
Anggota organisasi semakin banyak berkurang, sudah berbagai cara yang meraka lakukan untuk menghncurkan markas Black horses namun hasil nya sia sia , karena dewa telah mempersiapkan semuanya dengan sempurna
' sial kalau begini organisasi mafia pasti kalah oleh black horses' batin sean yang sudah merasakan kalau anak buah angggota organisasi dudah banyak yang tewas
' harus dengan cara apa lagi aku untuk masuk kedalam markas black horses' gumam Albart dari dalam hati
" bagai mana ini tuan , anak buah kita sudah bayak yang mati , apa kita masih akan terus melanjutkan pertempura ini?" tanya surya ketua mafia macan kumbang yang ikut di organisasi mafia
" ya tuan ,kalau kita terus memaksa kita akan lebih banyak kehilangan para anak buah kita" ujar bimo yang juga ketua mafia Black Ross yang juga anggota organisasi mafia
'" ya kalian ada benar nya juga sebaik nya kita harus mundur , kaliini aku mengakui kalau ke kuatan Black horses sangat lah kuat , tak bisa dimusnahkan begitu saja " ucap Albart yang mengakui ke kuatan dari Black horses
" suruh anak buah kita mundur, kita akan melaukan penyerangan lagi nanti" ucap Albart kepada angota organisasi mafia
Setelah mendapatkan perintah dari ketua organisasi untuk mundur mereka semua langsung mundur dan lalu pergi meninggalkan markas black horses
dewa pun bernafas lega saat semua organisasi mulai mundur dan pergi meninggalkan markas nya
" tuan seperti nya mereka telah mudur" ucap satria kepada dewa
" ya kau benar , tapi kita jangan senang dulu, mereka bisa menyerang kita kapan saja , jadi jangan lengah dalam penjagaan" ucap dewa yang langsung berjalan ke arah anak buah nya yang terluka
" segera bantu teman teman kalian ke ruanggan medis , obati luka luka mereka " perintah dewa kepada anak buah yang tidak terluka
" baik tuan " jawab anak buah dewa dengan serentak
setelah itu dewa langsung berjalan menuju ke kamar nya , ia ingin beristirahat dan mengabari kepada isrtri dan papa nya kalau ia baik baik saja dan pertempuran nya telah selesai
" hallo mas" suara lembut ara di seberang telfon
" hallo sayang , bagai mana keadaan mu?" tanya dewa sambil tersenyum senang saat mendengar suara sang istri
" aku baik baik saja mas, kalau mas bagai mana , apa pertempuran nya sudah selesai?" tanya ara
" aku baik baik saja sayang , ya pertempuran nya sudah selesai , namun keadaan saat ini belum setabil sayang jadi aku belum bisa menjemput mu" ujar dewa
__ADS_1
" ya tak apa mas , nanti saat keadaan di sana sudah mulai membaik maka jemput lah aku" ujar ara merasa lega saat mendengar suami nya baik baik saja
" siap sayang , oh ya bagai mana keadaan papa dan tente mela?"
" papa baik baik saja , dan tente mela juga sudah sadar , saat ini papa sedang mengajak tante mela untuk jalan jalan di sekitar rumah "
" syukur lah kalau begitu , oh ya sayang sudah dulu ya aku mau beristirahat dulu, aku sangat lelah "
" ya mas , istirahat lah "
tak lama panggilan nya pun terputus dan dewa langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri , setelah itu ia langsung beristirahat
satu minggu beralu semenjal kejadian penyerangan markas Black horses, dewa selalu berada di markas nya dan selalu menyiapkan kalau ada serangan kedua dari organisai
Dddttt... Ddtttt...
Suara ponsel dewa bergetar pertenda ada yang menelfo nya
" hem , ada apa?" tanya dewa dengan has bangun tidur nya , ya dewa baru saja bangun tidur
" hem" jawab dewa malas
" bangun lah , aku dan bastian sudah meunggu mu di klap milik bastian " ucap deva
" aku malas keluar" jawab dewa
" ayo lah dewa , kami ingin mendengar cerita mu tentang penyerangan anggota organisasi waktu itu" ujar deva
" baik lah aku akan segera kesana " ujar dewa menyetujui nya dan langsung memutus sambungan telfon nya secera sepihak
Dewa langsung beregas turun dari ranjang lalu beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri terlebih dahulu sebelum pergi menemui para sahabat nya
Setelah selesai mandi dan mengenakan pakaian nya , dewa langsug pergi keluar dari markas nya dengan mengunakan mobil kesayangan nya untuk menuju ke klap malam milik bastian
tanpa dewa sardari kalau ada seseorang yang sedang mengintai markas dewa dari kejauhan , orang itu memang sengaja mengintai dari jauh untuk melihat siapa saja yang keluar masuk masuk dari markas itu, dan mencari tau siapa ketua dari black horses , orang itu teerus mengikuti dewa dari jarak yang cukup jauh , agar dewa tak menyadari nya
__ADS_1
Sesampai nya di klep malam mili bastian , dewa langsung masuk kedalam nya
" Dewa Alaska" ucap seseorang yang mengikuti dewa tadi saat melihat dewa turun dari mobil dan masuk kedalam klap malam
" apa Dewa Alaska lah pemimpin Black horse" gumam orang yang mengikuti dewa
" benar atau tidak nya aku harus melaporkan ini kepada tuan Albart" ujat orang itu yang langsung memberitahu tentang informasi yang ia dapatkan
di dalam klap malam milik bastian , dewa langsung menghampiri deva dan bastian yang sedang duduk menunggu dirinya dengan di dampingi para perempuan sexsi yang berjongkok di bawah mereka berdua , kedua perempuan itu tengah asik memainkan junior deva dan bastian tanpa ada rasa malu sedikit pun
" ck, menjijikan " ucap dewa saat sudah di hadapan deva dan bastian
" aaaahhhh" seru bastian yang menyemburkan lahar panas kepada wanita yang sedang berjongkok di hadapan nya saat ia telah mencapai pelepasan, perempuan itu pun langsung membersihkan semburan lahar daro bastian dengan mengunakan tisu
" pergi lah , ini bayaran untuk mu" ucap basrian yang meleparkan sebuah cek kepada wanita itu , wanita itu pun langsung mengambil cek itu lalu pergi
" apa kalian menyuruh ku datang kesini hanya untuk melihat kegiatan kalian " ucap dewa dengan kesal
" hehe sorry bro , babis nya kau lama sekali" jawab bastias sambi mengancingkna kembali celana nya
"aaahhh" kini gilira deva yang menyemburkan halar panas nya ke wanita yang ada di hadapan nya
" sungguh menjijikan sekali kilan ini" ketus dewa
" apa kau ma mencoba nya , kalau kau mau aku akan memanggilkan satu wanita untuk mu" ucap bastian menawari dewa
" ya , kau sudah satu minggu tak ganti oli kerena istri mu sedang kau ungsikan " ujar deva
bastian dan deva pun tertawa mengejek dewa yang saat ini tengah jauh dari istri nya
" sialan kalian , aku akan menyuruh isrti ku segera pulang " jawab dewa dengan ketus , ia juga pria dewasa yang normal pasti lah juga ingin merasakan apa yang ia lihat barusan , namun ia tak mau dengan wanita lain , ia hanya mau melakukan hal itu dengan sang istri saja
BERSAMBUNG....
Teimakasih telah membaca janga lupa tingalin jejak ya dengan cara klik like , komen dan vote nya ya 🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1