Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 Bab.19 Pegunungan Batu


__ADS_3

Setelah keluar dari kawah, Alexander tersenyum puas, bukan hanya tubuhnya telah menjadi lebih kuat, bahkan tanpa menggunakan Aether untuk melindungi tubuhnya, udara dingin dan panas tidak terasa sama sekali, Alexander hanya merasakan sejuk.


“Luar biasa, jika syarat latihan Transformasi dewa dan iblis tidak terlalu sulit dan khusus, maka aku sudah melatihnya dari dulu, dan jika itu berhasil maka aku pasti tidak musnah dibawah serangan itu” gumam Alexander dengan sedikit getir.


Dulu saat pertama kali mendapatkan latihan Transformasi Dewa dan Iblis, Alexander mencoba berlatih, tapi sayangnya latihan Transformasi Dewa dan Iblis hanya bisa dilatih ketika tubuh masih pada masa remaja.


Hal itulah yang membuat Alexander tidak bisa melatihnya sama sekali, namun dengan tubuhnya sekarang, Alexander jelas tidak ingin melepaskan kesempatan itu, dengan dua jenis latihan terbaik, Alexander yakin kali ini dia bisa mencapai pencapaian yang lebih tinggi dibanding kehidupan sebelumnya.


Merasakan kekuatan yang mengalir di dalam tubuhnya, Alexander mencoba meninju sebuah pohon tanpa menggunakan energi Aether sama sekali.


Boom!


Pohon yang ditinju Alexander tumbang hanya dengan sekali pukulan.


“Luar biasa!” ucap Alexander kagum.


“Pantas saja Martial King sangat sulit diatasi, pada tahap satu saja kekuatan tubuh telah menjadi 10 kali lebih kuat dibanding orang biasa”


Alexander benar-benar takjub dengan latihan Transformasi Dewa dan Iblis, hanya mengandalkan dagingnya saja, tubuh sudah mampu membuat kerusakan yang cukup parah, dan jika ditambah penggunaan teknik dan Energi Aether, Alexander tidak bisa membayangkan tingkat kerusakan yang akan dihasilkan.


“Karena sudah seperti ini, lebih baik aku mencoba mencari tahu” Pikir Alexander.


Alexander segera mencoba menggunakan teknik tinju miliknya.


“Boulder Fist!”


Boom!


Alexander meninju pohon yang ada di depannya, saat tinju Alexander menghantam pohon, kali ini pohon tumbang tidak hanya satu, tapi beberapa pohon lain yang berada di belakang juga ikut hancur.


Namun bukan itu yang membuat Alexander terkejut, karena semua pohon tumbang tidak seperti terkena hantaman tinju sama sekali, tapi seperti ditusuk oleh pedang besar.


 “Keren” ALexander tertawa kecil melihat tinjunya yang luar biasa.


Alexander paham kenapa pohon tumbang seperti tertusuk pedang, itu karena Energi Aether miliknya memiliki sifat tajam seperti pedang, sehingga ketika Teknik tinju digunakan maka akan memiliki karakteristik seperti pedang.


Setelah selesai menguji Alexander memutuskan untuk kembali melanjutkan explorasi.

__ADS_1


Alexander yang kembali melanjutkan explorasi mengecek Device miliknya untuk melihat berita terbaru.


“Sudah 6 hari aku berada di dalam kawah!” seru Alexander.


Saat mengecek pemberitahuan, Alexander melihat tanggal yang ada di Device, dan disitu Alexander mengetahui bahwa dia telah berada di dalam kawah selama 6 hari.


Mengabaikan hal itu, kemudian Alexander mengecek berita.


Selama 6 hari terakhir, pemetaan dalam radius 100 km telah selesai, dan database untuk herbal, mineral dan berbagai monster telah banyak masuk.


Bahkan telah ada database untuk monster dengan tingkat Rank S.


“Monster Endemik dengan tingkat kekuatan di Rank-S” seru ALexander sedikit terkejut.


Monster tersebut telah diberi nama dengan Wyvern berduri.


Dengan panjang tubuh 5 meter, lebar sayap 20 meter, serta kemampuan untuk meluncurkan duri-duri dari tubuhnya, membuat Wyvern berduri menjadi sangat sulit untuk dikalahkan.


Dalam proses mengalahkan Wyvern Berduri, kepala cabang Ax harus turun tangan secara langsung dengan membawa satu pleton BR dengan tingkat kekuatan setara Rank A.


Dan berita lainnya adalah, kelompok kedua tentara bayaran dari cabang lain telah tiba bersama dengan rombongan dari pihak 3 kekuatan besar.


“Aku tidak menyangka mereka datang kemari” geleng Alexander.


Selain berita penting diatas, tidak ada berita lain yang menarik Alexander.


Kemudian Alexander menyadari ada selusin panggilan tidak terjawab yang masuk ke dalam Device miliknya, setelah di cek ternyata itu adalah panggilan dari JEf.


Membaca pesan dari Jef, Alexander hanya tersenyum mengerti.


Jef selaku pemimpin Grup selalu mengecek anggota timnya, karena sehari sekali wajib ada pemberitahuan dari setiap anggota untuk memastikan mereka dalam kondisi aman, tapi dalam 6 hari terakhir Alexander tidak ada memberi akbar, tentu saja hal ini membuat Jef bertanya-tanya.


Membalas pesan Jef, dan membuat alasan yang masuk akal, Alexander kembali melanjutkan perjalanan.


Tak lama kemudian Video Call dari Jef masuk.


Menjawab panggilan Jef, ALexander langsung melihat wajah Jef dalam bentuk hologram.

__ADS_1


“Hey Gregory! darimana saja kau ?” tanya Jef langsung.


“AKu baru saja keluar dari dalam tanah, jadi selama di dalam sana sinyal sulit masuk, jadi aku tidak bisa memberi kabar” jawab secara langsung beserta alasan yang dia buat.


Mendengarkan jawaban Alexander, walaupun Jef merasa tidak yakin, tapi karena Alexander tidak kenapa-kenapa, Jef mengabaikan kecurigaannya.


“Baiklah kalau begitu, tetap beri kabar, agar aku bisa memantau situasimu” kata Jef mengingatkan.


“Em, tenang saja” balas Jef.


Setelah selesai menjawab panggilan Jef, kembali melanjutkan perjalanan.


Karena sudah peta dalam radius telah selesai, ALexander bisa melihat posisinya dari Device, sekarang dia telah mendekati arah tenggara, dan jarak dari pesawat induk sekitar 30 km.


“Dari peta ini, sepertinya ada pegunungan batu di sebelah sana” Alexander kemudian melihat ke arah Tenggara.


“Aku rasa disebelah sana ada hal yang baik” gumam Alexander.


Alexander entah kenapa merasa di sebelah tenggara ada sesuatu yang bagus, walaupun dia tidak tahu apa itu, tapi firasatnya mengatakan bahwa itu sangat penting untuknya.


Dengan menggunakan Jetpack, ALexander mulai melayang terbang menuju pegunungan batu.


Mengandalkan Pengarahan dari Device miliknya Alexander dengan mudah terbang tanpa takut kesasar.


“Dunia ini sangat luar biasa, andai saja diduniaku sebelumnya ada hal seperti ini, pasti aku bisa lebih cepat menjadi lebih kuat.


Alexander berkali-kali dibuat kagum dengan teknologi dari dunia ini, mulai dari BR, Kendaraan, Teknologi pintar, dan berbagai lainnya.


Terutama dalam misi ini, semua pemetaan secara detail dilakukan oleh Drone tanpa awak, sedangkan para tentara bayaran yang melakukan pemetaan hanya bertugas untuk melengkapi data yang mungkin tidak sama dengan aktual di lapangan.


Dengan proses itu, tingkat akurasi peta menjadi lebih dari 90% presisi, sehingga bisa membantu para tentara bayaran dalam menjalan misi lebih mudah.


Setelah terbang 5 km lebih, ALexander akhirnya melihat pegunungan yang terbuat dari batu-batu.


“Ini dia tempatnya” guma Alexander.


Alexander kemudian turun menuju kaki gunung, walaupun dia bisa terbang secara langsung menuju puncak, tapi ALexander merasa bahwa terbang secara langsung tidak akan baik.

__ADS_1


Saat Alexander turun dan mulai mendaki, mata Alexander menajam melihat ke atas.


“Ternyata ada penghuni di gunung ini” Alexander menyeringai melihat kumpulan makhluk yang bergerombol di depannya.


__ADS_2