Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 36


__ADS_3

Saat memasuki mabil ara langung menumpakan air mata yang sempat ia tahan sedari tadi, ia tak menyangka setelah satu bulan lebih tak bertemu perlalukan keluarganya masih sama seperti dulu


Diego yang melihat kakak ipar nya menangis ia hanya diam membirkan ara menumpahkan kesedihan nya terlebih dahulu , ia masih fokus mengemudi


' kasihan sekali kamu kakak ipar , batin dirgo merasakan kasihan dengan ara yang mendaptkn perlakuan buruk dari keluarga nya


selama di perjalanan hanya suara isak tangis ara yang terdengar , tak lama mereka pun sampai di markas Black horses ara langsung berlari menuju ke kamar nya sampai nya di kamar ia menangis lagi hingga sampai tertidur


Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari dewa dan satria baru pulang dari klap malam milik bastian , dewa langsung menuju ke kamar nya sesamplai nya di kamar dewa langsung membersihkan diri , tak lama ia sudah menyelesaikan nya , ia melihat ara yang sedang tertidur sambil tengkurup


" apa gak sesek tidur seperti itu" gumam dewa yang melihat ara tidur tengkurup dan seluruh wajah nya teertutup oleh rambut nya


dewa yang merasa kasihan pun langsung membenarkan posisi tidur ara , saat ara sudah membenarkan posisi tidur ara dengan nyaman dewa malihat mata ara yang sedikit bengkak dan masih ada sisa sisa habis menangis


" dia menangis, apa keluarga nya memperlakukan nya tidak baik lagi" gumam dewa kesal sambil mengepalkan tangan nya


" aku akan membalas perbuatan kalian kepada istri ku" gumam dewa yang langsung mengambil ponsel nya dan menghubugi anak buah nya


" selamat malam tuan , ada yang bisa saya bantu"ucap anak buah dewa di seberang telfon


" bakar kediaman rusli sekarang" perintah dewa


" baik tuan " jawab anak buah dewa


 setelah itu sambungan telfon pun di putuskan oleh dewa dengan seringai licik nya


" itu balasan untuk kalian yang telah menyakiti istri ku" ucap dewa


 setelah itu dewa langsung merebahkan tubuh nya di samping ara dan membawa ara kedalam pelukan nya dan menyusul ara ke alam mimpi


 di tempat lain tepat nya di kediaman rusli , winda terbangun karena asap yang sangat banyak masuk ke dalam kamar nya


" asap' gumam nya sambil mengumpulkan nyawa nya teerlebih dahulu, setelah itu ia langsung terkejut melihat banyak nya asap di dalam kamar nya

__ADS_1


" papa!!! Bangun pa, banyak asap" teriak winda sambil menepuk nepuk lengan Rasli yang tengah tertidur pulas di samping nya


" em apa sih ma" ucap rusli tanpa membuka matanya , karena ia masih sangat mengantuk


" papa!!! Bangun!!! Rumah kita kebarakaran!!! " teriak winda lagi yang sudah beranjak dari tidur nya lalu membuka pintu kamar nya


" kebakaran" ucap Rusli yang langsung dengan cepat membuka matanya lemar lebar , ternyata benar terlihat asap sangat benyak di sekitar nya


 " selin!!! Kebekaran bangun selin " teriak winda dari depan kamar nya , ia berharap selin terbangun , ia sudah tak bisa keluar karena api sangt besar


" mama , kita keluar lewat jendela " teriak rusli sambil batuk batuk kerena asap mulai masuk kedalam saluran pernafasan nya


" tapi selin bagai mana pa" ucap winda hawatgir


" kita akan membangunkan selin lewat jendela kamar nya' ucap Rusli


Dengan teerpaksa winda pun menuruti suami nya keluar dari jendela , beruntung saja jendela kamar mereka tidak memaki terali besi


" ya pa " jawab winda yang langsung berlari ke rumah tentangga nya untuk meminta pertolongan


 sedangkan Rusli dengan susah paya nya ia membangunkan selin yang masih tertidur pulas, Ruslu berusaha medobrak jendela kamar selin , beberapa percobaan akhi nya rusli berhasil mendorak jendela kamar selin , setelah itu rusli langsung bergegas masuk untuk membangunka putri nya


" selin!!... , bangunn selin... Rumah kita kebakaran " teriak rusli sambil mengoyang goyangkan lengan selin resmi panik kamera api sudah masuk kedalam kamar selin


" em apa sih pa, selin masih ngantuk" ucap selin tanpa membuka matanya


" selin , ruamh kita kebarakan ,ayo kita harus segera keluar" ucap rusli yang masih mengiyang giyangkan lengan selin


" apa kebakaran" ucap selin yang langsung beranjak dari tidur nya


" pa ,iiiittu api" ucap selin terbantah batah saat api sudah masuk kedalam kamar nya


" ayo kita haus segera pergi dari sini" ajak Rusli

__ADS_1


selin pun bergegas untuk mengikuti Rusli untuk keluar dari kamar , namun saat hendak keluar tiba tiba ada sebuah balok kayu dengan kobaran api dari atas menimpa selin dan tepat mengenai separu wajah selin


"aaaa" teriak selin saat kayu balok jatuh menimpanya , lalu dengan gerakan refleks menepis kayu balok itu


" selin" teriak Rusli yang langsung berbalik badan saat mendengar teriakan selin


 rusli langsung bergegas masuk lagi dan membantu selin untuk keluar dari kamar itu , terlihat selin sudah menangis menahan sakit kibat terkena luka bakar di sepuh wajah nya dan bebepara bagian tubuh nya


Warga setempat langsung bergegas menolong rusli dan keluarga nya untuk memadamkan api yang melaap rumah rusli, namun semuanya sia sia saja karena api sudah hampir menghabiskan rumah rusli tanpa sisa


 rusli dan winda langsung membawa selin kerumah sakit di bantu oleh beberapa warga di sana , setelah sampai di rumah sakit selin langsung mendapatkan perawatan intensif karena luka bakar di tubuh selin cukup parah


" dokter bagai mana keadaan anak saya?" tanya Rusli dan winda bersamaan saat dokter baru keluar dari UGD


" apa anda keluarnya?" tanya dokter itu


" ya dok , saya papa nya dan ini mama nya" jawab Rusli dengan wajah cemas ya


" bagini pak, bu, luka bakar yang di tubuh pasien tidak terlalu parah , yang arah nya itu ada di bagian wajah nya , dan ada kemungkinan luka bakar di wajah pasien akan meningalkan bekas jika sudah sembuh nanti" jelas dokter itu


" apa , jadi maksud dokter anak saya akan mengalami cacat di bagian wajah nya?" tanya winda tak percaya


" ya bu , karena luka bakar nya sangat parah sekali , meski melakukan operasi pelastik pun belum tentu bisa kembali seperti semula" jawab dokter itu


Mendengar penjalasan dokter seketika membuat lutut winda manjadi lemas, winda langsung terduduk di banguku panjang di depan ruangan UGD


"apa ada cara lain agar wajah anak saya bisa kembal semula dok?" tanya rusli dengan penuh harap, ia tidak akan tega mlihat anak kesayangan nya cacat, apa lagi cacat di bagian wajah nya


" maaf pak , untuk saat ini kami belum bisa melakukan apa apa , selain menyembuhkan pasien terlebih dahulu" jawab dokter


Rsli langsung mengusap wajah nya dengan kasar , ia langsung memikirkan nasip anak kesanyangan nya itu, Rusli yakin pasti selian akan sangat sedih saat mendapati wajah cantik nya akan cacat


BERSAMBUNG.... Terimakasih sudah membaca jangan lupa like, komen dan vote nya ya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2