Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 bab.27 Jendral Wei!


__ADS_3

Setelah melancarkan serangan penuh pertama, Kepala Cabang Ax tidak mau membuang waktu, dia segera melanjutkan serangan berikutnya.


“Tim penembak serang!”


Barisan BR yang berspesialisasi jarak jauh langsung melancarkan serangan, walaupun tidak sekuat serangan pertama, tapi serangan mereka jauh lebih kontinu.


Bang!


Bang!


Bang!


Berbagai jenis proyektil melesat tanpa halangan menuju monster hitam, setiap proyektil yang ditembakan dengan bantuan dari para BR tipe Support menjadi memiliki efek tambahan beragam.


Tim Support atau bisa juga disebut sebagai Buffer membuat Proyektil menjadi lebih kuat, dengan adanya efek penetrasi, burn, freeze dan berbagai efek lainnya, setiap proyektil memiliki tingkat kerusakan yang jauh lebih kuat dibanding tembakan biasa.


Kepala Cabang Ax yang melihat bahwa tidak ada perlawanan dari Monster hitam, membuat tanda untuk menghentikan serangan sementara.


“Tahan!” teriak Kepala Cabang Ax


Semua BR Evolver menghentikan serangan mereka.


“Ambil posisi siaga! bersiap melancarkan serangan berikutnya”


Kepal Cabang Ax tidak ingin ceroboh, walaupun dia menghentikan serangan, tapi dia tetap harus waspada akan musuh yang belum diketahui kondisinya.


Dengan mata terpaku pada lokasi Monster hitam, kepala Cabang Ax dengan sangat serius memperhatikan lokasi yang dikelilingi asap.


Perlahan-lahan kepulan asap dan debu mulai menghilang, bayangan Monster hitam tidak terlihat sama sekali, mengetahui hal ini, kepala Cabang Ax menjadi sedikit lega.


“Semoga saja monster itu mati” gumam Kepala Cabang Ax penuh harap.


Namun saat berikutnya mata Kepala Cabang Ax menegang, karena sosok monster hitam masih ada di lokasi, dengan keadaan wujud humanoid melayang di angkasa.


Di sekitar tubuh monster hitam ada seperti barrier pelindung berwarna coklat tanah.


Kepala Cabang Ax dan para tentara bayaran lainnya jatuh ke dalam kondisi terdiam.


“Serang!” Kepala Cabang Ax yang tersadar segera membuat perintah.


Seluruh tentara bayaran segera melancarkan serangan setelah diteriaki Kepala Cabag Ax.


Bang!


Bang!


Bang!


Rentetan tembakan bergema dengan sangat kuat, setiap proyektil mengarah ke Monster hitam dengan sangat cepat.


Monster hitam yang diam perlahan membuka matanya dan kemudian mengayunkan kedua tangannya ke atas.


Saat kedua tangan monster diayunkan ke atas, tanah yang berada di bawah juga ikut terangkat, sehingga membentuk tembok besar yang menghalangi setiap serangan yang mengarah ke dirinya.

__ADS_1


Boom!


Boom!


Boom!


Whuss!


Kepala Cabang Ax tidak tinggal diam melihat itu, dia bersama BR tipe jarak dekat melesat menyerang langsung.


“Jangan kasih kesempatan musuh untuk bergerak!” Teriak Kepala Cabang Ax memberi perintah.


“Tim penembak segera kumpulkan momentum, lakukan serangan gabungan, tunggu aba-aba dariku”


Kepala Cabang Ax terbang dengan sangat cepat, dari tangan kanan SRO muncul sebuah pedang yang terbuat dari materialisasi Aether.


SRO yang memiliki tinggi 15 meter ketika berhadapan dengan monster hitam terlihat sangat mencolok.


Jika sebelumnya Monster hitam dalam wujud kura-kura raksasa, semua BR akan hanya sebesar kakinya, namun dalam wujud humanoidnya, monster hitam hanya memiliki tinggi sekitar  5 meter, hal ini membuat Monster Hitam terlihat kecil dihadapan BR.


“Red Slash!”


Kepala Cabang Ax segera melancarkan serangan setelah mengumpulkan momentum ketika bergerak dengan sangat cepat.


Tebasan dengan kumpulan energi berwarna melesat maju berusaha memotong tembok tanah yang dibuat oleh Monster hitam.


Slash!


Sayangnya tebasan itu belum mampu menghancurkan tembok tanah yang dibuat monster hitam, tebasan yang dilancarkan SRO hanya membuat goresan yang sangat dalam.


Tidak hanya sampai disitu, seluruh kerusakan di tembok tanah perlahan memperbaiki diri.


Kepala Cabang Ax yang melihat ini menjadi sangat frustasi, mereka sudah menyerang dengan serangan penuh, namun hasilnya tidak ada sama sekali.


Ketika pertempuran terjadi, di lokasi pesawat milik Alisse dan Pangeran kedua, mereka menyaksikan pertempuran itu dengan yang lainnya.


Wajah mereka shock tidak percaya dengan apa yang terjadi, Terutama saat Plasma Cannon ditembakan, dan membuat monster kura-kura raksasa menjadi berubah bentuk menjadi wujud aslinya.


“Tidak mungkin!” Pangeran kedua berteriak tidak percaya.


“Monster apa ini sebenarnya, kenapa dia baik-baik saja ketika terkena serangan Plasma Cannon pesawat induk” Pangeran kedua menatap tidak percaya pada tampilan monitor.


“Fred, apa yang harus kita lakukan ? apa kita harus kembali” tanya Alisse yang sedikit takut.


“Tidak, kita tidak bisa kembali, jika aku kembali maka rencanaku akan gagal” Fred menolak usulan Alisse.


Fred yang seorang pangeran kedua tidak bisa mundur sama sekali dalam expedisi ini, karena dia memiliki rencana besar, jika dia mundur dalam expedisi ini, hal ini akan mempengaruhi rencananya di masa depan.


Fred kemudian melihat seorang pria paruh baya dengan postur gagah, mata sedikit sipit, kulit yang putih, dan memiliki rambut panjang.


“Jendral Wei, tolong pergilah bantu mereka” pinta Fred.


“Tapi pangeran, jika aku pergi siapa yang akan menjagamu ?” Balas jendral Wei sedikit tidak setuju.

__ADS_1


“Tidak usah khawatir, aku akan aman disini, pergilah bantu mereka, bahkan jika ada ancaman disini, aku bisa melakukan Hyper jump Space untuk melarikan diri” ucap Fred meyakinkan Jendral Wei.


Jendral Wei akhirnya setuju untuk membantu Kepala Cabang Ax dan para tentara bayaran.


Jendral Wei mengambil Halberd miliknya dan kemudian berjalan menuju pintu keluar.


Setelah Keluar Jendral Wei langsung menatap langit.


“Eastern Emperor Change!”


Dari Halberd milik Jendral Wei mulai muncul cahaya menyilaukan, dan bayangan virtual sebuah robot dengan tinggi 12 meter muncul.


Boom!


Akhirnya Bayangan virtual Robot menjadi nyata, BR dengan tinggi 12 meter, Halberd dengan panjang 16 meter terpegang di tangan kanan, serta BR yang diwarnai dengan warna Putih dan Emas, membuat BR milik Jendral Wei terlihat sangat mewah dan elegan.


[Sinkronisasi dimulai!]


0%


20%


50%


70%


89%


100%


[Sinkronisasi selesai]


Whuss!


Setelah proses Sinkronisasi jendral wei tidak banyak membuang waktu, dia langsung terbang menuju lokasi pertempuran.


“Evolve Enhance!”


“Dragon Form!”


Wujud BR mulai berubah bentuk, yang semula berbentuk Humanoid, kini perlahan mengambil bentuk Naga, lebih tepatnya Naga  Oriental.


Wujud Naga Eastern Emperor memiliki warna putih, panjang 20 meter, tanduk berwarna emas, mata merah, serta lima cakar yang tajam.


Saat dalam wujud Naga, kecepatan Eastern Emperor menjadi 2 kali lebih cepat daripada wujud Humanoid, ini semua berkat kemampuan evolusi Jendral Wei, yaitu kemampuan perubahan bentuk.


Sehingga BR milik Jendral Wei bisa bentuk apapun sesuai keinginan Jendral Wei.


Walaupun kemampuan itu luar biasa, tentu saja tidak mahakuasa, syarat untuk berubah bentuk, Jendral Wei terlebih dahulu harus pernah atau memiliki gen dari monster yang ingin diubah bentuk.


Sebenarnya Jendral Wei tidak benar-benar memakan Naga, tapi hanya monster seperti Naga oriental, tapi karena disesuaikan ulang oleh BR, sehingga bentuk perubahan akan sangat mirip Naga Oriental.


Jendral Wei melesat dengan sangat cepat, hanya dalam waktu 5 menit dia sudah tiba di lokasi pertempuran.

__ADS_1


Saat Jendral Wei tiba, monster hitam sudah melakukan gerakan lain.


Semua tembok yang melindungi dirinya telah menghilang dan digantikan dengan batu-batu kecil yang tidak terhitung.


__ADS_2