
“bu, nasgor nya 1 , bakso satu.. Sama waffle nya juga satu.. Semua yang disekitarnya menatap Queensza aneh dan kaget.. Bagaimana biasa tubuh sekecil Queensza bisa makan sebanyak itu?..
“eh lo laper apa gimana nih? ” tanya Fizaa
“Gue ga sarapan tadi, makanya sekarang gue makan ” kata Queensza
Tiba tiba disaat mereka berdua sedang asik makan makan.. Ada teriakan dari murid murid sekitar nya.. Yang menyoraki teman teman devano..
“HUWAAAAAAAAAAAAAA”
“OMG DAREL, LEON, CAESAR, DEVANO ”
“DEVANO GANTENG BANGETT”
“WUUUUU”
“YAAMPUUNNN DEVANO GANTENG BANGETTTT”
“ada apaansih tuh murid murid gaje bener deh, ” ucap thalia
“anjir, ngangetin bener nih murid murid.. ” batin Alexxa.. Sambil mengelus dadanya karena kaget dengan sorakan itu..
Dan pada detik itu juga, seolah waktu mulai melambat, semua bergerak ibarat slow motion dan tidak lupa dengan angin yang bertiup lembut. Matanya langsung tertuju ke arah 5 pria tampan yang masuk ke kantin, cukup berkarisma, cukup hot walaupun tidak sehot pacar halu nya.
Tapi mata Queensza hanya tertarik kepada satu cowok yaitu crushnya sendiri.. Ia adalah Devano.. Laki laki yang berparas ganteng, dan banyak yg menyukai nya.. karena sifatnya yang cuek, dan cool
“KOK BISA ADA COWOK SEGANTENG DEVAN SIHHH.. KENAPA DIA GANTENG BANGETT DI SEKOLAH INI APALAGI TEMAN TEMAN NYA IHHH GW HARUS SUKA NIH SAMA DEVAN batin Alizza..
“... Zaa?? ”
“... Alizza?? ”
“ALIZZAAAAAA!!! ” teriak Thalia yang memanggil nya dari tadi..
“Apaansih kamu tuh gangguin aku deh.. Teriak teriak lagi.. Gw juga punya kuping nih ” ucap Alizza Sebaliknya
“Lo aja sih dipanggil gak nyaut nyaut mulu.. Kukira lo gak denger gw.. ” Kata Thalia..
Alizza Tersenyum gembira menatap crushnya lewat di depannya.. Ia tetap melihat wajah laki laki itu dengan serius..
“kenapa sih tuh cewek cewek pada suka sama devan.. ” batin Alizza..
“eh, thall.. Lo tau ngak cowok yang di tengah itu siapa sihh.. Ganteng bangett uyyy.. ” jelas Alizza..
“di-di tengah itu? " Ucap Thalia dengan gementeran..
__ADS_1
“iya, siapa itu? ” Tanya Alizza kepo
“dia Devano Fernandez, paman nya dia itu kepala sekolah disini loh.. Tapi sih kamu jangan dekat dekat deh sama dia.. Nanti urusannya langsung ke ruang guru ” jelas Thalia..
Bisa dibilang antara mereka, Thalia adalah sumber gosip dan dia tau hampir kesemua berita ataupun gosip. Didalam ataupun luar sekolah.
“yang gue denger denger sih ya, si devan itu suka sama Queensza dan juga sebaliknya.. Gilaa gak sihh!!!?? ” jelas Thalia
“HAHH?!!, YANG BENER LO BILANG, GAK MUNGKIN TERJADI INI MAHH ” Ucap Alizza yang kaget dengar gosip an Thalia.. Ia mengira itu hanya khayalan
Pandangan Alizza kembali ke arah Devan yang terlihat duduk diam dan yang paling kalem antara teman temannya..
“Kalau gue deketin biasa kali ya ” ucap Alizza
“Gausah Ngaco kamu ih, yakin lo mau tanggung malu sendiri . . Kalau lo ditolak mentah mentah gimana? ” ucap Thalia.
“belum nyoba ini loh, kamu aja jangan ngaco dulu deh.. Belum tentu benar itu mah ” Jelas Alizza
“dulu pernah ada murid yang suka devan, tapi devan tolak mentah mentah.. Dan buktinya cewek itu sekarang sudah pindah sekolah karena ia di permalukan depan teman temannya ” jelas thalia
“hah ngeri banget ” ucap Alizza
“gini ya aku jelasin, yang didepan Devan itu Darel Shankara bisa dibilang ia yang paling normal dari teman temannya.. ”
“ gak gitu, okay yang di samping Darel itu Leon Garfield, nah si Garra ini sebelas duabelas sama si devan , dua duanya cuek pluss dingin, si Garra kadang masih bisa ketawa atau senyum, kalau si Devan jangan kan ketawa, senyum aja nipiss. Setipis iman gue ” sambung Thalia
“ yang disebelah kiri itu namanya Caesar Aldridge otaknya rada gak bener dikit.. Atau biasa dibilang otaknya miring ”
"Dev liat deh. Tu cewe liatin lo terus dari tadi." Darel menunjuk kearah seorang gadis yang memang lagi menatap Devan sambil berbisik dengan temannya.
"Liatin gue itu." potong Caesar percaya diri, kebetulan memang dirinya lagi duduk di samping Devan.
"Ngapain liatin muka lu. Kasian ntar mereka kebawa mimpi."ledek Garra
"Loh? Bagus dong kalau kebawa mimpi. Berarti ketampanan gue gak main main." ujar Caesar sombong
"Mimpi buruk maksudnya."
"Muka setampan gue dan mirip Shawn Mendes ini gak mungkin bisa membawa mimpi buruk okay? Stop. Gue tau lo iri." oceh Caesar gak terima dirinya dibilang pembawa mimpi buruk.
"Gue cabut dulu." Devan berdiri lalu pergi begitu saja meninggalkan sahabatnya.
"Wah tu anak bener bener gaada sopan santunnya sama sekali." ucap Darel tidak terima mereka ditinggalin. Sementara Garra yang pada umumnya 11 12 dinginnya seperti Nathan hanya diam.
Dalam diam Queensza dan Alizza membuntuti Devan.
__ADS_1
"Ih mau ke mana sih dia?" batin Alizza bingung. Sedari tadi Devan terus bergerak ke kawasan terlarang milik sekolah mereka. Ia sebenarnya takut tapi tetap memberanikan diri, walau bagaimanapun Alizza harus ngomong sama Devan.
"Sampai kapan mau ngikutin gue?"
Sontak mereka berdua kaget
"AISSS KKAMJJAGIYA" pekik Queensza kaget. Loh ternyata Devan tau dia nguntit.
“Ini gara gara lo deh Ayraa ( Queensza) ” bisik alizza ke Queensza
"Eh hehe. Lo ngapain kesini? Ini kan area larangan." tanya Queensza dan Alizza berusaha kalem.
"Lo ngikutin gue?" tanya Devan sekali lagi.
"Okay fine iya gue ngikutin. Btw lo Devan kan?"
"Ya."
"Gue Queensza Ghufayrah Lavendra . Bisa dipanggil zaa, Ayraa.. ”
“Gue Alizza Khansania. Bisa dipanggil Alizza”
"Oh. Sekarang pergi."
What? Alizza memandang Devan tidak percaya. "Lo ngusir gue?"
"Menurut lo?" tanya Devan dingin.
"Iya ngusir. Tapi bodo amat, gue pengen disini. Lagian ngapain sih lo kesini. Sana minggir gue mau liat ada apa didalam." Alizza menolak Devan , lalu masuk ke ruangan yang dibilang area terlarang sekolah mereka.
Sedangkan si Queensza langsung berbalik badan dan meninggal kan alizza sendiri disana..
"Wah..." Alizza menatap kagum ruangan itu.
"Puas kan? Sekarang pergi." Devan menolak Alizza , tidak terlalu kasar tapi cukup untuk membuat Alizza keluar kemudian menutup kembali pintu ruangan itu.
Demi apapun, ruangan itu tidak seharusnya ada yang tau. Ruangan itu dibuat khusus untuknya. sekiranya mereka ingin meeting atau apapun itu. Ya Paman Devan adalah pemilik SMA Internasional ( HIS) dan ruangan ini adalah perjanjian antara Devan dan Pamannya agar dia mau dan harus lulus di SMA Internasional (His) .
Alizza berdecak kesal. Its okay. Ini baru pertemuan pertama mereka. Alizza gak bakal nyerah.
Alizza mendatangi thalia dan Alexxa.. Yang kini thalia dan Alexxa sedang di Roof top di lantai 2 .. Yang sedang di perpustakaan
“bener sih kata lo thall, gw diusir sama Devan ” ucapnya dengan wajah cemberut
“kan, kan gw udah bilang gimana.. Makanya dong.. Kan jadi malu sendiri lo, ” tawa Thalia dan Alexxa
__ADS_1