
" maaf menggagu tuan " ucap salah satu anak buah dewa dengan nafas tersengal sengagal menghampiri dewa dan ara sedang berpelukan di tempat latihan menembak
dewa langsung mengurai pelukan nya dengan ara , lalu menghadap kearah anak buah nya yang masih mengatur nafas nya
" ada apa?" tanya dewa
" lapor tuan, diki telah meninggal kerena bunuh diri " ucap anak buah dewa
" dia bunuh diri, bagai mana bisa?" tanya dewa penasaran , pasal nya tidak ada benda tajam di dalam sel tahanan diki
bukan hanya dewa ara pun ikut terkejut dengan mendengar kalau Diki meninggal bunuh diri
" maaf tuan, Diki telah berhasil mengambil senjata dari penjaga sel, setelah itu ia langsung menembak kepalanya sendiri dengan senjata itu" ucapnak buah dewa
" ya sudah kalau dia sudah mati, kuburkan dia dengan layak" ucap dewa , sebenar nya dewa belum ingin membunuh Diki, karena ia ingin menjadikan Diki sebagai alat untuk memancing sean keluar, namun apa lah daya Diki telah mengakhiri hidup nya sendiri
" baik tuan " jwab anak buah dewa yang langsung undur diri
baru saja anak buah yang melaporkan kalau Diki telah meninggal karna bunuh diri, ini ada lagi anak buah yang lain nya datang untuk melaporkan lagi
" maaf telah menggau tuan " ucap anak buah itu menunduk hormat
" katakan" ucap dewa dengan dingin
" lapor tuan, dokter mengatakan kalau tuan besar sudah sadar dnn beliau mencari anda" hcap anak buah dewa
" papa ku sudah sadar? " tanya dewa memastikan
" benar tuan "
" ayo mas kita jenguk papa" ajak ara sambil menarik lengan dewa
dewa pun mengguk dan berjalan tergesa gesa bersama ara menuju ruang medis tempat Bram di rawat, setelah sampai di depan ruangan medis dewa dan ara langsung bertemu dengan dokter yang baru saja memeriks keadan Bram
" dokter bagai mana keadaan papa ku? " tanya dewa
" tuan besar sudah sadar dan keadaan nya sudah mulai membaik, sebaik nya tuan segera masuk karena beliau terus mencari cari anda" ujar dokter itu
dewa langsung nyelonong masuk ke dalam begitu saja
__ADS_1
" baik dok terimakasih " ucap ara yang tersenyum ke arah dokter itu
" sama sama nona" jawab dokter itu yang juga membalas senyuman ara
setelah mengucapkan terimakasih kepada dokter ara langsung menyusul suaminya masuk ke dalam menemui mertuan nya
"papa" panggil dewa sambil berjalan mendekati Bram yang masih terbaring lemah di brankar
" dewa " ucap Bram yang terharu melihat anak nya, apa lagi saat ini dewa sudah bisa berjalan, Bram sampai meneteskan air matanya karena terharu
dewa langsung memeluk papa nya, untuk menyalurkan rasa kangen, sedih, dan bahagia bersamaan , tak lama dewa pun mengurai pelukan nya
" bagai mana keadaan papa? " tanya dewa sambil tersenyum
" papa sudah baikan, dewa kamu sudah bisa berjalan? " tanya balik Bram
" iya pa, nanti kalau papa sudah sehat aku akan menceritakan nya"
" ya papa akan menunggu hal itu, oh ya bagai mana keadaan oma mu dan tate mu? " tanya Bram yang mengingat kalau ibu dan adik nya juga terkena tembakan
dewa langsung tertunduk lemah, ia bingung harus bicara apa, jika ia bicara jujur ia takut papa nya akun kembali drop saat mengetahui kalau oma nya telah meninggal dunia
" papa, bagaimana kabar papa" ucap ara yang berjalan kearah nya, sebenernya nya ara sudah masuk ke dalam ruangan itu namun ia sengaja berdiam diri untuk memberi waktu untuk anak dan ayah untuk melepas rindu
Bram langsung beralih melihat ara yang berjalan mendekat, Bram tersenyum
" papa baik, kalau kamu bagaimana? "
" aku bik pa" jawab ara sambil tersenyum
" apa papa sudah makan ? " tanya ara
" belum "
" sebentar ara akan mengambil makanan untuk papa" ujar ara yang langsung keluar dari ruangan itu
" dewa" panggil Bram yang melihat anak nya hanya diam saja
" ya pa" jawab dewa sedikit takut, takut kalau papa nya bertanya tentang oma nya lagi
__ADS_1
" kamu tadi belum menjawab pertanyaan papa " ujar Bram menatap kearah dewa menanti jawaban dewa
dewa menghembuskan nafas nya terlebih dahulu , ayah nya ini memang sangat keras dia pasti akan terus memaksa jika ia tak menjawab pertanyaan nya
" baik lah aku akan menjawab pertanyaan papa , maafin aku pa , aku tidak bisa menyelamatkan oma " jawab dewa sedih
" apa maksud mu, bicara yang jelas dewa" tanya Bram yang belum mnegerti apa yang di bicarakan dewa
" oma telah tiada pa" uhcap dewa dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Bram
Bram langsung terdiam membisu saat mendengar apa yang di katakan oleh anak nya , ia tak menyangka kalau kejadian waktu itu mengakibatkan nyawa ibu terecinta nya melayang
" mafin aku yang tidak ada saat kejadian itu, dan maafin aku yang datang terlambat pa" ucap dewa menangis sambill menundukkan kepalanya
" jadi oma mu sudah meninggalkan kita semua?" tanya Bram memastikan , tanpa sadar air matanya mengalir begitu saja di pipi nya
dewa hanya bisa menggukkan kepalan sambil menangis
" hah.." Bram menghela nafas nya dengan kasar sambil menghapus air matanya , ini adalah ke tiga kali nya ia kehilangan orang yang ia cintai nya , yang petama papa nya, yang kedua istri nya dan yang ketiga adalah mama nya
" sini nak peluk papa mu" ucap Bram merentangkan tangan nya kepada dewa, agar ia bisa menerima semua kenyataan yang ada
Dewa pun langsung memeluk papa nya yang masih terbaing lemah, mereka berdua sama sama menangis karena merasa sangat kehilangan orang yang sangat mereka cintai
tanpa mereka sadari sedari tadi ara memperhatikan ayah dan anak itu dari balik kaca ruangan itu, ia ikut memangis dan ikut merasakan kesedihan
Tak lama Bram dan dewa pun melepaskan pelukan nya , sambil menghapus sisa sisa air mata di pipi mereka
" terus bagai mana keadaan tante mu?" tanya Bram yang juga menghawatirkan adik nya
" saat ini keadaan tente mela masih koma pa, tante nela belum menunjukkan tanda tanda akan sadar " jawab dewa
" boleh papa menjenguk nya?" tanya Bram
dewa langsung berjalan kearah sisi papa nya , di sana ada hordeng panjang pembatas antara tante nya dan papa nya, dewa langsung membuka hordeng tersebut terlihat mela tengah terbaring lemah dengan peralatan medis yang menempel di tubuh nya
" mela" ucap Bram lirih sambil meneteskan air mata nya saat melihat ke adaan adik nya , ia tak menyangka kalau orang yang di cintai dan di bela mati matian oleh sang adik bisa berbuat sekejam itu kepada adik nya dan keluarga nya
BERSAMBUNG...
__ADS_1
Termakasih telah membaca jangan lupa like, komen dan vote nya ya 🥰🥰🥰