DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Surat Untuk Keluarga


__ADS_3

Melihat itu Gine terkejut dengan matanya yang melebar dan penuh keringat diwajahnya, begitu juga dengan Naura ia pun sama dengan Gine memakai ekspresi terkejut dan berkeringat dingin diwajahnya.


Kemudian Gine berusaha kabur untuk menghindari pertarungan dengan Yakuza, pada saat Naura hendak mengejar Gine, Yakuza memanggil nama Naura.


"Naura!"


Naura pun terdiam dan membeku, Naura merasa apakah dia akan menjadi samsak oleh Yakuza juga, karena menurutnya Yakuza sudah kehilangan kendali.


"Lebih baik biarkan dia pergi" ucap Yakuza kemudian berhenti sejenak "Biarkan dia pergi, suatu hari nanti aku akan berterung dengannya lagi!"


Kemudian Naura menoleh kearah Yakuza yang sedang berdiri, menatap tanah yang telah dibuat hancur olehnya.


"Tugas kita sebenarnya adalah membunuh Monty, karena dia telah membuat Karui diambang kematian!" Lanjut Yakuza


"Baiklah, tapi bagaimana dengan pohon itu?" ucap Naura lalu berhenti sejenak "Pohon itu telah tumbuh dengan cepat dan mungkin saja sudah berbuah."


"Biarkan dia mengambil buah itu." ucap Yakuza berhenti sejenak dan matanya melirik kearah Naura "Aku ingin bertemu dengan ketua dari organisasi mereka!"


"Tapi...kenapa kau ingin melakukan itu?"


Lalu Yakuza pun terdiam sambil menundukkan kepalanya, kemudian dia menjawab "Karena aku ingin bertarung dengannya!"


Naura hanya terdiam dengan mulut ternganga sedikit, kemudian Yakuza berbalik kearah Naura dan berjalan dengan santai. Lalu Yakuza berhenti dihadapan Naura dan memegang tangan Naura.


"Sekarang lebih baik kita kembali!"


"Baik!"


...****************...


Mereka telah sampai dititik awal mereka berkumpul yang dimana ditempat itu tergeletak tubuh Karui yang sudah penuh luka. Kemudian Naura mendekati tubuh Karui dan mengulurkan kedua tangannya ketubuh Karui yang terluka.


"Healing."


Kemudian muncul cahaya hijau dari tangan Naura dan seketika perlahan-lahan luka yang diterima Karui telah menghilang.


"Aku tidak tahu kau mempunyai sihir penyembuhan."


"Aku beberapa hari yang lalu, aku mempelajari sihir ini secara diam-diam."


"Tapi kenapa?"

__ADS_1


"Karena menurut ku ini penting, jika ada yang terluka dalam tim, sihir ini akan membantu untuk menyembuhkan tim yang terluka."


Perlahan-lahan alis Karui berkedut dan matanya terbuka sedikit, melihat itu Naura dan Yakuza sangat senang karena Karui masih bisa ditolong dengan sihir penyembuhan.


"Yakuza...Naura." panggil Karui dengan mata sedikit terbuka


"Syukurlah kau telah sadar!" ucap Naura dengan penuh senyuman


Beberapa saat kemudian Karui kembali bangkit dan wajahnya tampak kecawa dengan dirinya sendiri, kemudian Karui serentak berkata "Maaf."


Yakuza dan Naura pun merasa bingung dengan Karui, tidak biasanya dia seperti itu dengan wajah yang penuh kekecewaan.


"Maafkan aku, karena aku telah menjadi beban kalian berdua." ucap Karui sambil meneteskan air mata "Seharusnya aku lebih berguna karena aku senior kalian." lanjutnya


"Tidak apa-apa senior, pada awalnya kami juga kerepotan." ucap Yakuza dengan nada yang tenang


"Iya benar, lagi pula senior juga sudah berusaha keras melawan orang itu." ucap Naura


"Tapi...sayangnya kita tidak dapat mencegah Gine untuk mengambil buah itu." ucap Yakuza


"Ya benar, itu berarti kita semua gagal dalam misi ini kan?" ucap Naura


"Gagal atau tidak lebih baik kita harus melaporkan ini kepada tuan Junies!" ucap Karui


...****************...


Beberapa saat kemudian mereka pun telah sampai dan langsung melaporkannya kepada kaisar sihir Junies, mereka bertiga mengira bahwa Junies akan memotong gaji mereka karena kegagalan misinya kali ini.


Tetapi, Junies malah tertawa terbahak-bahak dan kemudian mengatakan "Kalian sudah kerja sangat bagus, meskipun kalian gagal mencegah pohon itu untuk berbuah, tapi kalian sudah berhasil mengalahkan satu dari anggota organisasi itu kan?"


"Eh?, jadi apakah gaji kami tidak dipotong?" tanya Yakuza


"Ya tentu saja tidak, kalian sudah bekerja sangat keras aku hargai itu, terutama kau Yakuza, aku akan memberikan bonus untukmu!" ucap Junies sambil memberikan sekantung uang yang cukup banyak kepada Yakuza


"Baiklah aku terima ini, aku sangat berterima kasih kepada anda tuan!" ucap Yakuza dengan senyuman bahagia


"Ya...ya sama-sama!" ucap Junies sambil menganggukkan kepalanya


"Setengah dari uang ini akan aku kirim untuk keluargaku!" ucap Yakuza dengan mata berkaca-kaca


"Maksudmu...Hanami?" ucap Naura

__ADS_1


"Ya...tentu saja!"


Mendengar hal itu Naura pun memasang wajah cemberutnya kepada Yakuza, sepertinya dia cemburu dengan Hanami yang selalu diperhatikan oleh Yakuza.


...****************...


Setelah melaporkan dan menerima gaji dari misi, Yakuza sedang memikirkan sesuatu untuk menulis suratnya kepada Hanami dan Renji, Yakuza mengetuk-ngetuk meja belajarnya.


"Apa yang harus aku tulis ya?" gumam Yakuza "Oh...baiklah mari kita mulai!"


Kemudian Yakuza mulai menulis suratnya dan setelah menulis suratnya Yakuza meminta tukang pos kerajaan untuk mengirim surat Yakuza kepada Hanami dan Renji di desa Nekopa.


...****************...


Beberapa saat kemudian surat itu telah sampai ditangan Renji dan Renji memutuskan untuk membacanya bersama Hanami, pada saat itu Hanami sedang sibuk melatih sihir penyembuhannya dengan bereksperimen kepada hewan seperti ikan yang sudah mati.


"Hanami!, ada surat dari Yakuza!" teriak Renji sambil mendobrak pintu


Seketika Hanami terkejut dan langsung berlari kearah Renji dan langsung mengambil suratnya dari tangan Renji, Hal itu membuat Renji tercengang dan memasang ekspresi konyol.


Kemudian Hanami mulai membuka kotak itu yang berisi surat dan sekantung uang, Lalu Hanami mulai membuka suratnya itu dari ikatan yang sangat rapih dan mulai membacanya.


Untuk Hanami dan Renji


Hanami dan juga paman Renji, Bagaimana kabar kalian?, aku berharap kalian baik-baik saja. maafkan aku, kali ini aku tidak bisa mampir ke desa Nekopa untuk bertemu dengan kalian, tapi aku tidak bisa karena aku tidak dikasih libur oleh tuan kaisar sihir. Karena, kondisi dikerajaan sangat darurat karena organisasi Fushio Nozomu sedang merencanakan sesuatu untuk menyerang kerajaan matahari. Sebagai gantinya aku hanya bisa mengirim surat untuk kalian, banyak hal yang terjadi dalam misiku mungkin kalian akan lelah membacanya jika aku menulisnya dan juga aku mengirimkan hadiah untuk kalian sekantung uang setengah dari gaji ku, aku berharap kalian menerima uang itu dengan senang hati.


^^^Ken Yakuza.^^^


Kemudian Hanami mengambil sekantung uang itu dari kotak tersebut, Hanami pun menatap uang itu dan kemudian Renji juga menatap uang itu.


"Itu sangat banyak, apakah dia yakin mengirim setengah gaji nya?" ucap Renji


Kemudian Hanami meneteskan air matanya "Syukurlah dia baik...baik saja."


Lalu Renji memeluk Hanami sebagai mana seorang ayah lakukan pada anaknya "Ya... syukurlah dia baik-baik saja."


"Ayah aku ingin, membalas surat ini untuknya!" ucap Hanami sambil mengusap air matanya


"Ya...silahkan!"


Hanami masih tetap meneteskan air matanya dan sambil memeluk Renji dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


...Chapter 38 Selesai....


__ADS_2