Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 Bab.15 Mendapatkan Buah kristal Es


__ADS_3

Alexander menatap dengan tajam ke arah makhluk yang ada di depannya, sekilas Alexander merasa bahwa makhluk itu adalah seekor kadal, tapi setelah diperhatikan lebih detail lagi, itu sama sekali bukan kadal.


Alexander yang tidak mengetahui Makhluk apa sebenarnya itu mencoba mencari tahu dengan melakukan scan.


Saat proses scan berlangsung, Alexander tetap tenang sambil waspada dengan pergerakan monster di depannya.


DIng!


[No Data]


Alexander terkejut mengetahui bahwa monster itu tidak ada di database Tentara bayaran, ini menandakan bahwa monster di depannya adalah makhluk endemik planet ini.


“Bagus, dengan ini aku bisa mendapatkan sample monster” gumam Alexander.


Mengeluarkan Baton Sword, Alexander melompat tinggi keatas sambil menebas dahan-dahan pohon.


Monster yang mirip kadal itu memperhatikan Alexander yang menebas dahan setiap pohon dengan tatapan yang tajam, seolah waspada dengan kehadiran Alexander.


Alexander melayang dengan jetpack, kini semua dahan yang menghalangi dirinya untuk terbang dengan bebas telah disingkirkan, Alexander mengaktifkan fungsi record.


“Mari kita lihat, makhluk apa sebenarnya ini” gumam Alexander sambil menatap monster kadal.


Alexander mulai terbang mengelilingi monster yang berada di dekat pohon kristal es.


Dengan wujud seperti kadal, ukuran tubuh sebesar singa, warna kulit yang sedikit putih, mata dengan iris khas reptil, cakar yang tajam, serta ekor yang panjang memiliki duri-duri.


Setelah mendapatkan karakteristik dari kadal tersebut, Alexander mulai mempersiapkan diri untuk menguji kekuatan monster kadal.


Walaupun Alexander tidak tahu kekuatan sejati dari monster kadal seperti apa, namun karena indra rasa bahaya miliknya tidak bereaksi, hal itu menandakan bahwa monster tersebut masih bisa diatasi olehnya.


Alexander turun ke bawah sambil memegang pedang baton.


Saat Alexander turun mendekati monster kadal, monster kadal mendesis seolah memperingati untuk tidak mendekat.


Tapi Alexander mana mungkin peduli dengan hal itu, dia tetap maju ke depan bersiap untuk mengalahkan.


Monster kadal yang merasa bahwa peringatannya tidak digubris oleh Alexander menjadi marah.


Sssst!


Splash!


Monster kadal yang marah mencambukan ekornya ke arah Alexander.


Hiat!


Alexander melompat menghindar, namun jarum-jarum dari ekor monster kadal terbang ke arah dirinya.


Ding!


Ding!


Ding!

__ADS_1


Alexander dengan kondisi yang masih melayang menangkis semua jarum-jarum yang terbang ke arah dirinya.


“Lumayan, serangan kejutan ini mungkin bisa membunuh orang lain yang tidak terlatih” Angguk Alexander memuji.


Mendarat di tanah, ALexander langsung bergerak cepat ke depan seperti teleportasi.


“Void Step!”


Alexander bergerak lurus ke depan, monster kadal yang melihat Alexander menghilang tiba-tiba menjadi waspada, namun saat berikutnya dia terkejut bahwa Alexander sudah tiba di depan matanya.


“Vertical Slash!”


Alexander dengan pedang miliknya menebas langsung ke arah kepala Monster kadal.


Monster kadal tidak tinggal diam, dari kepalanya duri-duri panjang mengembang menyerupai landak.


Clang!


Tebasan Alexander gagal mengenai kepala monster kadal, dan hanya mengenai duri-duri yang melindungi kepala monster kadal.


Splash!


Monster kadal dengan cepat langsung mencambuk ekornya ke Alexander.


Alexander dengan sangat cepat segera meloncat ke atas, ditambah dengan dorongan jetpack di punggungnya, Alexander sangat mudah melompat.


Bam!


“Wow, lumayan” angguk Alexander.


Dari pertarungan ini, Alexander mengetahui bahwa senjata utama monster kadal adalah ekornya, dan dia juga memiliki perlindungan di bagian kepala berupa duri.


Alexander yang terbang berpikir bagaimana menyerang monster kadal tanpa merusak pohon Kristal Es.


Sedangkan monster kadal menatap dengan tajam ke arah Alexander, dia sangat waspada dengan Alexander, takut Alexander mengambil buah kristal es yang telah dia jaga selama ini.


“Baiklah, sepertinya aku harus serius sedikit”


Alexander yang terbang dengan Jetpack mulai menjadi serius. Mematikan alat perekam, Alexander mengambil sikap Assault.


Aether yang di dalam tubuh Alexander mulai bergerak ke seluruh tubuh dengan cepat, pedang baton Alexander muali memancarkan energi ungu kehitaman.


Setelah mencapai 2nd Circle, energi Aether milik Alexander mulai memiliki warna yang sama dengan Aether yang ada di dalam jantungnya ketika dimanifestasikan ke pedang.


“Crescent Sword Slash!”


Bayangan bulan sabit terlihat samar-samar di belakang tubuh Alexander, dan saat Alexander menebas, dia dengan sangat cepat meluncur ke arah Monster kadal.


Tidak seperti saat melakukan Void Step yang tidak ada jejak, kali ini light trail berwarna ungu kehitaman terlihat sangat jelas.


Monster kadal yang melotot tajam saat Alexander yang sudah menyerang dirinya.


Seluruh tubuh monster kadal mengembang dengan duri-duri seperti landak, seolah sedang bertahan dari serangan Alexander.

__ADS_1


Tapi ALexander tidak mundur sedikitpun, dia dengan tegas menebas monster kadal.


Slash!


Boom!


Tabrakan antara Alexander dan monster kadal terjadi, Alexander yang melesat dari langit membuat ledakan sedikit ketika dia tiba di tanah.


“Fiuh!”


Alexander sedikit lelah, kemudian melihat ke depannya.


MOnster kadal telah terbelah dua dengan rapi, namun wajah Alexander kurang puas dan merasa tertekan, pohon kristal es ternyata menerima dampak dari teknik miliknya.


“Argh! sial!” kutuk Alexander.


“Untuk menghabisi monster ini saja aku membutuhkan 70% dari energi milikku” gumam Alexander kurang puas dengan hasil pertarungan.


Dengan wajah yang masih kesal, Alexander mendekati pohon kirstal es mengabaikan mayat monster kadal.


Menatap pohon kristal es yang sebagian batangnya telah rusak akibat tebasan, Alexander kemudian mulai mengumpulkan buah Kristal Es dengan hati-hati.


“Dengan buah ini, aku bisa memulai latihan untuk memurnikan tubuh” gumam Alexander dengan senyuman di wajahnya.


Kemudian Alexander menatap mayat monster kadal yang ada di belakang.


Alexander kemudian berjalan mendekati mayat monster kadal untuk memeriksa serta mengambil sampel monster.


“Maaf kadal, di dunia yang kejam ini, hanya yang kuat berhak mendapatkan segalanya” gumam Alexander.


Alexander tidak memiliki rasa bersalah sedikitpun merebut buah kristal es dari monster kadal, karena dia tahu bahwa siapapun yang kuat, bisa melakukan apa saja.


Alexander sendiri bukanlah seorang pahlawan yang memiliki moral tinggi, dia adalah dia, yang melakukan sesuatu berdasarkan hatinya, tidak dipengaruhi oleh siapapun.


Alexander hanya melakukan sesuatu yang benar-benar yang ingin dia lakukan, termasuk balas dendam tubuh ini, walaupun ALexander tidak ingin membalas dendam, tapi obsesi yang ada di tubuh Alexander harus membuat Alexander melakukan balas dendam.


Selain hal itu diperlukan untuk membuat Alexander menjadi lebih leluasa akan tubuhnya, Alexander juga sangat membenci pengkhianatan, jadi walaupun tanpa obsesi yang tertinggal, Alexander akan tetap melaksanakan balas dendam itu.


“Apa ini!” seru Alexander sedikit terkejut.


Sebuah kristal berwarna merah dikeluarkan dari tubuh monster kadal.


“Ini mirip monster Core, tapi energi di dalamnya berbeda”


Alexander sedikit terkejut, dia tidak menyangka monster kadal memiliki benda yang mirip monster core di dalam tubuhnya.


Jika di dunia sebelumnya, monster core ini sangat berharga karena digunakan untuk Alkimia ataupun membuat senjata, namun di dunia ini Alexandra belum mengetahui fungsinya


“Kumpulkan saja, aku bisa membawa mayat ini kembali ke pesawat utama untuk diteliti”


Alexander mulai mengikat semua tubuh monster dengan tali baja tipis.


Walaupun sangat tipis, tali baja itu sangat kuat, setiap helai tali baja mampu menahan beban hingga satu ton, sedangkan monster kadal sendiri tidak sampai 300 kg beratnya menurut perkiraan Alexander.

__ADS_1


__ADS_2