
rasa bahagia dan terharu sampi tanpa sadar ara meneteskan air matanya saat melihat hasil tes kehamilan yang baru saja ia pakai menunjuk kan hasil dua garis merah yang sangat terang
" aku hamil" hcap ara sambil menangis memegangi perut nya, ara menangis bahagia saat ada sebuah nyawa yang hidup di dalam rahim nya
Tok... Tok...
Mela mengetuk pintu kamar mandi, ia merasa khawatir karena ara tak kunjung kelurahan dari kamar mandi
" ara apa kau baik bik saja sayang? " tanya Mela di depan pintu kamar mandi dengan khawatir sebab ara sudah dua puluh menit tak kunjung keluar dari kamar mandi
krek...
pintu kamar mandi terbuka terlihat ara yang keluar dengan buliran air mata yang mengalir di pipi nya, Mela yang melihat ara menangis langsung memeluk ara
" jangan sedih ya sayang, tante yakin nanti pasti kamu hamil, kamu dan dewa kan baru saja menikah kalian masih banyak waktu" ucap Mela sambil mengelus bahu ara, Mela berpikir kalau hasil tes kehamilan ara itu negatif maka dari itu Mela mencoba untuk menenangkan ara
" tente ngomong apa sih? " tanya ara yang langsung melepaskan pelukan Mela setelah itu menghapus air mata yang mengalir di pipi nya
" hasil nya negatif kan? , sudah jangan sedih kalian masih banyak waktu untuk membuat nya positif " ucap Mela yang hendak memeluk ara kembali
namun ara langsung menepis tangan Mela secara halus
" siap bilang hasil nya negatif hasil nya positif tan" ujar ara sambil memperlihatkan hasil tes kehamilan yang ia coba tadi
" kamu positif hamil? " tanya Mela yang langsung merebut hasil tes kehamilan yang ada di tangan ara dan melihat nya, terlihat ada dua garis merah di tes kehamilan itu
" aaaa kamu hamil ara" teriak Mela gembira dan langsung memeluk ara dengan erat nya sangking bahagia nya saat mengetahui ara tengah hamil
" tente sakit, meluk nya jangan kenceng kenceng" protes ara di dalam pelukan Mela
Mela langsung melepas pelukan nya saat mendengar kalau ara merasakan sakit
" duh maafin tante ya ra , tante sangking seneng nya sampek gak sadar meluk kamu dengan erat nya" ucap Mela merasa bersalah
__ADS_1
"udah gak papa tente, aku tau kalau tante gak sengaja" ucap ara sambil tersenyum
"sekali lagi maafin tante ya"
" iya tente, sudah lah jangan minta maaf terus, oh ya tente ara boleh minta tolong gak" ucap ara
" kamu mau apa ra, sebutin aja pasti nanti tente bakalan nuruti apa mau kamu" tanya Mela antisias, Mela pikir ara akan mengalami ngidam seperti wanita hamil pada umumnya
" em.. aku minta tente jangan kasih tau dulu kepada mas dewa, tentang kehamilan aku" pinta ara
" loh emang nya kenapa, dewa berhak tau kalau kamu hamil anak nya? " tanya Mela bingung dengan permintaan ara
' apa permintaan ara ini juga termasuk ngidam nya' batin melay dalam hati
" bukan aku gak mau ngasih tau tentang kehamilan aku kepada mas dewa ten, tapi aku cuma pengen ngasih tau nya henti saat kamu ketemu, karena aku mau lihat ekspresi terkejut sekaligus bahagia nya mas dewa saat tau aku sedang hamil anak nya" ara menjelaskan maksud nya
" oh seperti itu, baik lah tante tidak akan memberitahu dewa tentang kehamilan mu, tapi bagai mana dengan mertua mu dan Diego mereka pasti akan memberi tahu dewa"
" tente tenang aja nanti aku yang akan bicara sama papa dan Diego, mereka pasti akan mau menuruti permintaan ku" ucap ara yakin
" kalian sedang membicarakan apa, kenapa seperti serius sekali? " tany Bram yang masuk ke kamar ara, karena pintu kamar ara terbuka maka nya Bram berani masuk kedalam kamar ara
ara dan Mela pun langsung menoleh ke arah Bram yang baru masuk ke kamar ara dan berjalan mendekat kearah mereka
" papa, papa sudah pulang? " tanya ara
" ya papa sudah pulang, oh ya tadi ada buah mangga dari warga, kalau kamu mau ada di bawah " ucap Bram
" mangga, wah tau aja kalau aku lagi pengen makan mangga" uca ara antusias saat mendengar ada buah mangga
" pergi lah kebawah ,minta bik surti untuk mengupaskan nya" ujar Bram
" baik lah pa, oh ya aku mau memberi papa kejutan " ucap ara sambil tersenyum ke arah Bram
__ADS_1
" kejutan, kejutan apa? " tanya Bram penasaran
sedangkan Mela sedari tadi hanya menjadi pendengar senyum senyum sendiri
ara tersenyum lalu melirik ke arah Mela yang sedang berdiri di samping nya
" kejutan apa sih ra, jangan buat papa penasaran ? " tany Bram yang makin penasaran saar ara melirik ke arah Mela
" ara hamil, sebentar lagi kakak akan menjadi seorang kakek" Mela yang menjawab nya sambil tersenyum
" apa!! kakak ipar hamil" terik Diego yang baru masuk ke kamar ara dan mendengar ucapan Mela yang mengatakan kalau ara hamil
" benarkah itu ara, kamu hamil nak? " tanya Bram memastikan , mata Bram sudah berkaca kaca saat mendengar kabar kalau anak menantu nya itu tengah mengandung cucu
" ya pa, aku hamil anak mas dewa" jawab ara sambil tersenyum
" aaaa berarti aku mau jadi paman dong" teriak Diego langsung berlari ke arah ara, dia ingin memeluk ara namun langsung di di tarik oleh Bram dan tanpa sengaja Diego malah memeluk Bram bukan ara
" jangan peluk peluk mantu ku, kamu bukan muhrim nya" ucap Bram dalam pelukan Diego
" iiiww kenapa paman yang memeluk ku" pekik Diego yang langsung buru buru melepas pelukan nya dari Bram
" kau yang memeluk ku, kenapa jadi kau yang marah" ketua Bram
" paman yang menarik tangan ku makanya aku langsung memeluk paman " ujar Diego yang juga ikut kesal
" hay , kalau kau tak ku tarik pasti kau sudah memeluk ara , kau itu bukan muhrim nya jadi tidak boleh kau memeluk nya" ucap Bram sambil menatap tajam ke arah Diego
" kan aku gak sadar paman, aku sangking senang nya jadi mau langsung peluk kakak ipar" jawab Diego tersenyum sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal
ara dan Mela yang mendengarkan perdebatan antara Bram dan Diego pun langsung tertawa, Diego dan Bram memang suka sekali berdebat mereka tak pernah melewatkan waktu tanpa berdebat, namun mereka terbilang sangat akrab satu sama lain, meski suka saling berdebat
BERSAMBUNG....
__ADS_1
Terimakasih sudah membaca jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara klik like, komen dan vote nya ya terimakasih 🥰🥰🥰🥰🥰