DEMON MAGIC SWORD

DEMON MAGIC SWORD
Tidak Akan Membunuhnya


__ADS_3

Kekuatan Gine semakin besar dari yang sebelumnya, sehingga perisai Naura dapet dihancurkan oleh sihir apinya. Naura hanya terdiam dengan mata yang melebar.


"Bagaimana?" gumam Gine


"Mustahil, bagaimana bisa?"


Kemudian Gine menyerang Naura lagi dengan bola api dari tangan kanannya, Naura menebas bola api itu dengan pedangnya, tapi Gine tidak cukup menyerang satu kali.


Gine terus menyerang Naura dengan bola api itu, dengan kedua tangannya yang saling bergantian. Naura hanya bisa menghindarinya ia terbang keatas untuk menghindari serangan Gine.


Naura hanya bisa menggertakkan giginya, kemudian Naura memberikan tebasan dari jarak jauh [Ice slash], Gine pun menggunakan bola api nya untuk menahan serangan itu.


Bola api dan tebasan es berbenturan dan menghasilkan sebuah ledakan yang tidak berbahaya hanya mengeluar asap, seperti api yang di siram oleh air.


Naura memanfaatkan situasi itu, ia menerobos masuk kedalam gumpalan asap, tujuan Naura ingin memberikan serangan kejutan kepada Gine.


Namun, pada saat Naura hendak ketanah, Gine sudah menghilang, Naura bingung ia menoleh kearah kanan-kiri. Mata Naura terus waspada disekeliling nya.


Dari arah belakang Naura, terlihat sebuah cahaya api, Naura menyadari hal itu. Bola api keluar dari gumpalan asap dan hendak menghantam Naura.


Namun, Naura melompat keatas lagi, ia terus terbang di udara, tetapi Naura tidak bisa melihat Gine dari atas karena Gine masih tertutup oleh gumpalan asap.

__ADS_1


Naura menyadari bahwa serangan Gine yang menahan tebasan es miliknya hanyalah sebuah kesengajaan untuk membuat rencana yang sederhana.


"Aku harus menggunakan cara itu, tidak ada pilihan lain." gumam Naura


Naura mulai memejamkan matanya dan mengangkat pedangnya sejajar dengan tubuhnya, ia seperti sedang berdoa seorang ksatria.


"Kekuatan alam yang tidak terbatas, dewa-dewa yang selalu memantau manusia, izinkan aku meminjam kekuatan kalian, untuk membasmi musuh-musuh bebuyutan kalian, [Rain Ice]."


Setelah mengucapkan kata-kata itu, tiba-tiba saja awan menjadi mendung dan sebuah butiran es turun sejara perlahan-lahan dan semakin perlahan semakin cepat butiran es itu jatuh ketanah.


Gine yang berada di bawah dengan asap yang menutupi dirinya, ia merasakan sebuah pancaran mana yang luar biasa.


Butiran es menimpah kepala Gine dan rambut Gine perlahan menjadi es, Gine pun melihat ketanah, tanah juga ikut membeku setelah butiran es.


Gine kaget, ia langsung melompat keatas dan setelah ia keluar dari gumpalan asap, kemudian ia melihat keatas dan setelah ia melihatnya.


"Mustahil." ucap Gine dengan mata yang melebar karena terkejut


Gine melihat sebuah butiran es yang hendak menghantam dirinya, dia juga melihat Naura yang sedang berpose seperti ksatria yang sedang berdoa.


Kemudian Naura mulai mengangkat pedang nya dengan kedua tangan keatas.

__ADS_1


"Meningkatkanlah!" teriak Naura dari atas


Butiran es itu semakin cepat turun kebawah seperti hujan deras, Gine hanya terdiam dengan mata yang melebar.


Tubuh Gine terkena butiran es itu dan perlahan-lahan tubuhnya yang terkena butiran es itu menjadi beku, Gine hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Butiran es terus menghujani area sekitar pertarungan Gine dan Naura, tempat itu sudah menjadi es layaknya seperti tahun natal yang dipenuhi oleh salju.


Seketika tubuh Gine membeku, Gine berada di dalam es itu dia tidak bisa bergerak lagi karena seluruh tubuhnya membeku.


Gine sudah tersegel.


Lalu Naura mendekati Gine yang sudah membeku di dalam es, kemudian Naura berkata "Maafkan aku Gine, aku terpaksa menyegelmu, karena aku tidak ingin membunuhmu." ucap Naura sambil memegang Gine yang sudah membeku di dalam es


Naura dan Gine yang sudah tersegel perlahan-lahan turun kebawah dan menginjak tanah lagi, kemudian kesadaran Naura mulai memudar dan ia pun terjatuh akibat kehabisan mana.


"Ya...ku...za."


Mata Naura perlahan-lahan menutup dan ia pingsan di tempat itu juga. Pertarungan Naura melawan Gine telah selesai.


...Chapter 48 Selesai....

__ADS_1


__ADS_2