Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 42


__ADS_3

Semua anggota organisasi mulai bingung kenapa rapat kali ini membahas tenang Black horses, apa Black horses telah membuat masalah atau telah mengusik oranganisasi, bagitu lah pertanyaan di dalam otak semua anggota organisasi


" memang ya kenapa dengan Black horses tuan" tanya salah satu anggota organisasi mewakili semua organisasi


" pertanyaan yang bagus " ucap Albart tersenyum , setelah itu Albart mulai menceritakan kejelekan Black hoses tentu nya sesuai dengan apa yang sean katakan kepada nya, dan Albar juga mengatakan tentang kejadian beberapa bulan yang lalu yang menimpa diri nya , dan albart langsung menyalahkan Black horses


' tidak ,aku yakin kalau dewa melakukan seperti apa yang di katakan tuan Albart, aku yakin seratus persen kalau semua ini kerna ulah sean , aku harus memberi tahu dewa setelah rapat ini' batin deva yang menatap tajam ke arah sean


rapat pun selesai delapan puluh persen anggota organisasi mafia setuju jika Black horses di hancurkan


sedangkan Deva menolak, namun ia tak bisa bersih keras untuk menolak nya, Deva takut kalau anggota yang lain nya tau kalau dia adalah sahabat dari ketua Black horses yang mesterius itu, Deva langsung mengirim pesan kepada dewa tentang rapat hari ini


di tempat lain dewa sedang mengajak papa nya berjalan jalan di sekitaran markas Black horses, dewa telah menceritakan semua tentang dirinya kepada papa nya, awal nya papa nya sangat terkejut dan marah namun setelah mendengar penjelasan dari ara dan dewa papa nya pun mulai mengerti


" apa semua orang yang sedang latihan itu anak buah mu dewa? " tanya bran yang melihat anak buah sedang latihan


" ya pa, ini belum separuh nya" jawab dewa


" apa! belum separuh nya, memang nya ada berapa anak buah mu itu? " tanya bran terkejut pasal nya anak buah dewa yang sedang latihan itu mencapai Dia ribu orang dan itu masih belum seoenuhnya


" semua anak buah ku ada seratus ribu orang pa, tapi kalau yang di negara ini hanya ada sepuluh ribu saja pa" jawab dewa santai


"kau punya anak buah sebanyak itu bagai mana cara mengaji nya? " tanya bran bingung dn tercengang saat mendengar jumah seluruh anak buah dewa


" aku mengaji mereka dengan uang yang mereka hasil kan sendiri seperti hasil penjualan senjata api dan saat menjadi sewaan bodyguard , serta ada juga bantuan dari pemerintah setempat untuk anak buah ku yang ada di negara ini atau pun di negara negara lain" jawab dewa


" apa semua itu cukup untuk membiayai keperluan meraka dan mengajih mereka semua? " tanya Bram semakin bingung bagai mana bisa mengajih dan mengungkapkan semua kebutuhan seratus ribu anak buah dengan hasil menjual senjata dan sewa menjadi bodyguard saja pikir bram


" ya gak lah papa, maka dari itu di setiap negara tempat markas anak buah ku aku mendirikan sebuah perusahaan yang akan di pimpin oleh orang kepercayaan ku" jawab dewa

__ADS_1


" jadi perusahaan mu bukan hanya satu? " tanya Bram terkejut


" ya pa, perusahaan ku ada di enam negara, dan di sana lah ada markas dan anak buah ku berada" jawab dewa sambil tersenyum dengan keterkejutan papa nya


" jangan bilang kalau perusahaan mu yang ada di luar negeri menjadi perusahaan terbesar di sana? "tanya Bram semakin penasaran


" hehehe papa tau aja, sudah lah pa jangan bahas masalah perusahaan terus pusing kepala ku" ujar dewa mengalihkan pembicaraan


saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba ponsel dewa bergetar pertanda ada yang mengirim pesan untuk nya


" Deva, mau apa dia mengirim pesan segala" gumam nya mbil mengerutkan dahi nya heran, karena tak biasanya sahabat satu nya itu mengirin pesan seperti ini


" ada aa dewa? " tanya Bram


" tidak da pa, ini teman ku tumben sekali dia mengirim pesan seperti ini, bisanya langsung menelfon atau langsung bertemu" jawab dewa


" buka saja siapa tau penting" ujar Bram


" dewa aku harap kamu mulai sekarang harus berhati hati, kami baru saja mengadakan rapat untuk memusnahkan Black horses, karena sean telah mempengaruhi tuan Albart untuk memusuhi black horses dan telah menuduh kalau black horses yang telah mencelakai tuan Albart waktu itu" isi pesan Deva


' kurang ajar kau sean, aku melepaskan mu agar kau bisa bertaubat, namun bukan nya bertaubat kau malah semakin menjadi jadi, baik lah aku akan melawan kalian semua' batin dewa sambil mengepalkan tangan nya dengan kuat menahan emosi nya


" ada apa dewa, apa ada sesuatu terjadi? " tanya Bram


" benar pa, ada sesuatu terjadi" ucap dewa yang langsung meceritakan isi pesan dari sahabat nya itu


" terus kalau sudah seperti ini kita harus apa dewa?" tanya bram panik


" papa tenang aja, aku tidak akan membiarkan papa dan yang lain nya terluka, aku akan mengungsikan kalian terlebih dahulu ketempat yang aman, setelah keadaan membaik aku akan menjemput kalian lagi" ujar dewa

__ADS_1


" terus kau bagai mana dewa? " tanya Bram khawatir


" papa tenang aja tk akan terjadi apa ap kepada ku percaya lah" ucap dewa menyakinkan bram


setelah membujuk papa nya agar percaya pada nya dan menyakinkan papa nya kalau ia akan bik naik saja, dewa langsung menuju ke kamar nya untuk memberitahukan hal ini kepada ara, rencana nya dewa akan mengungsikan ara, papa nya dan tente nya


" tidak mas, aku tidak bisa meninggalkan kamu di sini sendirian " tolak ara


" sayang percaya lah kepada ku, aku akan baik baik saja , aku melakukan semua ini demi kebaikan kita bersama sayang, aku mohon mengerti lah, aku tidak mau terjadi apa apa kepada kalian " ucap dewa sambil memeluk ara dari belakang dengan tatapan memohon


" apa papa sudah setuju dengan keputusan mu? " tanya ara


" ya papa sudah menyetujui nya sayang " jawab dewa


ara langsung memutar tubuh ny menghadap ke arah dewa, lalu memandang mata hanzel sang suami


" baik lah kalau ini semua demi kebaikan kita bersama, aku akan menyetujui nya" jawab ara


dewa langsung memeluk ara dengan erat lalu mengecup kening ara


" terimakasih sudah menegrti sayang, aku akan mempersiapkan keberangkatan kalian malam ini juga " ucap dewa sambil tersenyum, meski dalam hari nya sangat berat untuk berpisah dengan sang istri


" malam ini, apa tidak terlalu cepat mas? " tanya ara


" semakin cepat semakin bagus sayang karena aku tidak tau kapan mereka akan menyerang markas ini" jawab dewa


" baik lah, tapi aku meminta kepada mu jangan biarkan dirimu terluka" ucap ara dengan tatapan serius


BERSABUNG....

__ADS_1


Terimakasih telah membaca jangan lupa tingal kan jejak ya dengan cara like, komen dan vote nya ya🥰🥰🥰🥰


__ADS_2