
Jendral Wei yang sudah sangat kelelahan menatap ke bawah dengan wajah yang sedikit pucat, walaupun dia terlihat lemah, namun dari mata Jendral Wei api perjuangan belum sama sekali padam.
“Pasti monster itu sudah mati” gumam Jendral Wei penuh harap.
Menununggu beberapa menit, Jendral Wei akhirnya bisa bernafas lega, karena Monster hitam sama sekali tidak menunjukan tanda-tanda bangkit kembali.
“Haaa….” hela Jendral Wei lega.
Whuus!
Namun saat jendral Wei merasa lega, sebuah benda merah menyala melesat ke atas dan berdiri di hadapan Jendral Wei.
Gluck!
Jendral Wei menelan ludah melihat Makhluk yang ada di depan matanya. Sinar mata Jendral Wei yang sebelumnya penuh perjuangan kini menjadi padam.
Karena Apa yang dilihat Jendral Wei adalah monster hitam, tapi yang membuat Jendral Wei lemas adalah, wujud Monster hitam yang berubah.
Monster hitam kini berwujud humanoid yang dipenuhi Magma, seolah dia telah menyerap Magma yang ada di bawah.
“Tamat sudah!” ucap Jendral Wei yang sudah pupus.
Monster hitam mengangkat satu tangannya ke atas, dan kemudian seluruh tanah mulai bergetar hebat, dari tanah yang bergetar partikel-partikel halus mulai muncul dan berkumpul di telapak tangan Monster hitam, dan kemudian berubah menjadi bola yang bercahaya.
Melihat hal ini, Jendral Wei memberi tanda pada Kepala Cabang Ax.
“Lancarkan serangan Plasma Cannon” ucap Jendral Wei memberi perintah.
Kepala Cabang Ax yang dalam kondisi membeku karena melihat perubahan monster hitam menjadi sadar setelah mendapat perintah dari Jendral Wei.
Dengan berat hati Kepala Cabang Ax mulai mengabarkan para petugas yang ada di Pesawat induk.
“Tembakan Plasma Cannon” Kepala Cabang Ax dengan berat memberi perintah.
Petugas yang mendapat perintah juga menjadi sangat berat menekan tombol peluncuran, karena Jendral Wei dan lainnya masih berada di dalam jangkauan ledakan Plasma Cannon, dan kondisi mereka semua sudah sangat rusak, dampak ledakan sudah dipastikan akan memusnakan mereka.
Namun karena sudah mendapatkan perintah, mau tidak mau mereka harus melancarkan Plasma Cannon.
Click!
Tombol peluncuran Plasma Cannon ditekan, dan seluruh sisa energi Pesawat induk mulai habis, dan fungsi pesawat menjadi padam.
BOOM!
__ADS_1
Plasma Cannon melesat dengan sangat cepat menuju Monster hitam.
Monster hitam yang mengumpulkan bola yang terbuat dari partikel-partikel halus tiba-tiba menatap ke depan dengan sangat tenang, dia melemparkan bola energi yang telah dikumpulkan.
Saat bola energi dilepaskan, ukuran bola energi menjadi semakin besar, semua lintasan yang dilalui menjadi hancur, dan pada akhirnya Bola Energi Monster hitam menghantam Plasma Cannon
BOOM!
Ledakan besar terjadi, awan jamur raksasa timbul, seluruh wilayah dalam radius 5 km hancur berantakan, setiap Tentara bayaran yang terkena dampak ledakan tercampak karena tidak tahan akan gelombang ledakan.
Jendral Wei yang sudah dalam kondisi lemah pun tidak bisa mempertahankan posisinya, dia juga ikut terhempas.
Hanya Monster hitam sendiri yang tetap berdiri tenang di udara, seolah gelombang ledakan seperti angin sepoi-sepoi.
Uhuk!
Uhuk!
Uhuk!
Jendral Wei yang tercampak kembali ke wujud manusianya setelah Eastern Emperor memakai seluruh sisa energi untuk melindungi Jendral Wei.
Tergeletak di tanah, Jendral WEi menatap Monster hitam yang masih berada di atas udara.
Dia tidak menyesal telah kalah, malah dia merasa terhormat telah kalah oleh musuh yang kuat.
“Ku harap Pangeran kedua bisa segera kabur” ucap Jendral Wei yang mengingat Fred.
Monster hitam berdiri di udara dan mulai mengangkat mengayunkan tangannya ke atas, magma merah menyala mulai muncul menjadi ribuan bola-bola.
Melihat bahwa Monster hitam telah melakukan gerakan lain, Jendral Wei menutup matanya bersiap menerima takdir kematiannya.
Di pesawat induk, saat Plasma Cannon dilepaskan untuk kedua kalinya, sehingga menyebabkan seluruh energi pesawat induk habis, hal itu membuat seluruh orang menjadi jatuh ke dalam keadaaan gugup, mereka sangat waspada dan menantikan hasil dari pertempuran yang berlangsung.
Di dalam Pesawat milik Fred dan Alisse, mereka melihat kekalahan Jendral Wei yang sangat telak, dengan wajah yang putus asa, Fred bersiap untuk pergi.
“Sialan! kenapa ada monster seperti ini di planet ini!” gerutu Fred kesal.
“Bukan hanya mengganggu rencanaku, tapi juga membuat Jendral terkuatku hilang” ucap Fred yang marah.
“Fred, ayo kita segera pergi, sebelum monster itu menyerang kesini” pinta Alisse.
“Em, ayo kita pergi” Balas Fred yang sudah memutuskan.
__ADS_1
Fred kemudian segera mengaktifkan proses lompatan agar bisa segera meninggalkan lokasi saat ini.
Zoom!
Dalam waktu singkat, Fred dan Alisse pergi meninggalkan semua orang.
Jendral Wei hanya tergeletak di tanah sambil memejamkan matanya, di dalam benaknya, semua kilas kehidupan yang telah dia lalui terputar kembali.
Namun tiba-tiba Jendral Wei merasa aneh, setelah sekian lama dia menanti, serangan Monster hitam tidak datang juga.
Merasa ada yang aneh, Jendral Wei membuka matanya dan melihat bahwa monster hitam sudah tidak ada lagi di langit.
“Kemana makhluk itu ?” gumam Jendral Wei yang heran.
Sayangnya Jendral Wei tidak bisa melakukan pemindaian, jadi dia tidak bisa memastikan dimana monster hitam berada.
Jendral Wei bangkit dengan susah payah, kemudian mencoba memanjat pohon yang tinggi berharap menemukan petunjuk Monster hitam.
Sayangnya, saat dia berhasil memanjat pohon yang tinggi, dia tidak menemukan petunjuk dimana Monster hitam berada, dia hanya melihat lokasi pertempuran yang hancur berantakan serta para tentara bayaran yang dalam kondisi tidak diketahui hidup atau mati.
…
Di dalam ruangan bawah tanah, Alexander akhirnya menyelesaikan bacaannya, dan dia akhirnya menemukan beberapa hal penting.
“Benar saja, dunia ini jauh lebih kuat jika dibanding dengan benua Magna” angguk Alexander yang sudah paham.
Dari buku-buku yang dibaca alexander, dia menemukan bukti bahwa ada Ada sosok yang disebut DEWA dan IBLIS, mereka adalah makhluk primordial, dengan kekuatan supranatural mereka, mereka bisa mengendalikan fenomena dunia.
Kemudian ALexander juga mengetahui bahwa, ada banyak DEwa dan Iblis, yang dihadapi Great Sage pada waktu itu hanyalah 2 dari sekian banyak Dewa dan Iblis.
Sedangkan Dewa dan Iblis lainnya berkelana di berbagai Dimensi, dan dari hal ini Alexander yakin bahwa Dark Demon Palace di benua Magna sebenarnya adalah Kultus yang menyembah DEWA Jahat.
“AKu tidak tahu apakah kehidupan yang sekarang adalah permainan mereka ?” pikir Alexander dengan wajah rumit.
“Namun jika itu benar, aku tidak akan tinggal diam, Great Sage saja mampu melawan mereka, aku dengan bantuan Great Sage aku harus bisa melompat keluar dari permainan mereka” ucap Alexander dengan tegas.
Alexander yakin dengan bantuan Great Sage, dia bisa mengalahkan para Dewa dan Iblis yang mencoba mempermainkannya.
Dari buku-buku yang dibaca ALexander, dia menemukan bahwa ada 4 Guardian yang diciptakan Great Sage untuk menghadapi Dewa dan iblis di masa depan.
“Selama aku bisa menemukan 4 Guardian, aku bisa memiliki modal yang cukup untuk mengalahkan para Dewa dan iblis nanti”
Tiba-tiba Ruangan bawah tanah bergetar hebat, Alexander menjadi bingung dan kemudian segera berlari keluar dari perpustakaan.
__ADS_1
Saat dia keluar dari ruangan, dia melihat sebuah sosok besar berdiri melayang.