
di pagi hari nya dewa terbangun terlebih dahulu dari ara , dewa langsung melihat ara yang kini berada di dalam pelukan nya , ia tersenyum saat mengingat kegiatan panas mereka semalam
"terimkasih sayang kau telah menjaga mahkota mu untuk ku" ucap dewa dengan lirih lalu mengecup kening ara
Ara tak merasa terusik dengan dewa yang mencium kening nya , ara sangat nyeyak tidur nya karena ia kelelahan semalaman meladeni hasrat suami nya yang begitu luar biasa
lama dewa memandangi wajah cantik ara , setelah itu dewa beranjak dari tidur nya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya , setelah membersihkan diri dewa kangsung mengenakan pakaian santai nya , lalu keluar dari kamar untuk melihat ke adaan papa nya dan sekalian mengambilkan sarapan untuk sang istri
" papa sudah bangun?" tanya dewa yang baru masuk ke ruangan medis
Bram yang tengah duduk bersandar di tempat tidur pun menoleh ke arah dewa
" ya papa sudah bagun dari tadi" jawab baram
"bagai mana keadaan papa?" tanya dewa yang kini duduk di kursi samping tempat tidur sang ayah
" papa sudah mulai membaik, oh ya bagai mana nasip perusahaan kita?" tanya Bram yang menghawatirkan nasip perusahaan nya
Dewa mendengus kesal dengan keadaan sakit masih saja papa nya itu memikirkan perusahaan
" papa tak perlu memikirkan perusahaan untuk saat ini yang harus papa pikirkan saat ini adalah kesehatan papa" ujap dewa tak suka
" ya papa tau , tapi papa kan hanya takut perusahaan keluarga kita itu sampai gulung tikar atau di rebut oleh sean "
'"hal itu tidak akan terjadi pa , karna sekarang ada Dewantara grup yang selalu menopang perusahaan papa , jadi perusahaan papa tidak akan bangkrut atau di ambil alih oleh orang lain" jawab dewa
" dewantara grup, apa aku tidak salah dengar Dewantara grup mau menopang perusahaan papa" tanya Bram memastikan , pasal nya ia ingat sekali saat dirinya mengajukan kerja sama dengan perusahaan Dewantara grup dan di tolak mentah mentah , terus sekarang bagai mana bisa Dewantara grup mau menopang perusahaan nya pikir Bram
__ADS_1
" ya pa , jadi papa tenang saja tidak perlu memikirkan tentang perusahaan lagi " ujar dewa tersenyum geli melihat ekspresi terkejut dan kebingungan papa nya
" apa kamu yang mengajukan kerja sama dengan dewantra grup ?" tanya abram penasaran
belum sempat dewa menjawab tiba tiba pintu di ketuk seseorang dari luar
Tok... Tok....
" masuk' ucap dewa menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu
pintu terbuka masuk lah satria dengan membawa beberapa berkas di tangan nya untuk di tanda tangani oleh dewa
" permisi tuan , ini ada berkas yang harus anda tanda tangani" ucap satria berjalan mendakat ke arah dewa yang sedang duduk di samping tempat tidur bram
Bran yang melihat satria langsung terkejut, ia ingat betul kalau satria adaah asisten dari Dewantara grup yang waktu itu ia marah marahi karena telah menolah kerja sama dengan perusahaan nya , kepada orang ini ada di sini pikir Bram
" kau , bukan nya kau itu asisten Dewantara grup, buat apa kau ke sini ?" tanya Bram dengan penuh selidik
" maaf tuan , kedatangan saya kesini untuk menemui bos saya , karena ada beberapa berkas penting yang harus ia tanda tangani" ucap satria dengan sopan
" bos mu?, siapa bos mu ?" tanya Bram penasaran
" bos saya adalah tuan Dewa Alaska pemilik perusahaan Dewantara grup" jawab satria
" apa!!! Dewa pemilik perusahaan Dewantara graup?" tnaya Bram seolah tak percaya
Dewa hanya tersenyum melihat ke terkejutan ayah nya , ia jadi teringat saat papa nya marah maah tak jelas saat kerja sama nya di tolak
__ADS_1
" ya tuan " jawab satria
Bram langsung menatap ke arah dewa yang tengah tersenyum
" dewa apa benar kau pemilik prusahaan Dewantara grup?" tanya Bram memastikan kepada dewa
" ya pa , perusahaan Dewantara grup milik ku " jawab dewa
" bagai mana bisa?" tanya Bram yang masih seolah tak percaya , sebab setau nya anak nya ini jarang pergi dari mansoin dan dewa juga tak terlalu mengenal dunia bisnis , terus sekarang mempunyai perusahaan yang sangat besar , sangking besar nya sama dengan perusahaan keluarga nya
" ya bisa lah pa, meski aku tidak mengambil jurusan bisnis saat kuliah , namun aku sedari sma sudah belajar mengenai soal bisnis pa , aku juga sering meminjam buku bisnis di ruangan kerja papa tanpa sepengetahuan papa, dari sana lah aku belajar , dan aku juga belajar memalui online tenteng bisnis , sampai akhir nya aku terejun ke dunia mafia " ucap dewa menjada ucapan nya
" apa!!mafia , jadi kamu ikut anggota mafia?" tanya Bram sangat terkejut
" ya pa , aku terjun ke dunia mafia saat aku kuliah dulu, setelah itu aku mendirikan sendiri kelompok mafia yang bernama Black horses"
" jadi, kau ketua mafia Black horses?" tanya Bram terkejut lagi
" ya pa , aku mendirikan kelompok mafia itu sebener nya untuk melindungi keluarga kita yang bisa kapan saja di serang oleh rekan bisnis yang tidak menyukai keluarga kita , tapi aku gagal melindungi kalian saat kalian di bantai oleh sean " ucap dewa sedih
Bram menghela nafas nya dengan kasar , bagai mana ia selama ini tidak tau apa saja yang di lakukan oleh anak nya ini, apa sangkng sibuk nya dia sampai tak memperhatikan anak nya
" sudah lah dewa jangan menyalahkan dirimu sendiri , papa yakin kamu pasti sudah melakukan hal terbaik untuk keluarga kita , lanjutkan cerita mu nak papa masih penasaran " ucap Bram menepuk nepuk bahu anak nya
" setelah aku membangun mafia , aku mulai merakit senjata api lalu aku jual awal nya sih secara legal , namun tak lama aku segera mresmikan nya , dan aku di minta membantu aparat kepolisian untuk menangkap buronan kelas kakap dan aku juga menyewakan kan para anak buah ku untuk menjadi bodyguard para pejabat dan para pemilik perusahaan yang terancam oleh musuh musuh mereka . Setelah itu aku mendengar ada sebuah perusahaan Sanjaya grup di jual ,dan aku langsung membeli nya dan mengubah nama nya dengan Dewantara grup , bagit lah pa jalan ceritanya sampai aku bisa memiliki Dewantara Graup '"ucap dewa mejelaskan tentang peerjalanan nya sampai bisa memiliki perusasahaan dewantara Grup
" hah.. Maafin papa ya nak , papa selama ini telah mengabaikan mu sampai kau berdiri sendiri dengan kaki mu tanpa batuan dari papa arau pun keluarga " ucap Bram merasa bersalah kerana telah mengabaikan anak nya selama ini
__ADS_1
" BERSAMBUNG.....
Terimakasih elah membaca , jangan lupa like, komen dan vote nya ya 🥰🥰🥰