Dewa Cinta

Dewa Cinta
Bab 27


__ADS_3

'A-aku benar tidak salah lihat. Pria itu, pria itu pria yang sudah meninggalkanku sewaktu aku kecil dulu.' batin Dewa.


Ayah Sakti terpaku saat melihat Dewa.


"Kau!"


Dewa menutup pintu rumahnya rapat membuat Cinta terkejut dengan sikap Dewa yang buruk.


"Apa yang kamu lakukan, Wa? Dia ayah Mas sakti." ucapnya.


"Buka pintunya!" titah Ayah Sakti sembari mengetuk pintu rumah Dewa.


"Cepat buka pintunya, Wa! Jangan membuatku malu! Kalau kamu tidak mau membuka pintu, biar aku saja yang membukanya!" ketus Cinta.


"Kita tidak perlu membuka pintu rumah kita. Dia bukan tamu kita!" ketus Dewa membuat Cinta semakin kesal.


"Dia memang bukan tamu mu, tapi dia tamu ku, Wa!"


"Tapi ini rumahku, dan aku berhak mengusir siapapun tamu yang datang!" jawab Dewa tak kalah kesal.


"Aku capek bicara denganmu. Biar aku saja yang membukanya!" titah Cinta mendorong tubuh pria di sampingnya dan membuka pintu rumah.


Krek!


Ayah Sakti berjalan masuk ke dalam rumah setelah pintu rumah terbuka.


"Kamu, kamu--"

__ADS_1


"Stop! Kita tidak saling mengenal!" ketus Dewa.


"Jaga bicaramu, Wa. Aku ini ayahmu!" pekik Ayah Sakti.


Bagai di sambar petir cinta dan Rita saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut pria paruh baya tersebut.


'Ayah? Itu artinya Mas sakti dan Dewa bersaudara?' ucapnya dalam hati yang tak percaya.


"Aku bukan anakmu. Ayahku sudah mattii!" pekik Dewa. "Sebaiknya, kau pergi dari sini. Aku tidak mengundang tamu seperti kalian." usir Dewa.


"Apa hubunganmu dengan Cinta? Kenapa kalian tinggal satu atap?" kini giliran Rita yang bicara.


"Untuk apa bertanya hal yang menurut kalian tidak penting, ha! Sebaiknya kalian pergi dari sini." ketus Dewa.


"Maaf, om dan Tante. Hubunganku dengan Dewa hanya sebatas--"


"Kita sepasang kekasih dan kita saling mencintai. Memangnya kenapa?" potong Dewa menarik pinggang cinta agar mendekat ke arahnya.


"Kita saling mencintai!" ucap Dewa, "Secepatnya kita akan menikah." sambungnya lagi.


"Semua itu tidak benar. Aku tidak mungkin menikah dengan Dewa, om!" ucap cinta.


"Jangan membuatku pusing. Sebenarnya, apa hubungan kalian!" kesal Ayah sakti.


"Kita pasangan kekasih dan sebentar lagi kita mau menikah!" jawab Dewa dengan tulus.


"Wa, apa yang kamu--" ucapan Cinta terhenti saat jari telunjuk Dewa menyentuh bibiiirnya.

__ADS_1


"Aku mencintaimu. Dan kali ini, aku bicara tulus. Sedari dulu, aku memang mencintaimu. Aku tidak perduli kamu kekasih Sakti atau lainnya, aku hanya perlu kamu tahu, kalau aku mencintaimu!"


Cinta terpaku, dirinya benar-benar syok dengan ucapan pria yang sudah dianggap sebagai sahabatnya.


"Kamu serius kan, Wa?" tanya cinta memastikan.


"Untuk apa aku bercanda? Aku sangat serius!" jawab Dewa. "Kamu mau kan menikah denganku? Akan ku pastikan, hidupmu akan jauh lebih bahagia saat kau hidup bersamaku!


"Wa, aku tidak percaya, kamu mengatakan semua itu." ucap Cinta, "Aku menganggapmu sebagai sahabat, maaf--"


"Kamu menolakku?" potong Dewa. "Kita sudah lama saling mengenal, kenapa kamu menolakku?"


"Huh, bukan begitu, biar aku jelaskan apa yang--"


"Sudah jelas dari kata-katamu, kalau kamu menolakku!"


"Dewa! Diamlah! Aku belum selesai bicara. Aku tidak mungkin menolakmu. Dulu aku menganggapmu sebagai sahabat, tapi sekarang aku mencintaimu. Aku baru sadar kalau cintaku itu kamu bukan Sakti." jawab Cinta.


Dewa tersenyum lalu memeluk erat wanita di hadapannya. "Terimakasih." ucapnya bahagia.


"Ayah merestui kalian." ucap Ayah sakti yang sekaligus ayah Dewa.


Cinta melepas pelukannya. "Terimakasih Om, tapi Mas Sakti?" tanyanya tak enak hati.


"Biar sakti urusan om dan Tante." jawab Rita.


Dewa berjalan menuju pria paruh baya dan memeluknya. "Terimakasih, Ayah!" ucapnya.

__ADS_1


Cinta terharu saat melihat pemandangan di hadapannya.


...Tamat..........


__ADS_2