
dor... dor....
ara terus melayangkan tembakan nya ke arah anak buah organisasi mafia, sambil sesekali ia mengawasi diego dan juga sambil melihat ke arah orang-orang yang turun dari pesawat itu
bastian dan para nak buah nya pun turun dari pesawat itu sambil melayangkan tembakan kearah anak buah organisasi, bastian melirik ke arah ara yang sedang fokus menembak
' apa dia istri nya dewa' batin bastian yang terus mendekat ke arah ara
" apa kau istri nya dewa? " tanya bastian yang kini sudah berada tak jauh dari ara
" ya aku istri mas dewa, kalian siapa nya ms dewa? " tanya balik ara
" aku sahabat dewa bastian, sebaik nya kau pergi lah dari sini obati lah luka mu" printah bastian yang melihat ada darah mengalir di bahu ara
" tapi bagai mana dengan kalian? " tanya ara
" kau tak usah menghawatirkan ku, sebentar lagi akan ada pera batuan yang datang lagi" ucap bastian
" baik lah kalau begitu, terimakasih sudah membantu" ucap ara sambil tersenyum manis ke arah bastian
' gila senyum nya manis banget, pantesan aja dewa sampek gak mu ngelirik cewek lain' batin bastian yang terhipnotis dengan senyuman ara
" kalau mau niat membantu liat musuh nya , kalau gak mau peluru menembus tubuh mu" ucap ara yang langsung berbalik meninggalkan bastian
bastian langsung tersadar dari lamunan nya dan langsung mengalihkan pandangan nya ke arah anak buah organisasi
bastian tersenyum tipis saat mengingat senyum manis ara tadi
'sadar bas dia istri sahabat mu' gumam bastian di dalam hati
Di tampat yang sama ara tengah berusaha membawa diego untuk pergi menuju ke ruang kesehatan dengan sisa tenanga yang ia punya
,tak butuh waktu lama ara sudah membawa diego ketempat kesehatan
" dokter" teriak ara memanggil dokter
di dalam ruangan kesehatan sudah banyak anak buah dewa yang tengah terluka sedang di obati oleh tenaga medis
" dokter tolong diego " ucap ara yang menyerahkan digo kepada dokter dan suster
__ADS_1
" baik nona" jwab para suster dan juga dokter
" sebaik nya segera obati luka anda, tak baik kalau luka anda di biarkan seperti itu apa lagi anda saat ini tengah hamil"ucap dokter itu mengingatkan ara
" baik lah, tapi tolong selamatkan diego" pinta ara
" kami kan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan tuan Diego " jawab dokter itu
dokter itu pun langsung mengobati mengobati bahu ara dan dokter yang lain juga langsung melakukn operasi untuk diego
' mas kamu dimana , aku takut mas, pulang lah aku mohon ' gumam ara dalam hati sampai meneteskan air matanya
" apa anda merasa sakit nona" tanya dokter itu melihat ara menangis
" tidak lanjutkan saja, oh ya setelah ini tolong priksa anak di dalam kandungan ku, aku takut terjadi apa apa dengan nya" ujar ara yang langsung menghapus air matanya
"baik nona" jawab dokter itu
di tempat lain satria yang mendapat laporan kalau markas saat ini tengah di serang lagi oleh kelompok organisasi, ia memutuskan untuk pulang kemkas bersama anak buah yang lain, satria sementara waktu ini menghentikan sejenak pencarian dewa
" satria kenapa pencarian dewa di hentikan? " tanya bram kesal pasal nya belum juga di mulai pencarian nya malah sudah di hentikan
" apa!!! markas di serang? " tannya bram terkejut
" ya tuan maka dari itu kita harus pulang ke makas terlebih dahulu" ujar satria
" baik lah kalau begitu ayo kita segera pulang, aku takut terjadi sesuatu kepada ara dan kandungan nya" ucap bram yang sangat menghawatirkan ara
satria dan rombongan nya pun langsung menaiki helikopter untuk menuju ke markas, tak butuh waktu lama mereka kini sudah sampai di markas, tterlihat bangunan depan markas black horses sudah banyak yang rusak dan banyak mayat bergeletakan serta masih ada yang masih berperang dengan senjata mereka
" seperti nya mereka sudah berhasil masuk tuan" ucap satria yang melihat anak buah dari organisasi telah masuk pelataran markas
" ayo turun sat, aku takut terjadi apa apa dengan ara dan adik ku" ucap bram yang sangat panik dan juga khawatir
helikopter yang mereka tumpangi pun langsung mendarat di belakang markas black horses , mereka langsung lekas turun dan langsung membantu penyerangan dari kelompok organisasi
" tuan bastian" panggil satria saat melihat bastian di kelompok anak buah dewa
" akhir nya kau sampai juga , ayo cepat bantu aku" ujar bastian saat menoleh kebelakang ternyata sudah ada satria dan yang lain nya, ia langsung menghampiri nya
__ADS_1
" apa tuan Deva ikut? " tanya satria
" dia tidak ikut , hanya mengirim beberapa anak buah nya untuk membantu" jawab bastian
" apa ku tau di mana anak menantu ku? " tanya bram kepada bastian
" anak menantu! , oh perempuan tadi, dia sudah ke ruangan medis membawa diego, diego terluka parah" jawab bastian
tanp berkata apa apa lagi bram langsung menuju ke tempat medis ia ingin memastikan kalau anak menantu dan calon cucu nya baik baik saja
" ternyata sikap dewa keturunan dari ayah nya" ucap bastian sambil tersenyum
" ya , mereka bak pinang di belah dua " kata satria
" oh ya bagai mana dengan pencarian dewa, apa sudah ada perkembangan? " tanya bastian
" belum tuan, hanya saja kemarin aku menemukan dompet nya" jawab satria lesu, ia sudah bingung harus berbuat apa lagi untuk mencari keberadaan bos nya itu, satri takut kalau dewa sampai tak selamat, satria sudah menganggap dewa seperti saudara nya sendiri karena dewa lah satria bisa menjadi seperti sekarang
" kau yang sabar, aku yakin dewa akan baik baik saja , dia itu orang yang kuat, nanti aku dan Deva akan membantu untuk pencarian dewa" ujar bastian sambil menepuk nepuk bahu satria
" terimaksih tuan" kata satri sambil tersenyum senang karena bastian dan Deva akan membantu dalam pencarian dewa
" nah gitu dong senyum kan makin ganteng kalau senyum" goda bastian sambil ikut tersenyum
"maaf tuan saya masih normal" ucap satria yang melangkah mundur satu langkah ke belakang
bastian pun tertawa terbahak bahak saat melihat sikap waspada dari satri
" ah, kau ini ada ada saja, aku juga msih normal ya aku lebih suka membajak sawah ketimbang membajak pohon pisang" ucap bastian masih dengan tawa nya
" sudah lah tuan jangan tertawa lagi ayo kita bantu anak buah kita untuk melumpuhkan kelompok organisasi mafia itu" ucap satria
" baik lah, baik lah" jawab bastian
mereka pun langsung ikut bergabung dalam peperangan itu untuk membantu anak buah black horses
BERSAMBUNG....
Terimakasih sudah membaca, jangan lupa tinggalin jejak ya dengan cara klik like komen dan vote nya, di tunggu ya Terimakasih 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1