
" sean?" tanya ara dan mela bersamaan , mereka terkejut saat ada sean di markas
" ya sean, saat ini sean tengah berada di penjara bawah tanah" jawab diego tanpa menoleh kearah ara dan mela
" kenapa kau tidak bilang kalau sean saat ini sedang di tahan di sini?" tanya ara
" kalian kan tidak bertanya " jawab diego santai
" ii dasar " ucap ara kesal
" terus kita harus bagai mana sekarng?" tanya mela yang masih panik saat markas tengah di serang
" sebaik nya kalian ambil senjata di ruangan itu untuk berjaga jaga" ucap diego yang mulai panik , sebeb kelompok organisasi telah berhasil mendekat ke arah markas
" senjata apa?" tanya mela bingung
berbeda dengan ara , ara yang langsung mengerti pun langsung masuk ke ruangan yang di tunjuk diego untuk mengambil beberapa senjata untuk nya dan untuk tante mela
" ini ambil tan " ucap ara menyerahkan sebuah pistol kepada mela
" i-itu kan pistol?" tanya mela sambil melihat pistol yang ara berikan kepada nya
" ya tente , ambil aja ini untuk jaga jaga tente" ucap ara yang langsung menyerahkan pistol tadi ketangan mela
" t-tapi tante gak bisa makek nya" ucap mela yang merasa takut melihat pistol asli
" tante akan bisa nanti di saat waktu yang mendesak" ujar ara yang langsung berjalan mendekat ke arah diego
" bagai mana keadaan di luar markas dig?" tanya ara kepada diego
" mereka sudah mulai mendekat , kita harus tetap bersiaga " ucap diego yang masih panik namun ia berusaha untuk tenang
" apa kita akan bertarung dengan mereka?" tanya ara
" entah lah aku tidak tau " jawab diego
BOORRR
suara ledakan yang cukup besar berada di luar markas, seketika membuat ara , diego dan mela terkejut sekalian panik
" diego bagai mana ini?" tanya mela yang sudah sangat ketakutan
__ADS_1
" kalian tenang , jangan panik " ucap diego
" kalian lanjutkan penyerangan mereka , aku mau melihat ke luar dulu, dan buat kalian berdua cepat masuk ke ruangan itu, di sana ada sebuah kotak , kalian buka kotak itu di sana ada ruangan rahasia yang aman untuk kalian berdua " ucap diego kepada ara dan mela
" tapi kamu gimana ?" tanya ara yang menghawatirkan diego
" kakak ipar tenang aja , aku bisa jaga diriku sendiri , udah sana cepat masuk ke ruangan itu" ucap diego yang menyuruh ara dan mela untuk bersembunyi
" jaga diri baik baik ya " ucap ara menyemangati diego
" siap kakak ipar" jawab diego sambil tersenyum dan sambil berhormat ke arah ara
setelah itu diego langsung pergi meninggalkan ruangan, sedangkan ara dan mela langsung bersembunyi di tempat rahasia yang diego tunjukkan tadi
" ara tente takut" ucap mela sambil menangis ketakutan
" tente jangan takut ya, aku yakin kita akan baik baik saja" ucap ara menenangkan mela memeluk mela
" tante tenang ya, jangan nangis lagi ya, nanti kita ketahuan " uca ara menyuruh mela untuk diam dari menangis nya
mela pun langsung menghentikan tangis nya, ara pun tersenyum saat mela sudah menghentikan tangis nya
" sial ,mereka sudah masuk" gumam Diego yang langsung mengarahkan senjata api nya ke arah anak buah organisasi yang sedang bertarung dengan anak buah black horses
dor... dor.... dor....
tembakan demi tembakan yang diego berikan kepada anak buah organisasi ,ada beberapa anak buah organisasi yang langsung mati terkena tembakan dari diego
namun anak buah organisasi tak mau kalah mereka juga membalas serangan dari diego, baku tembak pun tak bisa terhindar lagi
satu persatu anak buah black horses dan anak buah organisasi mulai tumbang, namun tak menyurutkan pertempuran yang sangat sengit itu
Duaaarrr....
pintu gerbang markas black di bom oleh kelompok organisasi, dan pintu gerbang black horses pun hancur , tak lama gerombolan anak buah dari kelompok organisasi masuk kedalam markas black horses
" gawat, mereka sudah berhasil masuk" gumam diego saat melihat para anak buah buah organisasi berhasil masuk ke markas black horses
" kalau seperti ini aku tidak bisa menghadapi mereka semua, aku harus meminta bantuan kepada kakak Deva dan kak bastian" gumam diego lagi yang langsung bersembunyi untuk menghubungi Deva dan bastian untuk meminta bantuan
" apa!! marks black horses di serang, terus dimana dewa? " tanya bastian terkejut saat mendengar ucapan diego melalui sambungan telefon
__ADS_1
" kak dewa mengalami kecelakaan, saat ini kak satria dan paman bram sedang mencari keberadaan nya, sebagian anak buah black horses di bawa untuk mencari kak dewa" jawab diego
" kau tunggu saja kami akan segera kesana untuk membantu mu" ucap bastian
" baik kak terimakasih" ucap diego yang langsung memutuskan sambungan telfon nya
" semoga mereka segera datang" ucap diego yang langsung keluar lagi dari persembunyian nya untuk menyerang kembali para Organisasi mafia
dor.... dor.....
diego mulai menyerang kembali para anak buah organisasi, meski ia dan anak buah black horses kalah jumlah dengan para organisasi mafia namun mereka tak mau kalah
Dor. ..
lengan diego terkena tembakan oleh anak buah organisasi mafia
" ssttt, sial" diego meringis menahan sakit
meski lengan nya tertembak namun diego tetap melakukan serangan balik, ia menahan rasa sakit di lengan nya itu
dor... dor...
diego kembali tertembak di bagian perut dan kaki nya, hal itu membuat diego langsung tergeletak tak berdaya,ia tak bisa menahan rasa sakit nya lagi, darah mengalir dengan deras di luka tembakan
" kak maafkan aku, yang tak bisa menjaga markas kakak" gumam nya dengan lirih setelah itu pengelihatan nya mulai menggelap dan diego tak sadar kan diri
di ruangan rahasia ara mulai menghawatirkan diego, entah kenapa perasaan nya tak enak kala teringat dengan diego
' apa aku keluar aja ya membantu diego, tapi bagai mana dengan tante mela ,dia dari tak mengizinkan aku untuk membantu diego' batin ara sambil melihat ke arah tante mela yang tengah duduk ketakutan
ara terus memikirkan rencana untuk bisa keluar dari tempat persembunyian itu dan bisa membantu diego, tiba tiba muncul sebuah ide di otak ara
buk..
ara memukul tekuk leher tante mela dengan kuat, hal itu membuat tante mela langsung tergeletak tak sadarkan diri
" maafkn ara telah menyakiti tente, ara terpksa melakukan ini agar ara bisa membantu diego, aku harap nanti saat tante sadar tidak marah kepada ku" ucap ara sambil membenarkan posisi tante mela dengan nyaman
BERSAMBUNG......
Terimakasih sudah membaca jangn lupa tinggalin jejek ya dengan cara klik like komen dan vote nya , di tunggu ya terimakasih🥰🥰🥰🥰
__ADS_1