DEVANSZA

DEVANSZA
BAB 32 - TENTANG MASA LALU


__ADS_3

...HAPPY READYNG!!!!...


...[BUDAYAKAN BACA NOTE AUTHOR]...


Disaat di rumah devan terdapat Caesar, Darel, Raden, Kian, dan teman lainnya dari Jakarta Pusat.. Disitu mereka membahas masa lalu mereka yang sangat kejam itu...


“eeh--” gibran yang mau bicara dipotong oleh Caesar yang membahas seseorang itu.. Membuat mereka mendekati Caesar.


“kamu kenal trisha gak? ” ucap Caesar yang memotong omongan gibran..


Darel, Devan, dan gibran membulatkan mata mendengar Caesar berbicara tepat di samping mereka. Sontak ketiganya langsung mendekati Caesar. Keterkejutan mereka terutama Gibran semakin bertambah melihat Caesar yang ada di samping gibran,mereka dengan mata menyipit curiga.


"Loh, kenapa kamu ngomong in Trisha ," gumam Gibran refleks berjalan dan mendekati Caesar yang hanya terdiam di samping tangga rumah devan itu.


“iya siapa trisha itu gib, gw tadi ketemu ama si trisha trisha gitu dia bilang kangen sama seseorang yang ada di anggota Dangerous”


“it-tu mantan nya devan.. Lo jangan bilang kayak gitu dong jangan tinggi suara lo! Ada queensza tau ”


“gw udah denger”


Gibran dan Caesar langsung mengatupkan bibir mereka rapat dan merasa kalau sebentar lagi akan ada masalah yang terjadi.


"Siapa Trisha?" Tanya Queensza, dengan memalingkan wajahnya ke arah Devan.


Dan di situlah devan tidak bisa berbicara karena pasti setelah itu queensza bakal marah, dan hubungan mereka bakal putus selamanya..


“gw bisa jelasin dulu raa, ”


"Iya jelaskan dulu”


Akhirnya devan mau tidak mau ia menceritakan semuanya tentang trisha. (Btw trisha itu cewek ya) .. Dia adalah masa lalunya devan, yang dulunya mau dijodohkan dengan devan tapi batal karena trisha hamil dengan laki laki lain.. Membuat perjodohan itu dibatal kan, kini trisha mencari keberadaan devan.. Dan akhirnya yap ketemu, devan bersekolah di SMA internasional.. SMA yang sangat terkenal di seluruh dunia karena geng Dangerous.


“oh, cuman masa lalu yaudah ” memeluk devan. " Devv, queensza takut kamu pergi ” membisikkan ke telinga kanan devan..


“aku bakal jagain lo, gw gak bakal pergi dari lo, gw sayang lo” ucapnya


Waktu devan dan queensza peluk pelukan membuat mereka haru dan akhirnya si Vio dan Reta ikut ikutan peluk peluk, Ya siapa yang gak kenal dengan Vio dan Reta ini ia pacaran nya kayak sudah suami istri.. Mereka bertemu disaat Vio masuk kedalam Geng Dangerous..


“uwuww deh kalian”


“sarr peluk gw ” ucap gibran, membuat mereka terkekeh..


“ogah jijik gw”


Mereka menceritakan juga tentang masa lalunya yang kelam itu.. Saat si Gibran menceritakan masa lalunya membuat mereka menangis haru dan ingin memeluk gibran erat erat..


“gw anak broken home” lirih gibran.


“dulu aku selalu diperlakukan buruk oleh kedua orang tua ku. Bahkan ayahku sendiri tega memukulku sampai tidak sadarkan diri. ”


"Kasihan banget lo gib," gumam Caesar meringis.


“tapi sekarang ayah aku sudah tenang kok, dia sekarang sudah ada di tempat yang paling dekat dengan Tuhan." Gibran tersenyum. Kepalanya menunduk, menyembunyikan matanya yang mulai berkaca-kaca.


Teman teman nya jadi merasa bersalah sudah bertanya. Sampai membuat Caesar mengingat kembali seseorang di masa lalunya yang sekarang sudah pergi untuk selamanya. Ya siapa lagi kalau bukan Garra, Temen deket Caesar yang kini telah gugur, dan misi misi nya sudah selesai di dunia ini.


Caesar mendekat, memeluk gibran dan mengelus kepalanya. "Maaf, gue nggak bermaksud buat lo sedih karena mengingat ayah kamu di masa lalu lo," sesal Caesar.


Gibran memeluk Caesar dengan kuat dan pelukan nya itu ditambah dengan teman temannya. "Nggak apa-apa. Yang penting sekarang gue udah jujur sama lo soal masa lalu gue."


Caesar melepaskan pelukannya dan mengusap lembut pipi gibran. yang daritadi ia menangis menceritakan masa lalu nya itu..


“trus ibu lo kemana”


Setelah selesai, tiba tiba raden tanya ke pada Gibran membuat gibran tambah menangis..


“gimana ya bang, aku ga tau entah dimana ibuku, dari kecil aku tinggal dengan ayahku, dan ya seperti tadi ceritaku, ”


Raden memeluk gibran dengan erat “inget bran, gw anggep lo adek gw, jadi lo anggep gw kakak lo, gw ada disini sama lo, lo gausah takut.. ”


“iya bang”


Disisi lain, queensza masih bertanya ke pada devan untuk menjelaskan lagi.


"Trisha itu... cantik?"


Devan mengangguk. "Cantik, tapi karena dia judes, jadi nggak ada yang berani deketin dia. Takut di semprot kata-kata mutiara."


"Ciri-cirinya? Lo masih inget?"

__ADS_1


"Lumayan ngeblurr sih. Yang gue inget dia juga rambut pendek." Devan menyentuh rambut Queensza.


Tetapi saat ia bicara tentang Trisha tiba tiba Nino datang dari pintu belakang .


“woyy, denger kabar gak nih? ”


“apaan bro? ”


“yang tau aja ya, yang kenal Trisha.. Nah hari ini Trisha ditemukan meninggal dunia”


“astaghfirullah, ” queensza terkejut


"Dia... meninggal kenapa?" pertanyaan ini sedikit ragu untuk Queensza tanyakan. Namun, dia benar-benar penasaran.


Melihat Nino yang terdiam lama membuat Queensza menggigit bibir bawahnya. "K-kalau lo nggak mau ngasih tau juga nggak apa-apa."


"Trisha meninggal karena di bunuh." Ucap Nino membuat mereka terkejut, dan lalu mendekati Nino.


"Astaghfirullah!" queensza langsung membekap mulutnya kaget. "Di-dibunuh? K-kok bisa?"


"Setelah dilecehin beberapa orang, Trisha ditemukan sudah tidak bernyawa di pinggir sungai."


Mulut queensza mengapa tidak percaya. Kenapa kejam sekali?


"Tapi pelakunya udah di tangkap, kan?"


"Udah. Malah udah ke tangkap waktu tadi gw telpon polisi,polisi sigap langsung mencari penelitian, kasihan mana anaknya masih usia 2 tahun."


Queensza mengelus dadanya lega. "Syukurlah, tapi kasihan deh anaknya."


"Oh iya, gue boleh nggak ziarah ke makam Trisha?" tanya Queensza.


"Boleh. Nanti kita ziarah ke makam Trisha."


Queensza tersenyum.


Setelah semua mandi dan beres beres akhirnya mereka mau ke makam Trisha.. Tetapi saat mereka mau berangkat entah kenapa pintu belakang ketutup sendiri..


“heh, jangan ditutup pintu belakangnya” teriak Devan kepada teman temannya..


“bukan gw bro, gw abis antri mandi”


Devan bingung, entah kenapa pintu belakang rumah itu tertutup dengan sendirinya.. Membuat dirinya takut..


Saat devan menutup pintu dapur di sana ia kayak mendengar ada orang masak di dapur nya.. Ya kalau dibilang pintu dapurnya agak jauh dengan tempat dapurnya.


Gibran yang mendengar suara itu langsung turun, dan melihat devan yang bingung seperti ia mendengar suara itu juga, kini devan pergi dari tempat itu.. Dan kembali keatas dengan teman temannya.


“eh kalian tau gak sih, ” devan menceritakan semua yang ia dengar dibawah meskipun itu teman teman nya juga mendengar nya.. Seperti ada orang masak di dalam itu tetapi saat ia lihat tidak ada didalamnya.. Membuat Reta, Jihan, Kania, Queensza. Takut..


“devv, gw takut.. Gw mau pulang" Ucap queensza


“gausah takut, ada kita disini banyak orang”


Nino yang penasaran langsung turun dengan kian,, dan menuju ke arah dapur.. Dan teman temannya hanya menunggu di lantai 2.. Disaat Nino dan Kian mendekati Dapur.. Yapp ia mendengar suara itu.. Dan pintu itu di dobrak.. Dan tiba tiba suara histeris Kian terdengar..


“AAAAAAAAAAAAAAAAAAA”


Semua pun turun.. Saat melihat di depannya seperti arwah, bajunya yang sobek sobek, rambutnya pendek, dengan kaki yang setengah berdarah persis seperti Trisha..


“sha, jangan gangguin kita. Kita gaada salah ama kamu, jangan ganggu kita”


Tetapi tidak ada sautan dari arwah itu, arwah itu menoleh ke arah devan dan yappp.. Wajahnya yang mengerikan itu membuat Reta memukul kepalanya dengan wajan besar itu.. Dan di semprot air oleh Vio.. Meskipun itu membuat Trisha semakin marah.. Dan saat ia mendekati Devan.. Devan yang mematung itu, ga percaya jika itu Trisha.. Masa lalu nya itu..


“lo gausah dketin devan, devan itu milik queensza tau” queensza memukul pundak Trisha itu..


Semua orang yang ada disitu terkekeh pelan saat si queensza melindungi Devan..


“sampek lo deketin devan liat nih”queensza menujukan sebuah kertas yang berisi semua ilmu untuk mengusir arwah.. Membuat Trisha takut dan lalu ia pergi.. Tetapi pergi itu kembali lagi ia gentayangan di Lantai 5 tepatnya di Kamar mandi itu..


Membuat queensza membacakan ilmu nya itu.. Dan akhirnya membuat Trisha gak bisa masuk kawasan devan lagi ia hanya bisa masuk di rumah orang lain..


“awas kamu” lirih Trisha


“devv, bangun ayo kita doakan dia biar tenang ”


“iya ayo”


Cepat cepat mereka mengambil motor mereka dan mengendarai nya dengan cepat membuat Trisha mengikuti nya dari belakang.. Yang paling belakang adalah Gibran dan Caesar..

__ADS_1


Setelah sampai ia berlari mencari makam tersebut akhirnya ketemu. Dan ia duduk dengan mendoakan arwah itu tenang disana..


Setelah hampir 1 jam, akhirnya arwah itu tenang di alam sana..


“akhirnya ”


Semua beres beres dan pulang, sesampainya dirumah,.


“yok raa, gw antar kamu pulang kerumah daripada tante asih nyariin kamu terus”


“aku takut devv”


“gausah takut yaudah kalau gitu semua ini nginep dirumah mu? ”


"Oh okey”


Semua mendengar itu langsung menelan.. Dan menghembuskan nafas.. Setiap ia tidur dirumah Queensza pasti mereka tidur di sofa.. Beda lagi dengan Devan.. Devan tidur sekamar dengan Queensza..


“ehh ada kasur nya gak”


“ada 3 ”


“huuuhh”


Setelah mereka bersiap siap untuk mengantarkan Queensza kerumah, sesampainya dirumah queensza.. Ibunya - asih, sudah ada di depan menunggunya..


“lama banget sih raa, ”


“iya nih tan, tadi ngobrol bareng”


“oalaa ayuk masuk"


Devan dan teman temannya memakirkan motornya di depan rumah queensza.


Setelah memakirkan motornya.. Queensza menunggu devan didalam..


“devv, makan dulu sini”


“tan, saya sama temen temen mau nginep disini buat jagain queensza, tadi queensza takut katanya”


"Iya duduk sini”


“makasih ya tan, sudah mau menerima saya dirumah tante untuk semalam "


"Iya nak"


Semua melahap makanan yang dibuat tante asih ibunda queensza itu.. Dan tiba tiba mata gibran seperti berkaca kaca.


“kamu kenapa gib? ”


“gw gak pernah makanan buatan ibu ibu, dulu pernah dibuatin sekali tapi seterusnya udah gak pernah, ”


“yang sabar"


"Yang bener kamu nak, gak pernah gitu foto bareng gitu"


“tidak tan"


Saat mendengar itu membuat ibunda queensza menangis pelan, dan memeluk gibran.. Ya gimana lagi rasanya anak yang belum pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.. Membuat ibunda nya itu memeluk erat gibran...


Lalu temannya yang dideket nya


“gib, loh gak lelah apa? Nangis mulu daritadi.. Udah ikhlasin semuanya gitu dong”


“iya.. ”


Selesai makan mereka langsung ke sofa untuk tidur sebelum tidur tiba tiba ibunda nya queensza memberikan kasur untuk teman teman queensza..


“nih ada kasur buat kalian”


“wahhh"


Semua akhirnya tidur dengan pulas, beda lagi dengan devan ia hanya menatap wajah gadisnya itu dengan mengelus keningnya.. Dan mengucapkan sesuatu di bisikannya “gw sayang lo queensza ”


Membuat queensza yang tersadar itu memeluk devan, dan sebaliknya.


“devv tidur ”


“iya" ..

__ADS_1


Ditengah malam tiba tiba Caesar ingin ke toilet ia membangun kan gibran yang sedang tidur pulas itu..


“gibbb, bangunnn” menggoyang tubuh si gibran.. Tapi hasilnya sama aja.. Si gibran tidak bangun sekali pun..


__ADS_2