Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.2 Bab.3 Keluar dari pengasingan


__ADS_3

Ketika ALexander pergi melakukan pengasingan untuk menyerap Mutiara 10.000 tahun, para tentara bayaran dan seluruh orang sedang sibuk-sibuknya dalam memperbaiki kerusakan Reaktor Aether pesawat induk.


Kepala Cabang Ax kali  ini memutuskan setelah perbaikan Pesawat induk selesai, dia akan segera membawa seluruh tentara bayarannya pergi meninggalkan Planet ketujuh.


Kepala Cabang Ax tidak ingin mengambil resiko yang besar hanya demi sebuah misi.


Setelah pertempuran dengan Monster hitam, Kepala Cabang Ax sudah memutuskan untuk membawa seluruh anggotanya pergi, dan akan kembali lagi dengan perlengkapan dan persenjataan yang lebih lengkap.


Jendral Wei sendiri, setelah  pertempuran dengan monster lebih sering menghabiskan waktu menyendiri dan bersemedi.


Dalam benak Jendral Wei sendiri saat ini sama sekali tidak ada memikirkan tentang Kerajaan Axalon ataupun Pangeran kedua, karena setelah dia berhasil mencapai Rank SSS, dia akan pergi meninggalkan itu semua.


Satu bulan lagi berlalu, proses perbaikan pesawat induk telah hampir selesai, luka yang diderita para tentara bayaran sudah pulih, hanya meninggalkan kerusakan yang tidak bisa diperbaiki pada BR.


Bagaimanapun, Mekanik khusus BR tidak ada ikut bersama mereka dalam misi kali ini, jadi proses perbaikan BR tidak bisa dilakukan sama sekali.



Di Galaxy Divine, Kerajaan Axalon.


Fred duduk bersama Alisse sambil menikmati teh hangat.


“Fred, apa kau yakin semua bisa berjalan mulus ? dengan kegagalan misi waktu itu, sekarang posisimu sudah terancam” ucap Alisse dengan wajah khawatir.


“Tenang saja, semua masih berada di dalam kendaliku” ucap Fred dengan tenang.


“Pangeran Mahkota mungkin mendapatkan dukungan dari pihak World Order, tapi bukankah ada kau yang merupakan bagian dari Federasi ?” tanya Fred sambil menatap Alisse.


“Iya aku tahu soal itu ? tapi situasimu saat ini sedang tidak aman, jika kau ingin mengambil alih Kerajaan Axalon, tentu kau harus segera membuat prestasi” ucap Alisse dengan sedikit lemah.

__ADS_1


Slurp!


“Ah!”


Menyeruput teh, Fred kemudian berdiri di depan jendela.


“Kau tahu sendiri, untuk menyingkirkan Putra Mahkota tidak hanya membutuhkan Prestasi, tapi juga kepercayaan dari masyarakat” ucap Fred dengan pelan.


“Sejauh ini, aku sudah mendapatkan dukungan darimu dan Federasi, namun untuk mendapatkan dukungan masyarakat aku masih harus melakukan sesuatu yang besar, dan untuk hal itu, maka rencana selanjutnya aku membutuhkan bantuan kalian untuk membuat sedikit kekacauan” ucap Fred dengan senyuman licik di wajahnya.


“Maksudmu !?” seru Alisse dengan nada terkejut.


Fred tersenyum menatap Alisse.


Alisse yang melihat senyuman di wajah Fred segera paham bahwa rencana Fred kali ini benar-benar gila.


“Aku benar-benar tidak habis pikir kau akan melakukan hal itu” geleng Alisse tak berdaya.


“Tidak, aku hanya tidak bisa membayangkan kau akan melakukan hal sekejam itu ?” Alisse menggelengkan kepalanya.


“Kejam ? hahahaha…” Fred tertawa dengan kuat.


“Aku sangat geli mendengar perkataanmu, kau sangat hipokratis Alisse, setelah kau ikut serta dalam pembunuhan Alexander, sekarang kau bersikap kasihan ?” geleng Fred dengan wajah yang mulut melebar tipis.


Alisse yang mendengarkan perkataan Fred hanya bisa merenggut tidak bisa membalas.


“Sudahlah, kau cukup bantu aku, selama rencana ini sukses, maka Tahta kerajaan akan jatuh ke tangan ku” ucap Fred dengan mata serius.


“baiklah, aku harap semua berjalan lancar” balas Alisse sederhana.

__ADS_1


Walaupun Alisse merasa tidak setuju dengan rencana yang akan dijalankan oleh Fred, tapi Alisse hanya bisa patuh, karena mereka sudah dalam satu kapal.



Buarrr!!!


Bukit kecil tempat meledak, Alexander berdiri di udara tanpa zirah Black Tortoise.


Rambut hitam panjang dengan sedikit warna putih terurai lebar, Alexander mendarat di tanah dan melemaskan tubuh-tubuhnya.


Kretek!


Kretek!


Suara tulang Alexander terdengar sangat keras saat dia melemaskan tubuhnya.


“Ahhh…”


Dengan wajah puas, ALexander terlihat sangat nyaman.


Mengelus wajahnya, Alexander tersenyum lebar.


“Heh, sekarang sudah bisa aku melakukan perjalanan balas dendam, dengan kekuatan ku saat ini saja, aku bisa mengalahkan Tiram Raksasa dengan mudah, jika menambahkan Zirah Black Tortoise maka mengalahkan Tiram Raksasa hanya perlu satu tebasan sederhana”


Alexander dengan wajah penuh percaya diri menantikan pembalasan dendamnya dimulai.


“Tapi, sudah berapa lama waktu berlalu ?” pikir Alexander.


Selama proses penyerapan Mutiara hitam 10.000 tahun, Alexander sama sekali tidak bisa merasakan aliran waktu, dia melupakan semua hal tentang dunia, sehingga Alexander tidak bisa mengetahui waktu sudah berapa lama berlalu.

__ADS_1


“Sudahlah, aku hanya perlu pergi melihat pesawat Induk untuk melihat apa yang sudah terjadi selama aku menyerap Mutiara Hitam”


ALexander segera pergi terbang menuju Lokasi Pesawat induk berada.


__ADS_2