Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha

Dewa Pedang Di Dunia Evolver Dan Mecha
Vol.1 Bab.20 Benda Hitam misterius


__ADS_3

Mengeluarkan Baton Sword miliknya, Alexander berjalan dengan tenang menuju ke atas gunung batu.


Grrr!


Grrrrr!


Kawan monster monyet yang berada di depan Alexander menggeram marah, seolah mencoba mengusir Alexander pergi.


Alexander yang sudah sangat dekat dengan para monyet mengeluarkan alat Scan, dan langsung mulai mencoba mencari tahu jenis monster apa di depannya.


Setelah berhasil memindai bentuk monyet, Alexander akhirnya tahu bahwa monyet di depannya belum memiliki data sama sekali di Database tentara bayaran.


“Sebut saja monyet kulit batu!” gumam Alexander memberi nama.


Seperti nama yang diberikan oleh Alexander, monyet di depannya memiliki karakteristik kulit seperti batu, dengan ukuran tinggi 50 cm sampai 1 meter.


Ketika Alexander semakin mendekat, para  monyet kulit batu melempari Alexander dengan batu.


Alexander hanya tersenyum kecil melihat para monyet berkulit batu melempari dirinya dengan batu.


“Void Step!”


Alexander melakukan salah satu teknik gerakan yang paling maju miliknya, semua batu yang mengarah ke dirinya tidak ada satupun yang berhasil kena.


Alexander bergerak kiri dan kanan, setiap kali dia berpindah akan ada after mirage yang muncul, sehingga para monyet berkulit baru terkecoh dengan itu.


Perlahan Alexander semakin dekat, monyet berkulit batu yang melihat bahwa Alexander sudah sangat dekat dengan mereka menjadi sangat beringas.


Huaakkk!


Huaakkkk!


Para monyet berkulit batu mulai bergerilya menyerang Alexander, Namun Alexander tetap tenang tanpa ada khawatir sama sekali, Alexander merasa monyet berkulit batu tidak menjadi ancaman sama sekali.


Saat Alexander sudah berhasil mendarat tepat di tengah kawanan monyet berkulit batu, Alexander mulai melancarkan serangan.


“Tarian guguran kelopak plum!”


Alexander dengan indah bergerak meliuk-liuk sambil mengayunkan baton sword miliknya, dan setiap kali pedang bergerak, satu monyet berkulit batu akan mati terbelah.


Namun anehnya, monyet berkulit batu tidak menjadi agresif ketika Alexander melakukan teknik tarian guguran kelopak plum, seakan mereka mabuk akan sesuatu yang lezat.


Sing!


Menyelesaikan tariannya, semua monyet berkulit batu yang mengepung Alexander sudah mati dengan wajah yang tenang.


“Hemmmm…. Haaaa” menghirup nafas panjang dan melepasnya.

__ADS_1


Alexander tersenyum bukan karena dia mengalahkan semua monyet berkulit batu, tapi dia mencium aroma plum ada disekitarnya.


“Ternyata teknik tarian guguran kelopak plum masih bisa digunakan dengan efek yang sama”


Sepertinya namanya, Tarian guguran kelopak Plum adalah teknik yang diciptakan oleh Alexander kita melihat pohon plum berguguran, dan aroma dari plum akan timbul saat teknik digunakan.


Setiap ayunan pedang akan mengeluarkan aroma plum, bahkan ketika pada sudah sampai tahap tinggi, ketika teknik tarian guguran kelopak plum digunakan, tidak hanya menimbulkan aroma yang memabukan, bahkan akan tercipta kelopak-kelopak plum sehingga membuat gerakan semakin indah.


Mengabaikan mayat monyet berkulit batu, Alexander kembali mendaki ke atas bukit batu, namun saat dia semakin tinggi, medan elektromagnetik mulai terasa, dan semakin tinggi Alexander mendaki, maka akan semakin kuat medan elektromagnetik terasa.


“Oh! apa gunung ini mempunyai medan magnet ?” pikir Alexander.


Dengan wajah yang semakin bersemangat, Alexander mempercepat langkahnya, dan ketika semakin mendekati puncak, medan elektromagnetik benar-benar sudah mengacaukan peralatan elektronik Alexander.


Device dan gear yang menggunakan tenaga listrik menjadi kacau, bahkan tubuh Alexander seperti sedang tertarik ke atas gunung.


“Menarik” gumam Alexander.


Karena sebagian besar peralatan yang dikenakan ALexander mengandung logam, hal itu membuat Alexander menjadi mudah bergerak ke atas, pasalnya daya tarik dari puncak gunung semakin kuat ketika Alexander semakin tinggi, sehingga menarik Alexander.


Memanfaat daya tarik tersebut, Alexander semakin mempercepat langkahnya.


Tap!


Tap!


Tap!


Saat Alexander melihat ke bagian tengah gunung, Mata ALexander menajam.


“Apa itu ?”


Tatapan Alexander terfokus pada sebuah benda hitam mengkilap dengan bentuk seperti sebuah bongkahan batu, dan dari benda itulah Alexander merasakan adanya daya tarik magnet yang sangat besar.


“Apa benda itu yang mengeluarkan daya tarik elektromagnetik ?”


Alexander yang penasaran mencoba mendekati benda hitam yang ada di depan matanya.


Tapi sebelum Alexander maju ke depan, dia melepas semua gear dan device miliknya, dan hanya mengenakan suit khusus tentara bayaran.


Setelah melepas semua itu, Alexander mulai bergerak mendekati benda hitam tersebut.


Saat Alexander berhasil mendekat, dan mulai menyentuh benda tersebut dengan halus.


“Ini!!!”


Mata Alexander melebar, dan kemudian dia tersenyum.

__ADS_1


“Ini adalah metal!”


Alexander akhirnya tahu benda apa di depannya, walaupun dia tidak tahu nama aslinya, tapi benda itu merupakan metal dengan tingkat kekerasan yang lebih keras dibandingkan berlian.


“Dengan metal ini, aku bisa membuat pedang yang luar biasa, selain memiliki karakter magnet, pedang ini jauh lebih ringan dan kuat dibanding logam lainnya”


Alexander merasa hari ini adalah hari keberuntungan dirinya, selama ini dia ingin memiliki pedang miliknya sendiri, tapi karena bahan yang mahal serta sulit untuk didapatkan, Alexander tidak terlalu buru-buru untuk mendapatkan pedang.


Tapi dengan benda hitam di depannya, Alexander bisa membuat pedang miliknya sendiri, walaupun Baton Sword juga pedang, tapi itu merupakan pedan biasa, tidak mungkin bisa mendukung Alexander.


“Tapi masalahnya adalah dimana aku bisa menempa pedang ?” pikir Alexander sambil memegang dagunya.


“Selain itu, tidak mungkin aku membawa benda ini kemana-mana, selama ada ada benda ini, semua peralatanku tidak akan bisa berfungsi dengan baik”


Alexander menjadi sedikit rumit, karena efek benda hitam tersebut, Alexander menjadi kesulitan untuk bergerak, jika dia bergerak tanpa peralatannya, maka kemungkinan dirinya akan tersesat, tapi Alexander tidak ingin kehilang benda hitam itu.


Alexander merenung lama sambil menatap benda hitam tersebut.


Memegang benda hitam dengan kedua tangan, Alexander mencoba mengaliri energi Aether miliknya berharap akan terjadi sesuatu.


Saat energi Aether Alexander masuk ke dalam benda hitam tersebut, Alexander terkejut.


“Ini!”


Alexander benar-benar shock dengan penemuan baru tersebut, karena benda hitam itu yang semua berwujud pada menjadi seperti liquid.


Alexander kemudian menghentikan memasukan energi Aether ke dalam benda hitam, dan hasilnya benda hitam kembali mengeras.


“Sekali lagi!”


Alexander yang masih penasaran sekali mencoba memasukan energi Aether, tapi kali ini dia mencoba mengendalikan energi Aether miliknya.


Saat Energi Aether masuk, dan Alexander mulai mencoba mengendalikannya, Benda hitam yang sudah dalam bentuk liquid mengikuti arah bentuk yang dikendalikan Alexander.


 Alexander yang melihat hal ini menjadi sangat senang.


“Jika hal ini bisa dilakukan, maka seharusnya hal itu juga bisa” pikir Alexander.


Alexander kemudian membentuk benda hitam menyerupai pedang.


“Berhasil!” seru Alexander.


Namun Alexander kembali merenggut, karena efek elektromagnetik tidak hilang sama sekali.


“Apa yang haru kulakukan untuk mengatasi ini” gumam Alexander yang sedikit bingung.


Alexander mulai berpikir, dan mengingat-ingat berbagai hal yang mungkin bisa mengatasi masalah tersebut.

__ADS_1


__ADS_2