
Kantin Internasional kini sedang ramai-ramainya dengan kericuhan anak-anaknya. Pasalnya, sekarang Gibran dan Caesar, salah dua anggota Dangerous sedang berjoget tidak jelas. Kedua laki-laki itu yang dasarnya pintar ngelawak sedang membuat seisi kantin tertawa. Hm, ganteng-ganteng bobrok.
Tak sedikit orang-orang yang mengabadikan momen tersebut dengan ponselnya. Entah bagaimana ceritanya mereka bisa sampai berjoket ria tanpa rasa malu di Kantin sekolah. Bahkan penjual-penjual i sana ikut tertawa melihat tingkah konyol anak-anak itu.
"Eh, Gobl*k! Pantatnya bukan gitu!" Caesar menampar pantat Gibran. "Harus montokh."
"Ya udah contohin, lah!"
"Okay!" caesar menatap Gibran. kalau saya bilang muter, muter ya?"
"Siap!"
"Nih gue tunjukin goyang ngebor gue. Lebih jago dari Mba Inul. Lo ikutin, ya!" Caesar tertawa mendengar perkataannya sendiri, lalu mulai menunjukan skil goyang ngebornya.
"EEEEEEEEE-AAAAAA~"
"HAHAHAHAHAHAHA."
Semuanya tertawa melihat Caesar yang berjoget ngebor ala Mba Inul. Uhh, sungguh gemulai. Ini mah cewek-cewek lewat kalo Caesar udah goyang. Ricuh tawa tidak pernah berhenti di Kantin Internasional itu saat Caesar mengekuarkan goyangan ngebornya. devan, si ketua Dangerous pun tertawa melihat temannya itu.
"Ngakak, sialan!" Gibran bukannya mengikuti gerakan Caesar , laki-laki itu malah tertawa-tawa.
"Gibran joget gak, lo!" Rio mendorong Gibran kencang hingga membuatnya menubruk Caesar. Alhasil mereka berdua malah terjatuh. "Astagfirullah Rio kamu berdosa banget!"
"HAHAHAHAHAHA."
Tawa mereka pecah saat melihat tingkah 2 anggota Dangerous itu. Mereka adalah sosok lucu yang kerap sekali membuat orang-orang tertawa. Terkadang jika telat, mereka kerap disuruh membuat guru BK tertawa dulu baru boleh masuk ke kelas.
Yang mendorong Gibran itu namanya Rio Anggara, biasa dipanggil Rio. Tipe laki-laki fakboy di sekolah. Sering tebar pesona sana sini. Hampir setiap kelas di Internasional pasti ada yang pernah dekat dengan Rio, tapi berujung nangis Bombay karena gak dikasih kepastian. Yaaa emang sih, Rio itu gantengnya di atas rata-rata, ditambah dia anggota Dangerous, so makin jadi idaman siswi-siswi.
"Gue gak iklas lo giniin ya, Rio!" Caesar menunjuk wajah Rio, seolah-olah marah. "Bajing*n kamu, Nak! Bunda nyesel ngelahirin kamu! Anak sialan!"
"Ampun ibu!" Rio berbicara sambil tertawa.
"Gue kutuk lo jadi tai buat pakan ikan lele gue di kampung baru tau rasa, lo!" Dan lagi-lagi perkataan Caesar membuat yang lainnya tertawa.
2 siswa tampan yang cukup bobrok di SMA Internasional sekaligus anggota Dangerous. Yang pertama ada Gibran Permana, biasa dipanggil Gibran. Laki-laki blasteran Sunda-Batak yang wajahnya biasa-biasa aja, tapi bisa lah buat memperbaiki keturunan. Gibran itu bener-bener gak bisa diem, hobinya ngelawak. Gibran kalau udah bersatu sama Caesar, gak ada yang bisa ngelawan. Dulunya di Dangerous ada 3 orang pelawak yaitu Caesar, Gibran dan Garra, tetapi kini tinggal 2 anggota pelawak itu..
Kalau yang kedua, namanya Caesar Aldridge. Ya... 11-12 lah sama Gibran. Suka ngelawak, dan petakilan. Untuk para cewek yang suka ghibah, fix! Kalau kalian ketemu Caesar, kalian bakal nyaman. Karena Caesar itu hobinya ngegosip sana-sini. Masing-masing aib anak Dangerous pasti Caesar tahu. Banyak bahan buat ghibah kalau sama Caesar. Dan yang paling penting, Dani itu punya rumor, kalau dia yang megang lambe turah sekolah!
__ADS_1
Prinsip seorang Caesar, "Kamu kehabisan topik? tenang! Aku banyak stok bahan ghibah! Ayo ghibah!
Di tengah ricuh tawa anak-anak Dangerous di Kantin, Queensza masuk dengan santainya. Seperti hari-hari sebelumnya, gadis itu mengenakan pakaian lengkap dan rambut nya yang terurai dengan jepitan di samping telinga, Queensza berjalan ke arah penjual minuman. Gadis itu membeli sebotol air mineral.
"Berapa, Pak?"
"Dua ribu aja, Dek."
Setelah membayar, Queensza pun langsung berjalan untuk keluar. Queensza itu tipe anak yang apa-apa selalu bawa dari rumah, seperti bekal. Gadis yang ga suka banyak ngomong seperti Queensza memang tidak suka akan keramaian, maka dari itu ia selalu membawa semuanya dari rumah. Tapi berhubung ia lupa membawa air, jadilah ia harus membeli di Kantin.
Tanpa Devan sadari, terdapat sepasang mata coklat terang sedang mengawasinya dengan tatapan tajam. Queensza. perempuan itu terus menatap devan tajam. la masih bingung, apa yang kemarin ia lihat bersama teman temanya saat melihat devan tawuran dengan geng brigeus..
“kok diem ayra? Ayo jalan” ucap Barca menyenggol lengan queensza
Barca Bharata namanya. Berasal dari keluarga Bharata.Barca merupakan anak dari pendiri Brigeus. Barca juga gak kalah tampan, tapi sayang, dia udah taken sama Lisa. Walau Barca keliatannya serem, tapi Barca itu bucin abis sama Lisa. Kalau Lisa nyuruh Barca mencari jarum dalam jerami, mungkin Barca mau. Karena srbucin itu Barca sama Lisa. Apalagi Barca dan Lisa sama-sama anggota Brigeus, jadi sering bersama.
"Gak papa." Kata queensza yang baru tersadar, "Gue ke toilet dulu ya sebentar."
"Ngapain?"
"Nyari emas!" Queensza menatap Barca kesal.
"Sejak kapan nyari emas di Toilet. Gesrek lo ya, Raa?"
Barca tersenyum kikuk. "Oke oke. Silahkan, mbak."
Queensza berbohong. Perempuan itu bukan ingin ke toilet, melainkan mengikuti Devan. Queensza benar-benar penasaran dengan devan. Apa laki laki itu yang kemarin berada di tempat kejadian tawuran antara Dangerous dan Brigeus? Queensza menghela napas. Ia tidak pernah sepenasaran ini pada seseorang.
“dia mau kemana ya, kemarin si devan habis tawuran sama geng Brigeus ” batinnya..
Devvv..
devan memberhentikan langkahnya ketika suara lembut itu memanggilnya. Devan pun menengok ke belakang. Di sana sudah ada seorang siswa dengan tampilan berbeda. Ya siapa lagi kalau bukan Queensza yang memanggil nya..
“ada apa raa? ” jawab devan santai
“kemarin kamu tawuran sama geng Brigeus kan? Aku lihat sendiri devv,, jujur kamu devv?
“iya aku kemarin tawuran”
__ADS_1
“kenapa sih, kamu berantem lagi ama geng mereka? ”
“ada masalah, dulu salah satu anggota ku yang bernama Vano, ia diserang sama geng Brigeus dan akhirnya ia meninggal makanya saat ini aku balas dendam atas ninggal nya, salah satu anggota gw! ”
“heemm gitu ya, yaudah aku lanjut sama barca dulu ya” ucap queensza
“APA! BARCAA! ” teriak devan
“gak gak, kamu gak usah deket deket ama dia.. Kamu harus nurut ngerti! ”
“eem yaudah.. ”
“raa, lo ada hubungan apa sama barca? " Tanya devan tegas..
“temannya devv,, ” jawab queensza
“temen beneran? ”
Queensza tidak menjawab, laki-laki itu menghimpit Queensza ke tembok membuat gadis itu menahan napas. "Lo jauhin dia, kalau lo masih mau sekolah di SMA ini dengan tenang."
Membuat Queensza bingung harus menjauhinya.. Karena barca adalah temen smpnya waktu dulu.. Tetapi akhirnya queensza memilih menjauhi barca demi devan..
“kenapa aku harus jauhi barca devv? ”
“dia musuh gw raa”
“ya masalahnya kenapa nyuruh aku hindari dia ”
“kok malah nyolot kamu raa.. Ikutin aja gw bilang lo harus hindari dia ngerti gak! ”
Akhirnya queensza mengikuti kata kata devan itu..
“habis darimana raa,, ” jawab barca
“tadi di sana bentar, ”
“lo hampiri devan ya? Lo sekarang jauhi devan daripada gw jauhin lo”
“barr, jauhin gw sekarang.. Gw mau sendiri.. ”
__ADS_1
“maksudnya ”
“gw gamau berteman ama lo lagi maaf ya.. ” pamit queensza