yakuza
Kemudian wajah marah Naura menghilang dan dia kembali tersenyum manis, kemudian Naura menyadari bahwa bukan hanya Gine yang dekat dengannya tetapi Yakuza juga selalu dekat dengannya.
"Terima kasih Yakuza."
__ADS_1
Tiba-tiba saja, Mana Naura meningkat dengan pesat dan Naura pada saat itu memiliki dua sayap malaikat dibelakang punggungnya dan muncul sebuah perisai ditangan kirinya, dia seperti seorang ksatria yang sangat tangguh.
...Chapter 34 Selesai....