
Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan yang sangat dingin, kemudian tiba-tiba saja Azeir menyerang Junies dengan sihir cahaya merahnya.
Sihir cahaya itu ditembakkan kearah Junies yang tengah berdiri menatap mereka berdua, dengan mudah Junies menghindari serangan itu.
Junies melompat kesamping atap yang lain, namun, Azeir tetap menyerang Junies dengan tembakan cahaya yang keluar dari jarinya. Namun, serangan itu menjadi sia-sia kecepatan Junies tak terkira.
Kemudian Junies melompat dari atap ke atap yang lain mengarah kepada Azeir, kemudian Junies mengeluar sihirnya yang berupa sihir besi, ia menciptakan tangannya menjadi sebuah senjata seperti pedang.
Kemudian Junies menebas Azeir dan serangan itu mengenai tubuh Azeir sehingga terbelah menjadi dua. Junies mengira Azeir sudah kalah.
Namun, pada saat ia menoleh kebelakang untuk melihat Azeir, tubuh Azeir masih utuh dan Azeir bersama kakaknya yaitu Azel tersenyum licik.
"Kenapa itu bisa terjadi?" gumam Junies dengan matanya yang melebar karena terkejut
"Hoho...kau pikir aku bisa dikalahkan dengan mudah?" ucap Azeir
"Apa yang sebenarnya terjadi?" gumam Junies
"Kau terkena, sihir ilusi ku tuan Junies." ucap Azel dengan nada yang tenang
"Ilusi?!" ucap Junies berhenti sejenak "Bukankah sihir kau itu tipe air?"
__ADS_1
"Ya...memang benar, tapi sihir ku ini digabungkan dengan sihir asap atau kabut!"
Kemudian Junies menyerang Azel tanpa rencana, ia langsung menebas Azel sehingga tubuhnya terbelah menjadi dua. Namun, semua itu sia-sia lagi dan lagi Azel berhasil menipu Junies dengan mudah.
"Tidak aku sangka, seorang kaisar sihir telah dipermalukan oleh bawahannya sendiri." ucap Azel sambil tersenyum
"Kakak...izin kan aku untuk menghabisi orang ini."
"Silahkan saja!"
Kemudian Azeir tersenyum mengarah Junies yang menatapnya sangat dingin, kemudian Azeir menebak lagi dengan satu jari mengarah kepada Junies, sontak Junies pun melompat kebawah dari atap warga.
Lalu Azeir juga melompat sambil melancarkan serangan berupa bola cahaya berwarna merah, Azeir melemparkan bola itu kearah Junies, dengan cepat Junies berlari untuk menghindari serangan itu.
Peluru itu sekitar 40 buah yang siap mengarah langsung kepada Azeir, Junies pun melemparkan peluru itu dengan cepat seperti layaknya senjata api, tapi dengan mudahnya Azeir menepis semua serangan itu hanya dengan satu tangan.
Sontak Junies pun terkejut melihat kejadian itu, karena menurutnya tidak ada yang bisa menghindari serangan itu hanya dengan satu tangan saja, pikirnya. Kemudian Junies melompat ke udara mengarah kepada Azeir yang masih terapung diudara.
Junies pun menebas Azeir dengan pedang yang tercipta dari sihir besinya, namun dengan mudah Azeir menahan serangan itu dan parahnya lagi hanya satu tangan.
Kemudian tangan Azeir mengarah ke perut Junies dan tangannya itu mengeluar kan sebuah cahaya berwarna merah. Sontak Junies pun langsung mundur dan dirinya tiba-tiba saja berada disebuah atap rumah warga.
__ADS_1
"Oh...ternyata kau punya sihir teleportasi juga ya?" ucap Azeir
Junies tidak menjawab ia langsung menciptakan pedang lagi dari sihirnya kemudian ia bergerak, ia bergerak dengan sangat sulit ditebak, dengan tubuh nya yang berputar dan kedua pedangnya diarahkan kearah Azeir.
Namun, dengan cepat Azeir menghindarinya dan berdiri atas rumah warga, kemudian Junies bergerak lagi, gerakan Junies seperti seorang yang pandai menari-nari dengan kedua pedangnya.
Dia berputar ke kanan dan ke kiri, sangat sulit untuk membaca pergerakannya. Azeir pun terkena goresan dikit diwajahnya dan bagian lengan nya juga ia terkena goresan pedang Junies.
Kemudian Azeir membalasnya dengan pukulan, namun berhasil dihindari oleh Junies. Sekarang Azeir menjadi tahu kenapa Junies diangkat sebagai kaisar sihir karena teknik berpedang nya yang sulit untuk dihindari.
Kemudian Junies menendang wajah Azeir sehingga Azeir terpental sangat jauh dan menabrak 3 bangunan warga. Pada saat itu Junies mengangkat tangannya keatas dan menciptakan sebuah besi yang sangat tajam, besi itu berbentuk seperti bor yang berputar sangat cepat.
"Tamatlah riwayat mu!"
Pada saat itu juga Junies melancarkan serangan itu kepada Azeir dan Azeir hanya bisa terdiam dengan mulutnya yang terbuka lebar dan penuh dengan keringat.
"Tolong aku kakak!" teriak Azeir
Namun, Azel tidak menolong adiknya yang malang itu, dia hanya berdiri dan sambil tersenyum licik sambil melipat kan kedua tangannya diatas dada.
Pada saat itu juga serangan itu menembus tubuh Azeir dan darahnya terciprat kemana-mana, tatapan Azeir mulai kosong seperti orang yang sudah tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Azeir sudah mati.
...Chapter 42 Selesai....