DEVANSZA

DEVANSZA
BAB 21 - JATUH DI KANTIN


__ADS_3

Devan menuruni tangga dengan santai. Pagi ini ia berniat berangkat ke Sekolah. Tampilan devan masih sedikit acak-acakan. Baju seragam yang keluar dari celana, dasi yang belum di pakai, dan rambut yang basa juga acak-acakan. Devan berjalan menuju dapur sambil mengusap rambutnya yang basah.


Sesampainya di Dapur, devan dapat melihat sang ibu di dapur yang sedang membereskan peralatan memasaknya bersama ART di sampingnya. Devan langsung mengambil gelas, dan menuang susu dari teko. Dengan masih berdiri, devan meneguk susu itu sampai habis.


"Astaga, devan!"


Devan hampir saja tersedak ketika Diajeng, sang Ibu mengejutkannya. "Mah! Apaansih! Ngagetin Devan tau, gak!"


Diajeng melotot, lalu memukul bahu devan. "Sekarang udah jam tujuh! Kamu kok masih santai aja!"


"Ck!" Devan berdecak kesal. "Yaelah, biasannya juga jam segini, Mah."


"Kamu kebiasaan banget sih, devan." Diajeng mengusap keningnya, sangat pusing jika berusuan dengan devan. "Ini udah jam tujuh, nanti kamu terlambat. Kebiasaan, deh. Mamah bosen bilangin kamu."


"Santai aja kali, Mah." Devan terlihat masa bodo. Tangan laki-laki itu bergerak menaruh gelas ke meja. "Mamah lebay."


"Kayanya waktu hamil, Mamah gak ngidam macem-macem, deh." Diajeng menggelengkan kepalanya, sudah jengah dengan segala kelakuan devan, termasuk kelakuan anaknya itu yang tidak bisa menghargai waktu. "Kamu kok susah banget dibilanginnya."


Devan tertawa. "Devan kan anak laki-laki satu-satunya di keluarga. Seharusnya Mamah banyak-banyak bersyukur."


"Iya, Mamah bersyukur sekali sama Tuhan karena dikasih anak laki-laki cuman satu." Diajeng memutar bola matanya malas. "Satu aja bikin emosi terus, gimana dua? Bisa struk kali."


Devan tertawa. "Hahahhaha. Udah, ah! Mamah lawak mulu. Devan berangkat dulu."


Diajeng mengusap kepala devan ketika anaknya itu mencium tangannya. "Hati-hati. Mamah mohon jangan bikin ulah lagi di Sekolah."


"Gak janji, hehe."


Setelah berpamitan, devan pun langsung keluar dari rumahnya. Laki-laki itu berjalan ke arah Garasi untuk mengambil motornya. Devan memakai jaket


Dangerous dengan lambang singa di belakangnya. Devan mengencangkan helmnya, lalu mulai menjalankan motornya keluar dari pekarangan rumahnya.


Devano Fernandez. Anak laki-laki 17 tahun dengan segala ketampanan yang dimilikinya. Berasal dari keluarga yang teramat Kaya menambah kesempurnaan terhadap dirinya. Saking kaya dan tampannya, banyak orang yang menyebut devan adalah keturunan bangsawan berdarah biru.


Tapi, memiliki keluarga yang teramat kaya, membuat hidup devan dan keluarga tidak tenang. Banyak musuh yang selalu menghadang.


Bukan hanya devan, seluruh anggota keluarga dan penghuni rumah, dididik keras agar selalu siap menghadapi serangan musuh yang tiba-tiba. Ibunya, Kakak-kakaknya, bahkan sampai pekerja rumah dididik keras oleh Harto, sang Ayah. Seperti, membidik, bertarung, dan berstrategi.


Devan adalah anak satu satu nya di keluarga itu, ada kakak dan ada kakak laki lakinya..tetapi itu anak dari pamannya yang nginap disitu.. Anak paman nya bernama Adelia Madeline Fernandez dan Aletha Angeline Fernandez. Keduanya sama-sama cantik dan hebat. Adelia berumur 21 tahun, berprofesi sebagai pelatih Tari Tradisional yang memiliki cabang sanggar di berbagai kota. Sementara Aletha berumur 20 tahun yang merupakan Dokter Bedah.


Ketika motor devan memasuki area Sekolah, suaranya pun membuat semua orang salah fokus. Banyak yang berbinar melihat devan, si badboy sekolah, terutama siswi-siswi. Devan memang memiliki daya tarik tersendiri dan berbeda dari kebanyakan orang. Semua sirkel di sekolah pasti mengenal devan.


"Wes! Yang di tunggu-tunggu dateng, nih!"


Devan hanya menatap datar Caesar yang baru saja berbicara. Ternyata devan sudah ditunggu oleh teman-teman satu gengnya. Di Sekolah ini tidak terlalu banyak anggota Dangerous. Hanya terdiri dari 11 orang.


Laki-laki 8 orang, sementara perempuannya 3 orang. Kalau diluar, jangan ditanya. Dangerous itu komunitas Taruna Bangsa. Yang namanya komunitas, pasti banyak anggotanya. Anggotanya tersebar luas di seluruh pelosok Indonesia.


Masing-masing daerah dipimpin dengan ketua yang berbeda. Hanya saja, pimpinan tertinggi jatuh kepada devan. Jakarta pusat, Selatan, timur, Utara, semuanya memiliki pemimpin yang berbeda-beda, tapi semuanya tunduk kepada devan mengingat devan adalah pimpinan tertinggi.


"Eh, devv! Ada gosip baru!"


Devan memutar bola matanya jengah ketika reta, anggota Dangerous yang perempuan itu berbicara. "Gak minat."


"Reta hobinya gosip mulu!" Caesar menatap malas reta. "Eh tapi beneran, devv. Ada gosip baru."


"Najis! Lo juga rumpi ya, sarr! Gak usah ngatain cewek gue, dong!" Vio menanggapi perkataan Caesar. Vio dan reta memang sudah menjalin hubungan sejak lama, 1 tahun mungkin. 2 orang itu disatukan di Dangerous.


"Huuuu bucinnya keluar!" Para anggota Dangerous pun bersorak menyoraki vio dan reta.


"Berisik lo semua!" Seketika semuanya terdiam ketika devan berbicara. Mata laki-laki itu menatap reta. "Gosip yang lo maksud itu apaan?"


"Buset! Leader kita doyan gosip juga, ni!" Perkataan Adam membuat perkumpulan murid-murid berseragam yang berlapiskan jaket dengan lambang singa di belakangnya itu tertawa.

__ADS_1


"Cepet ceritain." Devan mengabaikan tawa teman-temannya itu.


"Lo tau gak, sih? Ada adek kelas yang sahabatan sama Tomi, devv. Gosip udah nyebar satu sekolah," ucap Reta.


Devan tahu jawabannya. "queensza?"


"Ihh kok lo tau, devb?!" Kania menatap devan penasaran. "Si devan hobi gosip juga ya macam Caesar."


Penjelasan biar yang gak tau jadi paham : Jadi gini ya banyak siswa siswi disekolah itu takut berteman atau bersahabat sama Tomi, hanya 1 perempuan yang mau berteman dengan Tomi.. Ia adalah Queensza,.. Reta, Raden, dan sebagian ada yang kelas 12 .. Sedang Devan, Caesar, dll itu masih kelas 11 .. Okeyy semoga kalian bisa paham yaa!!


"Jangan bawa-bawa gue." Caesar memutar bola matanya malas. Selain tukang lawak, Caesar itu juga tukang gosip. Coba kalian tanya gosip anak-anak sma internasional , pasti laki-laki itu tahu. Bahkan tidak sedikit yang mengira, Caesar adalah orang di balik akun Instagram lambe turahnya sma internasional. Iya, sma internasional punya lambe turah sendiri.


"Gue udah tau." Devan menghela napasnya. "Lo pada tau dari mana?"


"Banyak yang ngomongin. Sekarang lagi heboh banget. Tadi banyak yang liat dia di anter si Tomi," jawab kalle.


"Kita harus hati-hati sama itu bocah. Musuh ada di dalam kawasan kita sendiri."


.


.


.


"Teh, tissuenya habis?"


"Iya Dek, habis."


Queensza mengerucutkan bibirnya. Gadis itu menghela napas, lalu melangkahkan kakinya pergi dari Kantin. Entah kenapa hari ini tangan queensza cepat sekali basah, alhasil setiap menulis pasti kertasnya kotor, makanya queensza mencari tissue.


Kantin yang tadinya ricuh, kini mendadak diam ketika sekumpulan murid memasuki kawasan kantin. Dangerous. Mereka semua berjalan dengan kharismanya. Mau laki-laki ataupun perempuan, tatapan mereka sama-sama tegas. Queensza harus hati-hati dengan mereka.


"Itu si queensza," bisik Adam pada Devan. Devan langsung menatap queensza tajam. Queensza yang juga sedang menatap devan membuat keduanya saling bertatapan. Queensza sebentar lagi berjalan melewati mereka.


"BHAHAHAHAHA." Seluruh orang di Kantin menertawakan Queensza yang terjatuh, termasuk Dangerous, tapi tidak dengan devan. Ketua Dangerous itu hanya menatap queensza datar.


"Aduh sakit..." Queensza berdiri sambil mengusap lututnya. Sudah sakit, malu pula. "Kakak sengaja, ya?"


Kalea tersenyum sinis. "Mata lo kali yang buta. Udah tau kaki gue disitu, masih aja di hajar."


"Kakak sengaja!" queensza terlihat sewot membuat semua orang menatapnya. Bagi mereka, ini merupakan pemandangan langka. Disaat semuanya tidak ingin macam-macam dengan Dangerous, tapi queensza si gadis yang tidak pernah takut dengan apa apa itu dengan beraninya melawan Dangerous.


"Terus kalau gue sengaja, lo mau apa? Mau ribut?" Kalea maju, menghimpit Queensza. "Ayo kita ribut!"


Queensza hanya diam. Walau queensza kesal, tapi ia berusaha menahannya. Tawa mulai berhenti, karena mereka semua asik menyaksikan queensza dan kalea. Dangerous juga diam. Bagi mereka ini urusan perempuan, tidak pantas laki-laki mencampurinya.


"Dasar penghianat!" Mata semua orang di buat melongok. Karena, setelah berucap seperti itu, tubuh queensza terhempas jatuh karena didorong oleh kalea.


"Lee! Apa-apaan sih!" Devan berjalan kearah Queensza, dan membantu gadis itu untuk bangun. Sementara queensza, gadis itu meringis kesakitan.


"Ngapain bantuin dia, devv? Dia itu temennya si Tomi, musuh kita semua. Bisa aja dia mata-mata," ucap Kalea.


Penjelasan : Si kalea, dan lain lain tidak tau jika Queensza adalah pacar devan.. Yang hanya tau tentang ini hanya darel.. Kalea hanya tau Queensza dan Devan itu hanya sebatas teman aja..


"Bener, devv." Kalle menyetujui perkataan kalea.


"Hati-hati deh saran gue."


"Tau lo, devv! Udah tau ni cewek temennya si Tomie, masih aja dibantuin." Raden menatap devan malas. "Dia bisa bangun sendiri, devvv. ”


Devan hanya diam mendengar perkataan teman-temannya. Laki-laki itu malah membantu queensza bangun. "Biar gue anter lo."


"Makasih..." Queensza menjawab lirih. Dengkulnya sakit akibat jatuh, dan sekarang telapak tangannya juga ikutan sakit juga karena terjatuh untuk kedua kalinya.

__ADS_1


Devan membantu queensza berjalan. Jujur, dilubuk hati devan terdalam masih menyimpan curiga pada queensza. Queensza itu temen dari Tomi, ketua Brigeus, musuh bebuyutan devan dan semua anggota Dangerous. Tapi Devan bukan tipe orang yang langsung menghakimi tanpa bukti. Devan juga berpikir, apa iya, gadis seperti macam Queensza merupakan mata-mata?


"Ke Taman aja, gue mau ngomong sama lo," ucap devan.


"Iya, devv." Queensza berjalan beriringan keluar kantin bersama devan. Sementara teman-teman devan, dan semua yang berada di Kantin hanya menatap devan bingung.


"Duduk," Devan menuntun queensza untuk duduk setelah sampai di taman. Queensza pun duduk. "Kamu mau ngomong apa dev?"


"Sekarang gue tanya." Wajah devan benar-benar terlihat tegas sekarang. "Kenapa lo sekolah di sini?"


"Emang gak boleh?"


"Lo itu kan temennya Tomi. Kenapa gak sekolah di sekolah dia?" Devan menghela napasnya. "Itu semua mengundang kecurigaan gue, dan semuanya, lo tau itu?"


Penjelasan #3 : se aslinya pertemanan Tomi dengan Queensza sudah lama.. Saat ia SMP.. Dan kini saat sma mereka berbeda sekolah.. Queensza bersekolah di SMA internasional karena permintaan ibundanya..


"Sekolah di sma internasional itu adalah permintaan mamaku . Kenapa sih kalian permasalahin banget?"


"Tapi lo bisa cari cowok lain selain dia, biar lo gak dibenci sama yang lain. Contoh kayak Kalea tadi."


"Gak bisa."


"Kenapa harus sama dia, sih?" Devan menatap queensza sebal. "Apa lo emang bener mata-mata si Tomi itu? Buat mata-matain sma internasional sekaligus Dangerous?"


"Terserah Kamu devv dan yang lain mau berpikiran seperti apa. Yang penting, aku di sini cuman untuk menuntut ilmu, gak lebih."


Devan memejamkan matanya, menahan marah. Queensza benar-benar membuatnya kesal. "Sekarang gue minta ke kamu, kita break aja, mending kamu bersenang senang aja ama si Tomi,jangan ngurusin aku,aku capek sama kamu, kamu keras kepala."


“gak devv, aku gamau kita break, yaudah maafin queensza.. Queensza gaakan ulangin lagi”


“kalau gitu kamu hindari Tomi, dan putusin pertemanan mu dengan si Tomi"


”ya devv”


.


.


.


KALIAN ADA PESAN UNTUK MEREKA SEMUA?


ADA PESAN UNTUK AUTHOR? SARAN, KRITIK, KWKW.


SPAM NEXT, YA!


OIYA ADA NOTE NIH BUAT KALIAN GATAU CERITA DI BAB INI!!


: aslinya si Tomi itu sahabat dekat Queensza mereka udah menjalin sahabat hampir 2 tahun.. Dulu pernah Tomi mengajak Queensza untuk bergabung di Geng Brigeus.. Tetapi Queensza tidak dapat izin oleh orang tuanya.. Karena queensza anak satu satunya orang tuanya..


Dan si Tomi beda sekolah dengan queensza, queensza bersekolah di SMA internasional, sma ini terkenal sangat elite, tetapi banyak siswa siswi yang selalu terlambat, bolos, dan lain sebagainya..


Akhirnya hingga kini queensza menjalin hubungan dengan devano Fernandez, ia mempunyai paman yang punya sekolah ini sekaligus kepala sekolah disini.. Tetapi sesaat devan mendengar gosip dari Caesar karena si queensza deket dengan Tomi - ketua Brigeus.. Disaat itu membuat geng Dangerous curiga dengan queensza, apa jangan jangan di queensza mata mata di sekolah itu apa gimana ya, coba dibaca lebih lanjut aja yaa!


Oiya ada lanjutannya loh,


Ia sebelum kenal dengan devan ia kenal dengan Caesar ya siapa lagi yang memegang akun lambe turah.. Ia kenal Caesar dari twitter Caesar, setelah kenal beberapa bulan, kini ia di sekolahnya banyak yang mengira mata mata atau mata mata Dangerous.. Hingga akhir nya membuat Raden, Kalea tidak mempercayai ia lagi.. Dan saat ini banyak orang menghindari nya hanya karena ia berteman dengan Tomi - ketua geng Brigeus..


Dulu Tomi dengan devan itu sangat akrab sanking akrabnya di panggil adik kakak, tetapi sesaat ayah Tomi meninggal karena tembakan dari geng Genus atau geng saudara Dangerous.. Membuat Tomi balas dendam dengan devan atas kematian sang ayah tercintanya itu..


Dan kini Tomi ingin sekali menghancurkan keluarga devan,, tetapi nihil, karena keluarga devan sangat kuat, dan banyak geng geng yang membantu nya membuat Tomi kebingungan


Tetapi Tomi banyak ide yang harus di lakukan.. Tetapi semuanya tetap gagal karena pertahanan di keluarga devan sangat kuat, dan kini Tomi di sekolah sana tidak ada yang mau berteman denganya.. Karena ia adalah siswa yg di takuti oleh siswa siswi disekolah itu.. Tapi queensza yang mau berteman dengan nya..

__ADS_1


Banyak ga sih notenya.. Tapi semoga kalian bisa memahami nya.. Ini udah saya singkat banget loh.. Jangan lupa like yaa!!


__ADS_2