Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 Bab.28 Kedatangan Jendral Wei


__ADS_3

Kepala Cabang Ax dan tentara bayaran lainnya merasa kewalahan kali ini, setiap kali mereka menyerang, semua serangan mereka akan selalu ditahan oleh tembok tanah, bahkan setiap kali kerusakan terjadi, tembok tanah akan segera memulihkan diri ke kondisi semula.


“Jika begini terus, kami tidak mungkin menang” Kepala Cabang Ax menjadi khawatir.


Berdiri di langit, Kepala Cabang Ax sementara menghentikan serangannya dan memperhatikan keseluruhan tembok tanah untuk mencari celah kelemahan.


Memperhatikan seluruh tembok tanah yang diserang oleh para tentara bayaran.


“Itu!”


Mata Kepala Cabang Ax akhirnya tertuju pada salah satu sudut tembok tanah, dimana Kepala Cabang Ax menemukan bahwa di sudut itu tingkat pemulihannya jauh lebih lambat dibanding di tempat lain.


“Semuanya! hentikan serangan!” ucap Kepala Cabang Ax memberi perintah.


Segera seluruh tentara bayaran mulai menghentikan serangan mereka, walaupun mereka bingung kenapa Kepala Cabang Ax memilih menghentikan serangan, mereka tetap patuh dan kembali ke posisi awal.


“Semuanya, arah serangan ke satu titik, serang dengan kekuatan penuh” Kepala Cabang Ax segera memberi perintah.


Kemudian Kepala Cabang Ax mulai membuat titik yang akan menjadi sasaran mereka.


“Tahan!” teriak Kepala Cabang membuat aba-aba.


Seluruh Tentara bayaran kemudian masuk ke dalam mode serangan jarak jauh.


“Serang titik ini dengan kekuatan penuh”


Kemudian Kepala Cabang mulai membagikan lokasi titik serangan ke seluruh Tentara bayaran.


Setelah menerima titik serangan, para tentara bayaran mulai mengunci target mereka.


Perlahan momentum yang dikumpulkan para tentara bayaran terus meningkat.


“Serang!”


Begitu suara kepala Cabang Ax jatuh, seluruh tentara bayaran segera melepaskan semua tembakan mereka.


Duar!


Duar!


Duar!


“Barbarian cannon!”


Kepala Cabang Ax tidak tinggal diam juga, dia mengumpulkan 70% energi BR miliknya untuk menembakan Barbarian Cannon.


Bola energi berwarna merah melesat maju bersamaan dengan serangan lainnya.


Boom!


Boom!


Boom!


Ledakan demi ledakan terjadi, tembok tanah yang besar perlahan hancur, namun setiap kali tembok ingin memperbaiki kerusakan, ledakan lain datang sehingga tembok terus gagal memperbaiki diri.


“Isi ulang tenaga!” ucap Kepala Cabang Ax memberi komando.

__ADS_1


Seluruh BR mulai mengisi ulang tenaga mereka dengan menyerap Aether yang ada di udara.


Sambil mengisi ulang, Kepala Cabang Ax tidak melepaskan pandangannya dari tembok tanah.


Crack!


BOOM!


AKhirnya sebuah lubang besar muncul, monster hitam yang bersembunyi di balik tembok terlihat dengan jelas.


Melihat hal ini, Kepala Cabang Ax tidak tinggal diam, dia segera mengambil tindakan.


“Barbarian Thrust!”


Tombak yang di materialisasikan dari Aether melesat dengan sangat cepat menuju monster hitam.


“Serang cepat!” ucap Kepala Cabang Ax mengingatkan.


Para tentara bayaran juga mulai menyerang setelah melihat kesempatan tersebut, mereka melancarkan serangan terkuat mereka.


Monster hitam yang melayang di langit melihat semua serangan yang mengarah ke dirinya hanya merentangkan kedua tangannya, dan menepuk kedua tangannya saat berikutnya.


Clap!


Saat kedua tangan monster hitam saling menepuk, seluruh tembok batu pecah menjadi batu-batu kecil yang tidak terhitung.


Setelah tembok tanah menjadi batu yang berjumlah sangat banyak, Monster hitam kemudian merentangkan tangannya lebar.


Saat tangan monster direntangkan, seluruh batu-batu mulai berputar dengan sangat cepat, dan tidak hanya sampai disitu saja, batu-batu mulai berotasi mengelilingi Monster hitam.


Setiap Serangan yang mengarah ke monster hitam akhirnya menabrak batu-batu yang berputar.


“bajingan! kenapa monster ini begitu sulit diatasi” kutuk Kepala Cabang Ax yang sudah frustasi.


Saat semua serangan dari pihak tentara bayaran gagal mendarat, Monster hitam mulai membuat gerakan baru.


Monster hitam menggerakan tangannya ke depan, dan saat itu terjadi, seluruh batu berterbangan mulai melesat ke arah seluruh tentara bayara.


“TIdak baik!” seru Kepala Cabang Ax.


“Pelindung!” teriak Kepala Cabang Ax.


Seluruh tentara bayaran secara serentak mulai mengaktifkan barrier pelindung mereka.


Namun sebelum serangan mengenai mereka, sebuah suara keras disertai kilatan putih muncul dari atas menuju monster hitam.


“Thousand Halberd!”


Melihat kilatan putih itu, Kepala Cabang Ax tiba-tiba teringat seorang pria.


“Jendral Wei! itu teknik milik Jendral Wei!” seru Kepala Cabang Ax.


Halberd yang di materialisasikan dari Aether menghantam setiap batu-batu yang mengarah ke arah para tentara bayaran.


Clang!


Clang!

__ADS_1


Clang!


Monster hitam mengalihkan pandangannya ke sosok putih dengan halberd di tangan kanannya.


Jendral Wei yang baru saja muncul juga memandang Monster hitam.


Mereka berdua saling tatap-tatapan tanpa ada pergerakan sama sekali, seolah saling mengamati.


 “Jendral Wei” sapa Kepala Cabang Ax.


“Em” Angguk jendral Wei tanpa mengalihkan pandangannya dari Monster hitam.


“Jika ada Jendral Wei, aku yakin monster hitam ini bisa diatasi” ucap Kepala Cabang Ax dalam hati.


Kepala Cabang tahu betul siapa jendral Wei, dia adalah salah satu orang Rank SS yang memiliki BR tingkat tinggi, dengan hadirnya Jendral Wei, tingkat kemenangan mereka dalam pertempuran ini pasti akan jauh lebih pasti.


“Kepala Cabang Ax, berikan aku dukungan dari belakang, aku akan menghadapi satu lawan satu dengan monster ini” ucap Jendral Wei meminta.


“Baik” Angguk Kepala Cabang Ax.


Kepala Cabang Ax segera mundur kebelakang, dia tahu betul bahwa dia tidak bisa ikut campur dalam pertempuran ini, jadi dia hanya bisa mundur untuk memberi dukungan.


“Semua TIm support, beri Jendral Wei Buff!” teriak Kepala Cabang Ax memberi perintah.


Kemudian Seluruh tim Support mulai memberikan penguatan kepada Jendral Wei.


“TIm Vanguard dan Penembak bersiap di posisi, ambil sikap siaga!” ucap kepala Cabang memberi perintah lainnya.


Jendral Wei yang sudah mendapatkan penguatan, merasakan kekuatan dirinya telah meningkat drastis.


“Baiklah, dengan ini bisa dimulai” gumam Jendral Wei sambil menatap Monster hitam.


Tatapan tajam Jendral Wei menjadi penuh percaya diri.


Whuss!


Jendral Wei melesat dengan sangat cepat menuju monster hitam, hanya dalam beberapa detik, jendral wei sudah berada di depan Monster hitam.


“Naga Menuju Laut!”


Jendral Wei melepaskan salah satu teknik andalannya, bayangan naga putih melesat menuju Monster hitam seolah berusaha menggigit.


Monster hitam tentu tidak tinggal diam, tubuh monster hitam memancarkan Aura yang meledak-ledak, sehingga membuat seluruh tubuhnya menjadi tertutup Aura yang memancar keluar.


Boom!


Ledakan Besar terjadi, Monster hitam mundur kebelakang sejauh 20 meter, sedangkan Jendral Wei juga mundur, namun hanya sekitar belasan meter.


“Berhasil!” seru Kepala Cabang Ax yang bersemangat.


Dari benturan pertama tadi, Kepala Cabang Ax yakin bahwa Jendral Wei berada di atas angin.


“Tim Support berikan semua kekuatan kalian pada Jendral Wei” teriak Kepala Cabang Ax.


Para Buffer terus memberikan penguatan dengan kekuatan maksimal.


“Jendral Wei, biarkan kami menyerang terlebih dahulu, kau bisa menyerang di akhir” pinta Kepala Cabang Ax.

__ADS_1


Jendral Wei mendengarkan permintaan Kepala Cabang Ax mengangguk setuju.


Jendral Wei segera pergi meninggalkan lokasi, agar Kepala Cabang Ax dan lainnya bisa menyerang dengan bebas.


__ADS_2