DEVANSZA

DEVANSZA
BAB 9 - ANAK AYAM


__ADS_3

Hari ini geng Dangerous SMA Garuda Bangsa memutuskan untuk bolos serempak. Mereka masih letih akibat tadi malam. Iya bolos, tapi sekarang malah berkumpul di markasnya, markas Dangerous di Jakarta.


Seperti biasa, Barca dan Lisa selalu menunjukkan kebucinannya. Lisa yang bersandar di bahu Barca, dan Barca yang terus menggombali Lisa. kania mengerjakan soal matematika Jihan dan Caesar.


Ya, Kania memang paling pintar di antara yang lain dan kerap mengerjakan tugas temannya. Gibran bernyanyi dan Rio yang pandai bermain gitar akhirnya berkolaborasi. Seperti biasa, Kalle si penyuka roti selalu memakan roti yang ia bawa.


Brak!


Seketika suasana menjadi hening ketika Kania menggebrak meja dengan kencang. Barca dan Lisa pun terkejut, Rio Gibran berhenti bernyanyi, dan Kalle berhenti mengunyah roti. kania menatap kesal ke arah Rio dan Gibran . "Lo berdua bisa diem, gak?! Gue lagi ngerjain tugas, tau!!"


"Suka-suka kita, dong! Lagian ngerjain tugas di sini!" Rio menatap Kania malas.


"Tau lo, ni!" Gibran memutar bola matanya. "Lagian kalau nongkrong tuh buat have fun, bukan buat ngerjain tugas!"


"Tau!" Barca pun ikut mencibir. Biasa, kegiatan perbucinannya terganggu.


"Udah ni, taro aja bukunya. Manfaatin bolos hari ini buat lepas dari yang namanya tugas." Sang leader pun angkat bicara. "Istirahat sebentar, karena besok kita bakal berurusan sama Bu Eni karena bolos serempak."


kania mendengus kesal. Iya pun akhirnya memasukan bukunya dan buku ke 2 temannya ke dalam tas.


"Kapan kita tawuran lagi?" tanya Gibran, salah satu anggota Dangerous juga. "Bosen, nih."


"Lo gak ada pikiran lain gitu selain tawuran? Tahun ini kan lo UN. Pikirin tuh, UN!" Lisa berucap sebal.


"Habisnya tadi malem lo gak ngajak gue buat ngehajar Brigeus juga," ucap Gibran


“biar kita murid murid Sma Internasional aja yang turun..Kalau Brigeus macem macem sama sekolah lo , sma nusa bangsa baru lo turun ” ucap devan santai


“Nah, loh.. Udah kelas 11, gib.. Fokus aja belajar, ” Barca pun menimpali


“gak asik, ahh! ”


“woyy, gue bingung nih. ” Darel , salah satu anggota Dangerous yang juga berada di sana pun berbicara. “gue lagi ada masalah”


"Masalah apa,? ”


"Gue gak sengaja nabrak ibu-ibu di depan pasar kemarin. Dia cedera parah," ucapnya. "Tu ibu punya anak. Nah masa gue disuruh jagain anaknya sampai dia sembuh."


"Ya itu resiko lo. Siapa suruh nabrak," ucap jihan sewot.


"Gue kobam kemarin. Habis begadang di rumah Gibran ."


"Ini yang gue takutin. Gue udah wanti-wanti sama kalian, jangan sampai kenal yang namanya alkohol. Jadinya tuh kayak si Regar." Ucap devan


"Bener kata lo, dev. Apalagi kita banyak musuh. Gak ada yang tau kan, kalau kita kobam musuh tiba-tiba dateng dan ngapa-ngapain kita," ucap Caesar.

__ADS_1


"Uhuyyy Caesar dapet hidayah ni!" Raden bertepuk tangan girang. "Pinter lo, sarrr”


"Ya gimana ya, gue udah kecanduan sama alkohol, Bro."


Devan menghela napasnya sambil menatap teman-temannya. "Gue sih gak larang lo semua minum, tapi kalau gini, ya tanggung sendiri akibatnya."


"Nah, tuh, betul!"


Devan yang sedang diam merasa ada getaran dari ponsel yang berada di sakunya. Devan pun membuka ponselnya. Queensza. Ada apa gadis itu mengirimkannya pesan? Senyum Devan langsung mengembang ketika membaca pesan itu.


Anak ayam:


makasih ya devv,, gw suka banget sama permen kapas enak banget..


devan terkekeh. Jadi ingat kejadian tadi pagi. Saat Devan mengantarkan Queensza pulang setelah drama tadi malam, devan memberikan permen kapas untuk Queensza . Permen itu Devan beli saat mengantarkan Queensza.


Alan tersenyum melihat nama kontak Queensza di ponselnya. Iya, Devan yang menamakannya tadi malam. Kenapa? Karena Queensza itu seperti anak ayam, merepotkan dan harus selalu dijagai. Devan pun cepat-cepat mengetikan pesan balasan untuk gadis itu.


"ACIEEEEEEEEE!!"


Devan cepat-cepat menutup ponselnya ketika mendengar suara Rio berada tepat di sampingnya. Sial, pasti dia melihat chat Queensza. "APAANSI LO, RIO?!"


"WOYY PAK KETU UDAH PUNYA PACAR!!"


Sontak perkataan Rio mengundang perhatian bagi anak-anak itu. devan hanya mendengus kesal mendengarnya. Hm, untuk kontak Queensza Devan samarkan. Jadi, Rio tidak akan tau dia siapa.


"Dev, serius? Kok lo gak cerita sih sama kita!" Kalle yang sudah selesai makan rotinya pun ikut menimpali.


"Wahhhhh, gue tebak queensza nih pasti!" Gibran tersenyum jahil sambil menunjuk-nunjuk Devan.


Devan terdiam, lalu menggeleng. "Sok tahu lo semua! Lo juga Rio! Tadi tuh bukan pacar gue!"


"Emang siapa, Yo? Kasih tau napa!" Jihan menatap Rio dengan penasaran. Bukan hanya jihan, semuanya pun sama.


"Gue gak tau. Kontaknya di samarin. Nama kontaknya, Anak ayam. Ada yang tau gak anak ayam itu siapa?"


Adam berdecak. "Ck! Ditanya malah balik nanya! Bego!"


"Nanti juga lama-lama ketauan, liatin aja." Caesar yang sedari tadi diam pun berbicara. "Sekarang bilangnya bukan pacar. Tapi kita tunggu aja waktunya,."


Tak lama selang candaan-candaan receh dari Dangerous , 3 orang bermotor sport dan berjaket Dangerous pun berhenti di depan markas mereka. Mereka membuka helmnya, 2 laki-laki, dan 1 perempuan. 3 orang memiliki rahang tegas, dan tatapan tajam. Aplalagi perempuan itu, tatapannya sangat sinis.


"Hallo, Bro!" Adam menyapa mereka dengan senyumnya.


"Duh saudara-saudara Raksa, apa kabar?" ucap laki-laki bernama Raksa itu. Raksa menyalami mereka semua, lalu langsung duduk di samping Devan.

__ADS_1


Raksa, kian , dan reta namanya. 3 orang yang baru datang. Mereka adalah senior-senior devan dan yang lain. Mereka merupakan Dangerous angkatan sebelum devan. Raksa dan kian laki-laki, dan Reta perempuan.


Raksa dan kian memiliki perawakan yang sama tingginya. Kalau Raksa berkulit putih bersih, sedangkan Kian berkulit sawo matang. Sedangkan reta, itu memiliki kulit gelap, dan rambut yang keriting, mengingat perempuan itu berasal dari tanah Papua.


"Kata adam, tadi malam Brigeus cari masalah lagi?" tanya Raksa sambil menepuk bahu Devan.


Devan hanya mengangguk.


"Kok, bisa?"


"Dia cari gara-gara sama anak Internasional , sekolah gue."


“itu pak ketu kita punya pacar katanya siswa siswa yang ada di sekolah kita ”


"Waw! Bapak ketua udah mulai kenal cinta." Kian, salah satu dari 3 orang yang baru datang tadi berbicara.


"Semangat adikya Bang Raksa, mengejar cintanya! Abang doain yang terbaik." Jangan heran, raksa memang soft boy. Meskipun sudah menjadi senior di Dangerous, hanya laki-laki itu yang bicaranya paling lemah dan lembut. Siapapun yang dekat dengan Raksa , dia tidak akan pernah merasa terabaikan, karena laki-laki itu sangat perhatian.


"Cinta? Apa itu cinta?" Devan tertawa meledek.


"Tapi, lo harus hati-hati. Cinta bisa membuat hidup lebih berwarna, tapi cinta juga bisa membuat hidup menjadi menderita." kian membuka jaketnya.


"Dramatis lo, Bang."


"Siapa yang menang berantem?" Reta , perempuan yang tadi datang bersama Kian dan Raksa pun berbicara.


"Lo tau jawabannya."


"Cih! Brigeus emang pecundang! Cuman modal bacot!"


Semuanya menatap si perempuan itu. Reta , namanya. Anggota perempuan Dangerous yang paling garang dan berpengaruh bagi Dangerous. Reta ahli bertarung, dan dia merupakan hacker negara. Reta sepantar dengan Rinjani, 26 tahun. Perempuan dari kota cendrawasih itu sangat ahli dalam urus hack meng hack.


Hebat? Ya, tidak semua perempuan lemah.


"Barca bakal gue habisi."


Devan menggeleng. "Ret, gak semua hal bisa lo lakuin dengan kekerasan. Biarin kita-kita yang nerusin kalian. Kalian fokus aja sama hidup dan pekerjaan kalian."


"Ya ya ya." Reta terlihat bodo amat dengan ucapan Devan.


"Devv, suruh Rinjani buka block Instagram gue."


Semuanya menatap kian. Tak lama, semuanya tertawa. Begitulah kian. Kian memang mempunyai rasa pada saudari Devan itu, tapi tak kunjung dapat kepastian.


"Hahahaha! Lo masih ngarepin Kakak gue?" tanya devan sambil tertawa.

__ADS_1


"Iya!" Kian terlihat lesu. "Dari jaman SMA gue ngegebet dia, tapi kaga pernah dapet! Dulu waktu sekolah, bilangnya gak mau pacaran karena mau fokus ngejar cita-cita. Sekarang udah dapet cita-citanya, gue kaga dikasih kepastian."


“bac*t bocil”


__ADS_2