Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 55


__ADS_3

satria langsung menghubungi Bram, ia takut kalah Bram benar benar menghancurkan markas milik Black horses, karena Bram itu orang nya nekat sama seperti dewa bos nya


" halo tuan besar" ucap satria saat sambungan telfon telah tersambung


" ternyata kau takut juga dengan ancaman ku" ujar Bram dengan gaya angkuh nya


' bagai mana tidak takut kalau nanti aku yang akan kena imbas nya' batin satria


" maafkan saya tuan besar"


" katakan dimana dewa, katanya dia mau pulang kenapa sampi sekarang kalian belum pulang juga? " tanya Bram


' aku harus jawab apa' gumam satria dalam hati merasa bingung


" jawab sat, di mana dewa, apa dia baik baik saja? " tanya Bram lagi


" huffftt" satria menghela nafas nya panjang sebelum mengatakan semua nya kepada ayah dari bos nya itu


" maaf taun besar, sebenar nya tuan dewa saat ini tengah hilang" jawab satria dengan lirih namun masih bisa di dengar oleh Bram


" hilang, apa maksud mu, bagaimana dewa bisa hilang? " tanya Bram semakin tak mengerti dan semakin menghawatirkan sang putra


satria pun mulai menceritakan semua kemudian yang sebenarnya kepada Bram tanpa ada yang tertewatkan


" jadi semua ini ulah sean? " tanya Bram mengepalkan tangan nya menahan emosi nya


" ya tuan, saat ini sean sudah di bawa ke markas oleh anak buah lain nya" jawab satria


" kenapa tidak kau bunuh saja dia? " tanya Bram penuh emosi


" aku bisa saja langsung membunuh nya tuan besar, namun untuk yang satu ini biarlah nanti tuan dewa saja yang akan memberi pelajaran yang setimpal untuk nya" jelas satria


" ya terserah kau saja, oh ya kapan kau akan melakukan pencarin untuk dewa lagi? " tanya Bram


" besok tuan besar, besok aku akan menyuruh beberapa orang untuk mencari ke dasar lautan dan sekitar bibir pantai yang tempat nya tak jauh dari tempat kejadian"

__ADS_1


" baik lah besok aku akan ikut dalam pencarian ,oh ya kalau bisa masalah ini jangan sampai ara tau, aku tidak mu membuat ara setres dan berakibat fatal pada cucu ku" ucap Bram


" baik tuan besar" jawab satria


setelah berbincang bincang membahas untuk pencarian dewa besok sambungan ponsel nya pun terputus


" kakak apa yang terjadi dengan dewa ? " tanya Mela dengan penuh kekhawatiran, karena ia sedari tadi hanya menjadi pendengar saja dan dia tak bisa mencerna apa yang mereka bicarain karena hanya suara Bram lah yang Mela dengar


" dewa mengalami kecelakaan- " belum selesai Bram menceritakan semuanya namun terpotong oleh kedatangan seseorang


" apa!! mas dewa kecelakaan" ucap ara terkejut , saat ini ara tengah berdiri tak jauh dari Mela dan Bram, ara sebenar nya ingin mengambil buah buahan di dapur namun langkah nya terhenti saat melihat Bram dan Mela sedang membahas suami nya


Bram dan Mela pun terkejut saat melihat ara berjalan mendekat ke arah nya


" a-ara kamu sedang apa di sana? " tanya Mela dengan gugup


" papa apa benar mas dewa mengalami kecelakaan? " tanya ara yang tak bisa menahan air matanya untuk keluar


" ara sayang" panggil Mela yang juga ikut menangis ia berjalan menghampiri ara dan hendak memeluk nya namun ara langsung menghindar


sedangkan Bram hanya diam tak bisa berkata apa apa , ia tak pandai untuk berbohong


" papa jawab pa" ucap ara lagi karena Bram hanya diam tak menjawab pertanyaan ara


Bram menghela nafas nya dengan kasar, mau bagai mana pun ia tak bisa menyembunyikan kebenaran ini dari ara terlalu lama


" ya dewa mengalami kecelakaan" jawab Bram sambil menundukkan kepalanya


" kak" panggil Mela yang tak menyangka kalau kakak nya akan mengatakan kepada ara


" dia berhak tau tentang suami nya Mela" ujar bram


" terus bagai mana keadaan mas dewa saat ini pa? " tanya ara dengan tubuh gemetar nya dan air matanya tak berhenti mengalir


" ara kamu yang tenang dulu ya, kamu jangan sampai stres ingat kamu saat ini sedang hamil" ucap Mela memperingatkan ara

__ADS_1


" aku mana bisa tenang tante, istri mana yang bisa tenang saat mendengar kalau suami nya kecelakaan " ucap ara kepada Mela


" ya tente tau apa yang kamu rasakan sekarang sayang, tapi kamu juga harus ingat dengan anak yang ada di dalam perut kamu, kalau kamu stres itu akan berakibat fatal kepada janjin yang kamu kandung saat ini" ujar Mela yang terus mengingat kan ara agar tenang


" Astaghfirullahalazim, maafin mama ya sayang " ucap ara sambil mengelus perut nya yang masih rata


Bram masih diam sambil meneteskan air matanya, Bram tak bisa menyembunyikan kesedihannya saat mengingat anak semata wayang nya entah masih hidup atau sudah mati


" ara" panggil Bram sambil menyangkal air matanya yang mengalir di kedua pipi nya


tanpa menjawab ara langsung melihat ke arah papa mertuanya


" apa pun yang akan papa sampaikan nanti , papa harap kamu bisa mengendalikan diri kamu demi cucu papa" ujar Bram memperingatkan ara sebelum ia menceritakan semua yang terjadi pada dewa


" InsyaAllah pa " jawab ara untuk menguatkan dirinya untuk mendengar tentang kabar suami nya


Bram pun mulai menceritakan semuanya yang satria ceritakan kepada nya tadi


ara langsung menutup mulut nya sangking terkejut nya, air matanya semakin deras mengalir di kedua pipi nya, ara sedikit oleng namun Mela segera menahan nya


" ara kamu tidak apa apa nak? " tanya Mela menghawatirkan ara yang tiba tiba oleng


" ara papa mohon jangan banyak pikiran dan stres , ingat anak kamu ara, papa yakin pasti dewa tidak menyukai kamu yang seperti ini, kamu harus kuat ara" ucap Bram menguatkan ara


" ya ra kamu itu wanita yang kuat, kamu harus tetap tegar dan jangan buat kamu stress kasihan anak mu sayang" ujar Mela yang ikut menimpali ucapan Bram


ara langsung memeluk Mela dengan erat dan ara pun menangis sejadi jadi nya untuk mengeluarkan semua kesedihan nya


" aku harus bagai mana sekarang tante, aku gak mau kehilangan mas dewa, aku gak bisa membesarkan anak ini sendirian" ucap ara di dalam pelukan mela


"ssttt kamu gak boleh bicara seperti itu, dewa itu kuat tante yakin pasti dewa akan selamat dari kecelakaan itu" ucap Mela menguatkan ara


" ya ara papa juga yakin kalau dewa pasti selamat, mungkin saat ini dia tengah terdampar di pinggir pantai" ucap Bram yang juga ikut menyemangati ara


Mela dan Bram tidak mau kalau ara akan banyak pikiran lalu menggangu anak yang ada di kandungn nya

__ADS_1


BERSAMBUNG......


Terimakasih sudah membaca jangn lupa tinggalin jejek ya dengan cara klik like komen dan vote nya , di tunggu ya terimakasih🥰🥰🥰🥰


__ADS_2