
Di distrik barat, Aigo dan Raiya sedang bertarung melawan para prajurit kerajaan matahari, salah satu dari prajurit itu menyerang Raiya dengan pedangnya.
"Haaa!"
Prajurit itu menebas Raiya dengan pedangnya, namun itu berhasil dihindari oleh Raiya dengan mudah, kemudian Raiya menebas dada prajurit itu dengan pedang cahaya miliknya.
Seketika prajurit itu terjatuh dengan darah yang keluar dari dadanya, Raiya tersenyum melihat prajurit itu mati di hadapannya.
"Ya...ini membosankan."
"Kau benar Raiya, ini sangat membosankan."
Raiya melihat kearah sumber suara itu dan ia melihat seorang pria yang sedang mencabut pedangnya dari tubuh prajurit itu, dia bernama Aigo.
"Oi kalian!" seseorang dengan memanggil Raiya dan Aigo
Sontak Raiya dan Aigo mengalihkan pandangannya mereka kearah sumber suara itu, Raiya tersenyum melihat wajah orang itu dan sepertinya dia sudah bertemu dengannya.
"Oh...ternyata yang berisik itu Bardt ya?" ucap Raiya sambil tersenyum
"Tidak aku sangka kita bertemu lagi, Raiya!" teriak Bardt
Aigo mulai mengerutkan alisnya dan dia bertanya kepada Raiya tentang pria itu.
"Raiya, apakah kau mengenal orang itu?"
"Ya...aku pernah bertarung melawan orang itu."
"Sepertinya, kau tidak perlu membantumu."
__ADS_1
"Jangan bercanda, dari tadi aku tidak memerlukan bantuan mu."
Kemudian Raiya berjalan mendekati Bardt, dengan santai Raiya berjalan kearahnya, kemudian salah satu prajurit yang tergeletak di tanah, tiba-tiba saja ia menarik kaki Raiya.
"Tidak akan...aku biarkan kau...melukai tuan Bardt."
"BERISIK!"
Seketika prajurit itu di hancur kan oleh Raiya hanya dengan satu tembakan bola cahaya, prajurit itu telah mati dengan tubuhnya yang hangus terbakar.
Bardt mengerut kan alisnya dan menatap Raiya penuh dengan balas dendam.
Beberapa saat kemudian, Raiya berhadapan dengan Bardt, mereka saling menatap dari jarak 10 meter. Bardt melihat disekelilingnya, dia melihat semua bangunan yang sudah dihancurkan oleh Raiya dan para prajurit yang sudah tergeletak tidak berdaya dengan penuh darah.
"Kau memang keterlaluan." ucap Bardt
"Hah?, apa maksudmu?, ini kan sudah biasa bagi seorang penjahat."
Aigo hanya bisa melihat mereka berdua dari jarak 7 meter di atas atap warga.
Raiya dan Bardt masih bertatapan penuh dengan hasrat membunuh, kemudian mereka mulai bergerak dan saling beraduan pedang mereka yang terbuat dari sihir.
Bardt melompat mundur, lalu Bardt melemparkan bola angin kearah Raiya, dengan santainya Raiya menangkis bola angin itu hanya dengan beberapa tebasan.
Kemudian Raiya berlari sambil menghunus pedang cahayanya, Raiya memberikan tebasan pertama kepada Bardt, namun berhasil di tahan oleh Bardt dengan pedang angin miliknya.
"Sepertinya kau mengubah gaya bertarung mu ya?"
"Heh..." Bardt mendengus "Kau telat menyadari itu bodoh."
__ADS_1
Lalu Raiya memberikan tebasan kedua dan ketiganya kepada Bardt, Bardt terus bertahan dan ia di buat mundur oleh Raiya sedikit demi sedikit.
Mereka saling beradu tenaga pedang mereka.
"Kau juga sepertinya, menjadi sedikit lebih kuat."
"Kau memang benar."
Kemudian Bardt melepaskan pedang anginya dan ia melompat keatas, lalu Bardt mengulurkan kedua tangannya kearah Raiya yang sedang berdiri menatapnya di atas.
Sebuah bola angin besar keluar dari telapak tangannya, lalu Bardt melepaskan bola angin itu dan menembaknya kearah Raiya.
Raiya menghindarnya, ia melompat kebelakang.
"Ups...hampir saja kena."
Tiba-tiba saja, Bardt berada dibelakang Raiya dan memberikan tebasan kepada Raiya, dengan cepat Raiya menggunakan sihir cahaya untuk menghindari serangan itu.
Bardt menebas punggung Raiya, namun Raiya berpikir serangan itu tidak mengenai Raiya.
"Kau memang tidak berubah ya Bardt." lanjutnya "Kau pikir kau bisa melukai diriku?"
"Coba saja pegang punggung mu!"
Raiya memegang punggungnya dan ia terkejut, Raiya merasa ada sesuatu yang keluar dari tubuhnya, sebuah cairan berwarna merah menempel di telapak tangannya.
"Tidak mungkin." ucap Raiya sambil menatap telapak tangannya yang penuh darah
Bardt tersenyum dan kemudian dia berkata "Kau pikir serangan ku akan melesat untuk kedua kalinya?"
__ADS_1
...Chapter 49 Selesai....