DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Ruang Dan Waktu


__ADS_3

Dari kejauhan seorang pria berdiri di atas atap rumah warga, pria itu sedang menikmati pertunjukan yang serius sambil melipatkan kedua tangannya di dada.


Pria itu sangat serius melihat pertunjukan yaitu pertarungan Bardt melawan Raiya, ya pria yang sedang menonton itu bernama Aigo.


Tiba-tiba saja Aigo diserang dari arah belakang oleh sihir petir, orang yang menyerang Aigo itu tubuhnya dipenuhi dengan perban, terutama bagian tangannya.


Orang itu sepertinya telah melakukan pertarungan yang sangat sengit sampai-sampai ia dipenuhi oleh perban yang membungkus tangan dan dahinya.


Orang itu memiliki sihir petir dia juga adalah senior Yakuza, dia bernama Karui.


"Kau...orang yang waktu itu melawan Raiya juga ya?" gumam Aigo


"Sepertinya kau ingat itu, padahal kau sendiri waktu itu hanya lari."


"Tidak sopan sekali kau berbicara seperti itu, waktu itu memang aku lari tapi itu karena tugas kami sudah selesai."


"Oh...jadi bagus kali ini kau tidak akan lari lagi."


Karui menyerang Aigo dengan pedang yang di pakai para prajurit, Aigo menghilang kebawah badannya tembus ketanah.


Karui sangat terkejut dengan kejadian itu, Aigo berada dibelakang Karui dengan tatapan dingin.


"Sihir apa yang kau gunakan tadi?" gumam Karui

__ADS_1


"Itu adalah sihir ruang dan waktu."


"Cih...sepertinya kau adalah lawan yang merepotkan."


Kemudian Karui bergerak secepat kilat dan langsung memberikan tebasan kearah Aigo, tetapi Aigo lebih cepat dari Karui sehingga ia bisa menghindari serangan itu dengan mudah.


Karui terkejut kenapa gerakan dia tetap bisa di imbangi oleh Aigo, Lalu Aigo berbicara dari belakang Karui sambil menempatkan kedua tangannya ke belakang.


"Aku sudah bilang, aku mempunyai sihir ruang dan waktu, percuma saja kau berhadapan dengan ku."


"Haaa." Karui melemparkan bola petir kearah Aigo


Bola petir itu masuk ke dalam sebuah portal yang tiba-tiba saja muncul di hadapan Aigo dan menyedot bola petir itu.


Karui hanya bisa terdiam sambil menggertakkan giginya.


"Kau lihat itu?, jika saja aku serius maka tubuh kau akan terbelah seperti pedang yang kau pegang itu."


Karui hanya bisa terdiam dan tidak membalas perkataan Aigo sedikit pun, wajahnya mengeluarkan keringat dan tubuh nya mulai bergetar.


...****************...


Di sisi lain Raiya masih melawan Bardt, Bardt terus membuat Raiya terpojok. Gerakan Bardt sangat cepat sama halnya secepat angin, yang hanya bisa di rasakan oleh telinga saja.

__ADS_1


Tetapi Raiya masih belum terluka dia masih bisa bertahan dan menghindarnya dengan baik.


"Hahaha...kau pikir kecepatan angin akan bisa di tandingi oleh gerakan cahaya?" tanya Raiya


Bardt hanya terdiam dan terus menebas dengan cara membabi buta, tebasan Bardt terus dapat di hindari oleh Raiya, tebasan Bardt hanya mengenai sebuah bangunan warga.


Kemudian Bardt berhenti sejenak dan berkata.


"Kau ternyata pengecut ya?" gumam Bardt


"Ah?, apa maksudmu?"


"Apa kau lupa dengan luka itu?"


"Oh...itu hanya kebetulan saja menurut ku, buktinya sampai sekarang kau tidak dapat melukai aku lagi kan?"


"Begitu ya?" Bardt menghunus pedangnya "bagaimana dengan ini!"


Bardt memberikan tebasan angin kearah Raiya tebasan itu sangat banyak, hanya satu kali mengayunkan pedangnya tebasan itu menjadi sangat banyak.


Raiya hanya terdiam sambil tersenyum licik, lalu tebasan itu langsung menghantam Raiya dan terjadinya ledakan hebat.


...Chapter 50 Selesai....

__ADS_1


__ADS_2