Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 Bab.25 Perpustakaan, Situasi genting!


__ADS_3

Alexander mulai berkeliling istana dan memeriksa setiap ruang yang ada, namun kebanyakan ruangan yang ada hanyalah ruangan kosong.


Alexander terus memeriksa setiap ruangan, hingga Akhirnya dia menemukan sebuah Ruangan dengan pintu yang sangat besar.


“Ini pasti ruangan perpustakaan” gumam Alexander.


Alexander kemudian masuk ke dalam ruangan, saat dia membuka ruangan, Alexander melihat deretan buku-buku yang tersusun rapi di dalam rak-rak besar.


“Luar biasa” ucap Alexander kagum.


Mata Alexander berbinar saat berbagai macam jenis buku yang tersusun rapi.


“Dengan semua buku-buku ini, aku pasti bisa menemukan beberapa informasi penting”


Alexander mengambil  beberapa buku, dan mulai membaca.


Saat Alexander terbenam dalam tumpukan buku-buku, di permukaan para Tentara bayaran saat ini sedang mengalami kekacauan.


Pasalnya seekor monster dengan ukuran sebesar bukit kecil muncul dan mengarah ke pesawat induk.


“Kepala cabang Ax, apa yang harus kita lakukan, monster itu dalam waktu beberapa jam lagi akan tiba”


Seorang wanita cantik dengan wajah serius bertanya pada Kepala cabang Ax, wanita itu tidak lain adalah Alisse Wricwood mantan tunangan Alexander.


“Nona Alisse, tenang saja, Walaupun monster berada di rank S+, kita tidak perlu khawatir, selama dia masuk dalam jangkauan kita, Pesawat induk bisa dengan mudah mengalahkannya” kata Ax percaya diri.


Pesawat induk yang memiliki ukuran sangat besar tentu saja memiliki sistem persenjataan, sebelumnya ketika menghadapi Wyver Berduri, Pesawat induk tidak mengambil tindakan karena monster Rank S belum cukup mengancam mereka, namun monster yang ada di depan mereka saat ini jelas telah melampaui Rank S.


Di tambah pasukan tambahan yang baru tiba, membuat kekuatan mereka menjadi jauh lebih kuat.


“Ingat!jika terjadi sesuatu pada kami, kau yang akan bertanggung jawab” kata Alisse dengan wajah yang tajam.


“Em, tenang saja nona Alisse” jawab Ax yakin.


“Alisse, lebih baik kau segera mengendarai BR milikmu” ucap seorang pria yang ada di samping Alisse.


Pria itu tidak lain adalah Pangeran Kedua Axalon, tunangan Alisse yang baru.


“Baik, kalau begitu aku akan mengikutimu” jawab Alisse.


Setelah itu mereka berdua pergi meninggalkan Kepala Cabang Ax.


“Haaa…”


Kepala cabang Ax menghela nafas panjang setelah mereka berdua pergi.


“Dasar anak-anak orang kaya, enak saja mengatur kami, walaupun kami menjalankan misi yang kalian berikan, tapi bukan berarti kalian bisa seenaknya” gumam Ax dengan geram.


“Sudahlah, lebih aku mengawasi pergerakan monster itu”


Kepala cabang Ax berjalan menuju Ruang Kontrol setelah itu.


Di Ruang Kontrol saat ini, Sebuah layar monitor besar sedang menampilkan pergerakan monster yang sebesar bukit kecil.

__ADS_1


Monster bentuk kura-kura dengan kepala kadal, membuat monster tersebut menjadi sangat menyeramkan, untunganya karena ukurannya yang sangat besar, membuat pergerakannya tidak terlalu cepat.


“Berapa perkiraan monster tersebut sampai kesini ?” tanya Ax yang baru saja tiba.


“Berdasarkan kecepatanya saat ini, jika tidak ada perubahan maka dia akan sampai dalam waktu 30 menit lagi” ucap seorang petugas tentara bayaran.


Kepala cabang Ax mulai berpikir dengan wajah serius.


“Aktifkan Plasma Cannon” perintah kepala cabang Ax membuat keputusan.


Saat kepala Cabang Ax membuat keputusan tersebut, para petugas tentara bayaran yang ada di ruangan kendali terkejut.


“Tapi pak, jika kita melakukan itu, Barrier pelindung akan menghilang selama 2 jam” ucap Petugas tentara bayaran menyela.


“Benar Pak, Jika Barrier menghilang, kita tidak tahu apakah akan ada monster lain yang muncul” sambut petugas lain.


Mendengarkan protes dari bawahannya, Kepala Cabang Ax tetap pada pendiriannya.


“Kalian tidak usah khawatir akan kelanjutannya, laksanakan saja perintahku” kata Kepala cabang Ax mempertegas.


Para petugas yang sudah melihat sikap Kepala cabang Ax tidak berubah hanya bisa pasrah mengikuti Arahan.


“Perhatian semuanya, Plasma Cannon akan segera di tembakan, harap semua orang untuk berlindung”


“Penembakan akan dilaksanakan dalam waktu 1 menit”


Suara pemberitahuan segera berbunyi, semua orang yang berada di luar Pesawat induk segera berlari menuju ke dalam pesawat tempur, sedangkan yang berada jauh dari Pesawat induk hanya bisa menghindar jika mereka berada di dalam jangkauan Plasma Cannon.


Pesawat Induk mulai berubah bentuk, dai bagian depan pesawat induk, sebuah pintu besar terbuka, dan sebuah Cannon raksasa muncul.


Perlahan Barrier yang melindungi Pesawat induk mulai meredup dan perlahan menghilang.


“Kunci Target!” perintah Kepala cabang Ax.


Di ruang kontrol, semua petugas mulai melakukan prosedur peluncuran Plasma Cannon.


Energi Aether yang berada di sekitar pesawat mulai tersedot ke muncung Cannon, Cahaya biru menyilaukan mulai tampak, dan perlahan-lahan sebuah bola kecil yang terkompresi terbentuk.


“Luncurkan!” ucap Kepala Cabang Ax sambil melihat monitor.


Niuw!


Niuw!


Niuw!


Suara sirene berbunyi dan hitungan mundur mulai terdengar.


5


4


3

__ADS_1


2


1


Boom!


Peluru Plasma Cannon yang terbuat dari Aether terkompresi serta energi listrik melesat ke arah monster.


Setiap jalur yang dilalui oleh Peluru, semua musnah tanpa sisi, seolah seperti kertas yang dibakar dengan Leser.


Monster kura-kura raksasa yang melihat dari jauh bahwa ada sesuatu yang membahayakan mengarah ke dirinya mengaum dengan keras.


Groaah….!


Kemudian dari tempurung Monster kura-kura raksasa, sebuah perisai muncul disertai seluruh tanah yang disekitarnya naik membentuk menyerupai gunung.


Mata Kepala cabang Ax menajam melihat monster kura-kura yang menunjukan kekuatannya.


“Semoga saja itu bisa menghentikan monster itu” gumam Kepala cabang Penuh harap.


Boom!


Duarr!


Ledakan besar terjadi, Plasma Cannon menghantam monster kura-kura yang sudah berlindung dengan kemampuannya.


Cahaya ledakan yang disebabkan membuat semua orang yang berada di dalam pesawat induk tidak bisa melihat sama sekali.


Dalam waktu 5 menit, Akhirnya cahaya menyilaukan menghilang, dan layar monitor kembali menampilkan pemandangan lokasi Monster kura-kura.


Perlahan asap hitam menghilang dan sebuah kawah besar tercipta dari ledakan tersebut.


Namun saat berikutnya semua orang terkejut, bahwa di tengan kawah itu ada sebuah benda hitam mengkilap.


“Apa itu ?” Kepala Cabang Ax melihat benda itu dengan serius.


Tak lama kemudian, benda hitam itu bergerak, sebuah kaki dan kepala muncul dari dalam benda hitam.


Semua orang terperangah tidak percaya dengan apa yang mereka lihat, mereka yakin bahwa makhluk hitam itu adalah monster kura-kura raksasa sebelumnya.


“Sialan! itu monster kura-kura raksasa itu sebelumnya! itu wujud aslinya!” teriak Kepala Cabang Frustasi.


“Semua Team masuk mode gawat darurat!” perintah Kepala Cabang Ax buru-buru.


“Divisi BR segera meluncur dengan Kecepatan penuh! amankan musuh sesegera  mungkin!” perintah Kepala cabang Ax.


Begitu perintah itu turun, semua tentara bayaran yang di dalam pesawat induk mulai bergegas menaiki BR mereka.


“Para Evolver rank C keatas ikut aku menuju medan pertempuran! sisanya tetap bertahan di markas!”


Kepala Cabang Ax segera berlari menuju garasi tempat dia menyimpan Battle Robot miliknya.


Dalam benak Kepala Cabang Ax, pertempuran kali ini benar-benar mengerikan, karena dia tahu bahwa hanya sesuatu yang berada di Rank SS atau diatasnya yang mampu menahan Plasma Cannon.

__ADS_1


“Sialan! semoga saja tidak ada monster lain yang muncul ketika situasi ini” gumam Kepala Cabang Ax penuh harap.


__ADS_2