
franky langsung mengeluarkan ponsel nya dari saku jas nya untuk mencari bukti bukti kejaharan dewa
" kenapa?" tanya ara saat melihat franky mengangkat ponsel nya sambil mengoyang kan kesana kemari
" ponsel ku tidak ada sinyal , apa di sini ada wi-fi?" tanya franky
" hahahaha" bastian dan satria tertawa terbahak bahak saat mendengar franky menanyakan wi-fi
" hay , dam kalian" bentak franky kepada satria dan bastian
" hari gini ketua mafia cari wi-fi geratisan hahaha" ucap bastian yang tertawa terbahak bahak
semua orang yang ada di sana pun ikut tertawa saat mendengar celotean bastian
" kau "ucap franky kesal sambil menunjuk bastian yang masih menertawakan nya
" sudah diam" bentak ara dan semua nya pun langsung diam termasuk satria dan bastian yang tadi menertawakan franky
"jangan pada ribut gara gara wi-fi, lepasin tangan aku " ucap ara sambil mengempaskan tangan pria yang memegang nya
pria itu awal nya tak mau melepaskan tangan ara namun saat melihat ke arah bos nya yang menganggukkan kepada mereka dan mereka pun langsung melepaskan nya
" sini aku masukkan pasword wi-fi nya" ucap ara yang meminta ponsel franky
dengan ragu franky pun menyerahkan ponsel nya kepada ara, dan ara pun langsung memasukkan pasword wi-fi yang ada di markas black horses
" nih, wi-fi nya sudah tersambung" ucap ara memberikan ponsel franky kepada franky
franky mengambil ponsel nya sambil menggaruk garuk kepalanya yang tak gatal, sungguh ia saat ini sangat malu sekali meminta wi-fi gratisan
tak lama franky menunjukkan bukti foto anak buah dari black horses yang telah membuat onar dan yang telah mencelaki albert ketua organisasi dan satu lagi bukti foto anak buah dewa membuat onar dimana mana
" ini bukan suami ku" ucap ara saat melihat bukti yang franky berikan
" ya itu memang bukan dewa tapi anak buah nya" jawab franky gemas
" apa kau percaya dengan bukti ini tuan? "tanya ara kepada albert
__ADS_1
" entah lah" jawab albert
" mendengar jawaban Anda yang seperti itu, seperti nya anda tidak terlalu percaya dengan bukti bukti itu, iya kan? "tanya ara
' sungguh berani sekali dia' batin bastian kagum dengan keberanian ara
' aku tak percaya kalau nona ara seberani itu' batin satria
" ya " jawab albert sambil mengagumkan kepalanya
" kalau anda saja kurang yakin, bagai mana anda bisa langsung menghakimi seseorang sampai mau menghancurkan nya, apa anda tidak memikirkan dari dampak yang anda lakukan saat ini? " tanya ara kesal
albert menggelengkan kepala nya, ia memang tidak memikirkan apa dampak dari yang ia lakukan , bahkan tak sedikit pun terlintas di pikiran nya masalah dampak nya
" dampak nya adalah anda telah memisahkan nya dengan istri dan keluarga nya, agar keluarga nya aman dari pertempuran ini, mereka harus rela berpisah dalam waktu yang cukup lama, sampai harus menahan rindu untuk bertemu, di saat mereka ingin bertemu dan sang istri ingin memberikan kejutan kalau dirinya tengah mengandung buah hati nya, tapi mereka tak bisa bertemu karena sang suami di celakai oleh seseorang yang sangat membenci nya. sekarang coba anda bayangkan bagai mana perasaan istri nya saat ini" ucap ara panjang lebar sambil meneteskan air matanya saat mengingat kalau itu adalah kisah nya
albert dan semua orang yang da di sana hanya diam, mereka semua tak bisa membayangkan betapa hancur perasaan seorang istri yang ara ucapkan tadi
" seorang istri itu saat ini tengah hamil tanpa tau di mana suami nya, dan suami nya entah saat ini berada di mana serta dia tidak tau kalau sang istri sedang mengandung anak nya" hcap ara lagi
ara dan semua orang yang ada do sana pun menoleh kearah sumber suara
' sean' gumam mereka semua saat melihat sean yang sedang berjalan ke arah mereka dengan tertatih Ratih
" siapa kau berani bicara seperti itu? " tanya ara kepada sean
" aku sean, aku adalah korban dan saksi kunci kejahatan dewa" ujar sean sambil melihat ara dengan seksama
" jadi kau yang bernama sean? " tanya ara dengan tatapan membunuh nya
' siapa perempuan cantik ini, apa dia istri dewa' batin sean yanv mengagumi kecantikan ara
" selain jahat kau juga tuli ya" cibir ara yang kesal keren pertanyaan nya tak di jawab
" kau jangan sembarangan bicara aku tidak tuli" ujar sean tak Terima di katakan tuli oleh ara , sean mulai mendekat ke arah ara sampai jarak mereka begitu dekat
" kau cantik, jika kau mau selamat dan hidup enak tinggalkan dewa, hidup lah bersam ku, aku akan membuat kamu bagai" bisik sean di telinga ara
__ADS_1
ara langsung mendorong kuat tubuh sean sampai sean tersungkur di lantai
" awww" rintih sean saat bokong nya menghantam lantai dengan keras
" sampai mati pun aku tidak akan meninggalkan suami ku, kau tidak ada apa apa nya jika di bandingkan dengan suami ku" ucap ara dengan ketus
"kau benar cantik, dewa sangat jauh lebih unggul kalau di bandingkan dengan sean " ucap bastian menimpali
sean langsung menoleh ke arah bastian dan langsung memberikan tatapan tak suka
" kau tak usah ikut campur " ucap sean dengan sinis kepada bastin
"sudah cukup" ucap albert menggantikan perdebatan mereka semua
"sekarang aku mau tanya pada mu tuan, jadi anda lebih percaya dia dan bukti yang belum tentu benar itu? " tanya ara kepada albert
" hay nona anda tidak sopan sekali berani bertanya seperti itu kepada tuan Albert " ucap sean menegur ara
" aku tak bicara pada mu ,jadi kau diam saja "ujar ara ketus
bastian langsung tertawa dan yang lain nya pun mengulum senyum nya, sean ingin menjawab ucapan ara namun sudah di dahului oleh Albert
" ya nona aku percaya dengan apa yang di katakan oleh sean, karena dia adalah anggota dari kelompok organisasi kelompok mafia" jawab Albert
" bodoh, sungguh anda itu ketua mafia sekaligus Ketua kelompok mafia yang sangat bodoh" cibir ara
sean langsung hendak menampar pipi ara, sean sangat kesal sekali karena ara telah kurang ajar mengatakan ketua nya itu bodoh, namun sebelum tangan sean mendarat di pipi ara, dengan cepat ara menahan tangan sean dan memelintir kan nya kebelakang
" ck lemah sekali kau" ucap ara masih memelintir tangan sean kebelakang
" aaaa sakit bodoh" teriak sean kesakitan
" kau yang bodoh, bodoh karena tidak tau berterimakasih kepada seorang wanita yang telah menyayangi mu seperti anak nya sendiri" ketus ara semakin kesal
BERSAMBUNG....
Terimakasih sudah membaca ,jangan lupa tinggalin jejek ya dengan cara klik like, komen dan vote nya Terimakasih🥰🥰🥰
__ADS_1