
Setelah semua orang yang ada di rumah tau tentang kehamilan ara , kini ara ingin menghubungi suami nya dan menanyakan kapan ia dan yang lain nya bisa pulang lagi ke kota
" halo assalamualaikum sayang" ucap dewa di seberang telfon , saat sambungan telfo nya sudah terhubung
'"walaikumsalam mas, mas lagi apa?" tanya ara sambil senyum senyum sendiri
" mas lagi ngecek laporan anak perusahaan yang ada di kota B " jawab dewa
" lagi sibuk ya mas?" tanya ara
" gak kok sayang , ini juga udah selesai" jawab dewa berbohong padahal ia belem menyelesaikan memeriksa laporan nya , dewa sengaja menghentikan pekerjaan nya demi sang istri
" beneran ?" tanya ara memastikan
" beneran sayang " jawab dewa menyakinkan ara
" em... Aku boleh tanya gak mas"ucap ara ragu ragu
"mau tanya apa sayang"
" keadaan di sana bagai mana mas, apa sudah membaik?" tanya ara
" ke adaan di sini sudah membaik , memang nya kenapa sayang?" tanya dewa yang bingung karena ara tiba tiba menanyakan keadaan sekarang, apa istri nya bosan di sana dan meminta untuk pulang pikir dewa
" em... Aku pengen pulang mas" ujar ara ragu ragu takut dewa belum mengizinkan nya untuk pulang
Tu kan tebakan nya benar kalau istri nya menginginkan pulang pikir dewa
" udah kangen sama mas ya?" goda dewa sambil tersenyum
Ara tak menjawab , ia hanya tersenyum malu saat mendengar pertanyaan suami ny akalau diri nya merindukan suami nya dan ucapan itu benar ada nya kalau dirinya sangat merindukan sang suami
" sayang jawab dong , kamu merindukan aku kan?" tanya dewa lagi masih dengan senyuman manis nya
" hem" jawab ara dengan deheman sambil senyum senyum sendiri
" apa ,kamu jawab apa sayang?" tanya dewa pura pura tak mendengar
" ya aku kengen mas" jawab ara tersenyum malu malu
__ADS_1
" benarkan , kalau benar pulang lah sayang , mas juga sangat merindukan kamu" ucap dewa yang mengizinkan ara untuk pulang , toh keadaan sudah membaik dan tak ada lagi pergerakan dari musuh musuh nya pikir dewa
" benarkah mas?" tanya ara memastikan , ara senang sekali kalau benar ia dan yang lain nya sudah boleh pulang ke kota
" ya sayang , tapi maaf mas gak bisa jemput kamu , mas ada kerjaan di kota B yang tidak bisa di tinggalkan" ucap dewa
"ya tak apa mas , nanti aku akan pulang dengan yang lain nya" ujar ara senang akhir nya ia bisa kembali lagi ke kota bertemu dengan suami nya dan memberikan sebuah kejutan untuk suami nya itu
" ya sayang "
" ya udah kalau begitu aku akan memberi tahukan hal ini kepada papa dan tente mela , mereka pasti senang karena bisa kembali lagi ke kota"
" ya sayang , beritahukan lah mereka " ujar dewa tersenyum bahagia
" ok mas, mas yang semangat ya kerja nya, kami akan segera pulang dan kita akan segera bertemu" ucap ara senang
" ya sayang , aku menati mu untuk pulang" jawab dewa
" assalamu'alaikum" ucap ara sebelum memutuskan sambungan telfon nya
" wa'alaikumsalam sayang" jawab dewa
Sedangkan dewa hanya mengeleng gelengkan kepalanya saja saat sambungan telfon nya langsung di tutup oleh sang istri
" apa sangking gak sabar nya dia ingin pulang" gumam dewa sambil tersenyum
Setelelah selesai bertelfonan dengan sang istri dewa kembali lagi menyelesaikan mengecek laporan anak perusahaan nya di kota B
" satria" teriak dewa memanggil satria
satria yang mendengar nama nya di panggil oleh bos nya pun langsung bergegas ke ruangan bos nya, ya itu ruangan keja yang ada di dalam markas
" permisi tuan , apa anda memanggil saya?" tanya satria menunduk hormat saat sudah berada di hadapan dewa
" siapkan helikopter sekarang, kita akan langsung datang ke anak perusahaan yang ada di kota B hari ini juga" printah dewa
" baik tuan , kalau begitu saya permisi untuk menyiapak semua nya" jawab satria yang langsung bergegas pergi dari ruangan dewa untuk menyiapkan semua keberangkatan mereka ke kota B
Setelah siap semua dewa yang di dampingi satria pun langsung meluncur ke kota B untuk menangani masalah di anak perusahaan nya yang ada di kota B, tak butuh waktu lama meraka pun kini sudah berada di kota B
__ADS_1
" kau suruh semua staff berkumpul di ruangan rapat dalam waktu sepuluh menit, kalau ada yang terlambat segera pecat dia tanpa ada pesangon dan gajih bulan ini" perintah dewa kepada satria yang berjalan meniringi nya
" baik tuan " jawab satria yang langsung mengirimkan pesan untuk semua staff untuk menghadiri rapat dalam waktu sepuluh menit, dan satria juga memberitahu kalau ada yang terlambat maka akan langsung di pecat tanpa uang pesangon dan tanpa gajih
dewa dan satria berjalan menuju ke ruang rapat berada , ia mengabaikan keryawan yang menunduk hormat dan membarikan salam kepada nya
saat sudah berada di ruangan rapat , ternyata di sana sudah banyak staff yang sudah hadir di ruangan rapat itu, terlihat mereka semua sedang mengatur nafas nya yang ngos ngosan kerena berlari menuju ke ruangan rapat
" dua menit lagi, apa semua nya sudah ada di ruangan rapat ini?" tanya dewa yang kini sudah berdiri di hadapan semua staff
" sudah tuan " jawab satria
" baik lah kita mulai rapat ini , perhatikan dan dengarkan baik baik " ucap dewa dengan dingin nya
Brrak....
Dewa membanting laporan anak perusahaan nya ke atas meja dengan keras , sangking keras nya membuat para staff dan satria terkejut , mereka semua hanya mengelus dada masing masing tanpa ada yang berani berkomentar
" baca data laporan yang ada di hapan kalian " perintah dewa , semua nya pun langsung melihat kertas yang sudah ada di hadapan mereka dan membaca nya dengan teliti
" mana staff keuangan ?" tanya dewa
" sa-saya tuan " jawab salah satu staff menunjukkan tangan nya lalu berdiri dari dduk nya
" anda bisa menjelaskan data keuangan ini?" tanya dewa sambil mengambil lagi data keuangan yang sempat ia banting tadi
Staff keuangan itu hanya menunduk diam dan melirik ke arah direktur pemasaran yang berada tak jauh dari dirnya
" jawab" bentak dewa yang suara nya mengelegas di ruangan rapat itu
" ma-maaf kan sa-yya tuan " ucap staff keuangan itu dengan terbatah batah kerena takut
" aku tak menyuruh mu meminta maaf , aku meminta mu menjelaskan semua data keuangan ini" ucap dewa dengan suara tegas dan lantang nya , sehingga membuat semua orang yang melihat nya langsung ketakutan
Saff keuangan itu semakin ketakutan , ia sampai tak bisa mengeluarkan kata katanya sangking takut nya dengan bos nya itu
BERSAMBUNG....
Terimakasih telah membaca ,jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara klik like , komen dan vote nya ya, terimakasih🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1