DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Penyerangan Organisasi Fushio Nozomu


__ADS_3

Pada malam itu Yakuza yang sedang tertidur di kamarnya, dia bermimpi ibu kota kerajaan telah diserang oleh sekelompok orang-orang misterius dan pada saat itu Yakuza melihat teman-temannya terkapar tidak berdaya.


Lalu salah satu pria misterius itu mendekati Yakuza seakan-akan ia ingin mencekik Yakuza, sontak Yakuza pun terbangun dari tidurnya. Pada saat itu nafasnya tidak beraturan seperti orang yang kelelahan.


Kemudian terdengar suara langkah kaki dari luar kamarnya, suara itu seperti seseorang berlari karena terburu-buru, Yakuza pun bangkit dari tempat tidurnya dan melangkah menuju pintu keluar.


Pada saat ia mengintip sedikit dari dalam, Yakuza terkejut karena melihat para prajurit berlarian, sontak Yakuza bertanya kepada salah satu prajurit yang kebetulan lewat dihadapannya.


"Hai...ada apa?, kenapa semuanya terburu-buru?"


"Tuan Yakuza, kita sedang diserang jadi bersiap lah."


"Apa?"


"Yakuza!" seseorang memanggil Yakuza dengan baju zirah yabg terlihat kuat


"Naura?"


"Cepat bersiaplah karena kerajaan kita sedang diserang!"


"Baik!"


...****************...


Dilain tempat para prajurit sedang berhadapan seorang wanita berjubah hitam, wanita itu dengan mudah mengalahkan para prajurit itu hanya dengan satu kibasan dari tangan kanannya.


Wanita bernama Furyka dan sihirnya adalah sihir tipe elementel angin, namun sebenarnya ia lebih memilik satu elementel. Sihir yang lainnya adalah api dan tanah.

__ADS_1


Furyka mengibaskan tangannya kearah prajurit yang menyerang kearahnya, seketika para prajurit itu terpental jauh.


Kemudian dibelakang Furyka ada seorang pria berbadan besar dan kekar ia bernama Toji akuro, ia memilik sihir berelemen tanah dan baja, kemampuan lainnya tubuh Toji tidak dapat dilukai dengan mudah oleh senjata apapun.


Salah satu prajurit menghunus pedangnya dan menyerang pundak Toji dengan pedangnya, namun Toji tidak merasakan apa-apa dari serangan itu. Kemudian Toji memukul perut prajurit itu dengan sangat kuat, sehingga prajurit itu muntah darah dan kemudian ia pingsan.


"Ya ampun Toji, kau terlalu lembut."


"Berisik, wanita seperti mu seharusnya tidak boleh berbuat kasar kepada pria."


Mereka menyerang distrik selatan dan dua orang lagi lainnya menyerang distrik barat mereka adalah Aigo dan Raiya.


"Kerja bagus Aigo, berkat kau juga kita bisa dengan aman masuk kekerajaan busuk ini." ucap Raiya sambil tersenyum


"Semua ini demi tujuan tuan Azel." ucap Aigo dengan nada yang santai


"Tidak mungkin, kenapa anda berkhianat tuan Gine?"


"Heh...berisik!" ucap Gine sambil mengeluarkan bola api kearah prajurit itu


Seketika prajurit itu terbakar hangus oleh Gine, kemudian seorang pria datang dari atas ia bernama Destroya.


"Kerja bagus anak baru."


Di distrik Timur terlihat dua orang yang sedang duduk memandangi kehancuran dari semua anggota nya mereka adalah Azel dan Azeir, mereka sedang duduk diatas atap rumah warga.


Kemudian salah satu prajurit melihat mereka dan sontak Azeir langsung mengahncurkan mereka hanya dengan satu jari telunjuk yang mengeluarkan cahaya berwarna merah seperti sihir cahaya yang digabung dengan api.

__ADS_1


Mereka seketika tewas hanya dengan satu serangan milik Azeir.


"Maafkan aku kakak, aku sudah tidak bisa menahannya."


"Tidak apa-apa adikku!"


Pada saat mereka sedang memandangi kehancuran, tiba-tiba saja seorang pria memanggil mereka berdua, pria itu adalah kaisar sihir Junies.


"Jadi kalian yang membuat kekacauan dikerajaan ku!"


"Hohoho... sepertinya kita kedatangan orang yang kuat kakak."


"Ya...kau benar!"


Mendengar suara itu Junies seperti mengenali orang itu dan terasa familiar dengan gaya bicaranya yang cukup tenang.


"Jangan-jangan kau..., tapi itu tidak mungkin!"


"Apanya yang tidak mungkin taun Junies!" ucap Azel dengan nada yang tenang


Kemudian Azel berdiri dari duduknya dan langsung membuka jubahnya dan melempar jubahnya, melihat itu Junies pun terkejut dengan matanya yang melebar.


"Padahal aku tidak mengharapkan ini!" ucap Junies sambil mengerutkan alisnya "Tidak aku sangka ternyata kau pengkhianatnya Azel Shouke!" lanjut Junies


Azel pun tersenyum dengan licik kepada Junies.


...Chapter 41 Selesai....

__ADS_1


__ADS_2