DEVANSZA

DEVANSZA
BAB 3 -PUSING


__ADS_3

Keesokan harinya, seperti yang tidak diduga, Queensza pusing bukan main. Mukanya pucat, penampilan nya juga ga teratur. Ia gak punya semangat sama sekali buat dandan cantik hari ini..


“fizz, please rasanya kayak mau mati ” lirih Queensza tidak semangat, Tuhan bunuh saja dirinya . . Dunia Queensza seperti berputar..


“mau gue anterin ke UKS gak? ” cemas fizza . . Tangan nya memegang dahi Queensza, tubuh Sahabat nya itu panas banget


“Gak usah, gw bisa sendiri ” Queensza menolak lalu berdiri perlahan lahan..


“ tar gw bilangin pak bagas kalau lo izin ke UKS ” ucap fizza


“thanks, gue ke UKS dulu” pamit queensza


queensza memegang kepalanya, berjalan terhuyung ke kiri kanan. Benar benar pusing.


Bisakah didetik ini Queensza berharap agar orang orang tiba tiba muncul membawanya ke uks.


Pandangan mata Queensza semakin buram, badannya mulai tidak seimbang.


GEDEBUK


Tubuh Queensza jatuh kelantai, matanya tertutup rapat dan hilang kesadaran.


"dev, lo liat deh, tu cewe ngapain baring di tengah jalan kayak gitu?" tanya Garra penasaran.


Kebetulan Devan dan Garra yang mau ke rooftop melihat Queensza yang tergeletak di lantai.


"Pingsan kali." jawab Devan santai.


Sama sekali tidak tertarik. Eh tapi sebentar, kok Devan kayak tidak asing dengan muka tu cewe? Kayak pernah liat, tapi dimana?


“loh, bukannya itu Queensza ya? Kok dia disitu? ” batin Devan


"ANJIR GUE MAU BANTUIN TU CEWEK. Dev LO KE KANTIN BELIIN TEH SANA." panik Garra sebelum buru buru berlari membantu Queensza.


“tunggu, gw bantu juga ” panik Devan


"Nghh..." Queensza perlahan membuka matanya, melihat sekitarnya sebelum matanya jatuh ke sosok pria yang duduk disamping dirinya.


“Devan, Garra.. Kenapa kalian disini? ” ucap Queensza


“tadi gw liat lo pingsan di rooftop lantai 2 ” Ucap garra


“oh, maaf ya nyusahin kalian ” ucap Queensza


“lain kali kalau lo sakit gausah masuk sekolah, daripada kayak gini.. Semua panik tau gak ” jelas devan yang sedang panik..


“iya Dev, maafin aku ya.. Lain kali gak bakal nyusahin dan bikin kalian panik lagi ” ucap Queensza


“istirahat aja nih jangan lupa teh hangat nya diminum ” mengasih teh


“iya”


Devan dan Garra langsung meninggal kan Queensza sendiri di UKS itu.. Ia buru buru ngantri untuk beli makan.. Ia membelikan soto untuk queensza.. Ia pikir queensza belum makan sehari

__ADS_1


“mbak, beli soto nya 3, 2 pedes, dan 1 gak pedes ya mbak.. Sama teh hangat 1 , dan coca cola nya 2 ya yang dingin.. ” pesan Garra pada penjual soto itu


“oh iya, total nya 30 ribu ya ”


“eh, bos.. Minta 5 ribu bos.. ” hehe


“nih"


“nih ya mbak.. Saya tunggu disana ya ”


“okey, ”


Queensza meminum teh hangat yang di kasih devan yang tadi.. Setelah habis ia istirahat untuk sementara waktu..


“lo kenapa zaa,, katanya Garra lo habis pingsan ya? Kan gw udah nawarin lo? Lagian sih lo tolak mulu ” panik fizza


“iya maafin aku fizz.. Aslinya gw mau sendiri gak mau nyusahin kalian ” ucap Queensza


“fizza? ”


“loh, Garra ”


“nih soto sama teh hangat untuk queensza ya, dari bos gue ”


“oh iya iya ”


“nih makan, lo gak makan kan tadi” ucap fizza menyerah kan yang di kasih oleh garra


“keburu buru tadi ”


“loh, udah gak pusing lagi zaa? Kalau masih pusing jangan dipaksa dulu loh.. Nanti takut tambah parah” khawatir Garra


“gakpapa, udah agak mendingan dikit nih.. ” ucap Queensza


Tetapi saat Queensza jalan, ia agak mau jatuh..


“bos, kayaknya dia masih pusing deh, kita bawa ke UKS aja dulu ga sih? Daripada dia tambah parah ” tanya Garra


“heem, terserah”


“zaa, ikut gw ke UKS dulu” ucap Devan, sambil menggendong Queensza yang hampir jatuh


Yaaa benar, Queensza pingsan lagi.. Kayaknya ia emang pagi ini belum makan.. Dan sanking ga makan pagi ia pingsan..


Devan menyuruh anak buahnya memanggil sahabat yaitu fizza yang sedang belajar di kelasnya.. Karena fizza tidak tau yang terjadi dengan sahabat nya itu..


“assalamu'alaikum pak, ” ucap Darel


“waalaikumsalam kenapa rel? ” ucap gurunya


“saya mau memanggil fizza, ”


“silakan, fizza kamu di panggil ”

__ADS_1


“loh, ada apaan ini.. Kok pikiran ku gak enak ya.. Apa jangan jangan tentang queensza ya.. Duhhh tambah kepikiran aku nih ” batin fizza yang dari raut wajahnya panik...


“fizz, ikut gw ke UKS yuk”


Setelah sampai di UKS, betapa terkejut nya fizza melihat sahabat nya yang lemas di kasur UKS itu.. Hanya di temani Devan, Caesar, Garra..


“temen lo tadi ingin ke kelas terus gw dateng, nanyain kalau masih pusing gak nya.. Dia bilang kalau ga pusing.. Tapi waktu dia pergi meninggalkan kita.. Tiba tiba tubuh queensza seperti melemas dan akhirnya Devan menggendong nya ke UKS ” cerita Garra


“mending bawa pulang aja deh, kasian kalau di kasih disini terus.. Nanti kalau tambah parah gimana? ” panik Caesar


“tumben otak lo sempurna biasa nya miring tuh? ” jawab Devan


“ih bos ada ada aja.. Mumpung ada pikiran haahaha” Caesar terkekeh dan tersenyum


“jadi gimana dong? Mana ini masih jam 12.30 .. Masih pelajaran pak anggara.. ” panik fizza


“gw izinin aja ” jawab simpel Devan


Devan lalu meninggal mereka ber empat yang sedang menunggu queensza yang sedang terbaring lemas.. Devan lalu pergi menemui pak anggara, kalau bisa dibilang devan sangat dekat dengan pak anggara.. Ia meminta izin untuk menjaga queensza yang sedang sakit dan mengizinkan Garra, Caesar, Darel, dan Fizza untuk menjaga queensza itu..


“pak, saya dan kawan kawan ijin tidak masuk kelas, karena saya menjaga queensza yang sedang sakit ” jawab Devan


“iya, baiklah ”


Devan lalu meninggal kan pak anggara dan lalu kembali ke UKS untuk menemani queensza..


“gw udah izinin kalian ke pak anggara, jadi kalian gak usah takut di hukum atau di apain pak anggara ya ” ujar Devan.


“makasih ya devv ”


“iya sama sama "


“gimana udah sadar belum? ”


“belum devv ”


Karena Devan panik ia mengambil HP nya yang ada di sakunya dan menelpon sesuatu nomer.. Yang ia telpon adalah dokter.. Ia takut jika Queensza kenapa kenapa..


Dan yang ditunggu tunggu datang, dokter itu datang dan memasuki UKS itu


“kalian keluar dulu ya, teman nya saya periksa dulu ya ” ucap dokter itu


“iya dok, usahain dia yang terbaik ya dok jangan di apa apain ” ujar Devan yang sangking paniknya..


Setelah beberapa menit, akhirnya dokter itu keluar dari UKS dan memberitahu kan sesuatu yang berhubungan dengan Queensza.


“jadi gini, menurut saya.. Teman anda itu kekeselan, kecapean, jadi ia gampang pusing.. Sementara waktu temannya disuruh minum obat dan hindari kecapean, dan juga harus teratur makan nya ” kata dokter itu


“oh iya Pak "


Lalu dokter itu pergi meninggalkan mereka di UKS, mereka langsung memasuki UKS itu..


“tadi zaa udah makan belum fizz?

__ADS_1


“belum katanya ”


“ jelas”


__ADS_2