Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 54


__ADS_3

" cepat cari keberadaan tuan dewa, aku menemukan dompet nya" teriak satria kepada anak buah dewa


" baik tuan" jawab serentak anak buah dewa yang langsung menyebar ke setiap bibir pantai mencari keberadaan bos nya


sudah sampai tengah malam mereka belum juga menemukan dewa setelah satria menemukan dompet dewa, karena mereka sudah mulai kelelahan satria memutuskan untuk mengakhiri pencarian bos nya untuk hari ini, mereka akan melanjutkan pencarian besok pagi


" pencarian hari ini cukup sampai di sini, kita lanjut besok, siapa tau besok ombak nya sudah mulai bersahabat kita bisa mencari memalui penyelaman " ucap satria


" baik tuan"jawab serentak anak buah dewa


mereka langsung pergi meninggalkan pantai itu untuk beristirahat, sesampai nya satria di hotel ia tak kunjung bisa tidur, pikiran nya terus tertuju kepada bos nya itu


" tuan semoga kau selamat dan baik baik saja" gumam nya sendiri, terus ia teringat dengan ara istri bos nya itu, ia melihat ponsel nya berbunyi dan melihat nama nona ara


" apa yang akan aku katakan kepada nona ara nanti" gumam nya bingung sambil menatap layar ponsel nya


" maaf nona ,aku tidak bisa menjawab telfon dari anda saat ini" ucap satria dengan sedih bingung dan khawatir menjadi satu


di tempat lain ara tengan berjalan mondar mandir sambil menghubungi nomor ponsel suami nya yang tak kunjung di angkat


" ara sedang apa kamu di sini? " tanya Tante Mela


"Aku sedang menghubungi Mas Dewa tante ,namun Sudah dari tadi tidak diangkat-angkat "jawab Ara dengan penuh kekhawatiran


"Mungkin Dewa Sedang sibuk Ara atau sedang menyelesaikan pekerjaannya , agar bisa cepat pulang dan bertemu denganmu "ujar tante Mela menenangkan ara


"tapi tidak seperti biasanya tante ,biasanya sesibuk-sibuk apapun dia ,tetap mengangkat telepon dariku "


"mungkin handphone Dewa ketinggalan di kantor dan dia sedang mengadakan pertemuan dengan kliennya di luar kantor" ucapkan Terimalah yang masih berpikiran positif


"tapi perasaanku tidak tenang tante ,aku takut terjadi sesuatu pada mas Dewa "ujar ara dengan ketakutannya


"coba kamu hubungi Satria ,Satria kan selalu ada di samping Dewa "usul tante Mela yang juga ikut mengkhawatirkan Dewa

__ADS_1


"tante benar ,kenapa aku nggak kepikiran dari tadi ya "ujar arah yang langsung mencari nomor kontak Satria


Satu panggilan tak terjawab ,dua kali panggilan tak terjawab ,sampai kesepuluh kali Ara menelpon Satria namun tak kunjung juga diangkat


"kenapa Ra ? "tanya Tante Mela


"nggak diangkat-angkat Tante ,aku jadi semakin takut terjadi sesuatu kepada Mas Dewa "ujar arah ketakutan sampai meneteskan air matanya


"husss kamu nggak boleh bilang kayak gitu Ara, kita doakan saja semoga Dewa dan Satria baik-baik saja "ucap Mela yang masih mencoba menenangkan Ara dengan cara memeluk dan mengelus kepala Ara


" Loh kenapa Ara menangis Mela "tanya Bram yang baru saja menghampiri ara dan Mela


"ini lho kak, Dewa dari dihubungi tidak diangkat-angkat ,jadi membuat arah khawatir "jawab Mela


"tadi pagi Dewa mengirim pesan kepada papa kalau dia akan pulang hari ini "ujar Bram


"Benarkah Pah ?"tanya Ara memastikan


" Iya benar, ini Papa masih masih punya chat dia tadi pagi " jawab Bram sambil menyerahkan ponselnya dan memperlihatkan pesan dari dewa tadi pagi


"semoga aja ya Tante "ucap Ara namun masih mengkhawatirkan Dewa


" ya sudah sana kamu istirahat dulu nanti kalau dewa sudah pulang nanti tante panggil kamu" ucap Mela


" baik lah tante aku akan ke kamar dulu, mari pa" ucap ara pamit ke kamar


" ya beristirahat lah, papa yakin kalau dewa sebentar lagi datang" ujar Bram meski ia juga merasakan apa yang ara rasakan namun Bram tak ingin membuat ara khawatir


ara pun pergi menuju ke kamar nya dengan perasaan tak menentu


" kakak memang nya dewa akan pulang hari ini? " tanya Mela


" katanya sih begitu, tapi entah sedari tadi aku menghubunginya namun tak kunjung di angkat angkat, aku juga sudah menghubungi satria namun sama saja mereka tak menjawab telfon dari ku" jawab Bram dengan raut wajah sedih nya

__ADS_1


" kak aku kok jadi menghawatirkan dewa ya" ujar Mela yang merasakan perasaan tak enak


" sama aku juga merasakan nya sedari tadi, tapi aku diam saja karena aku tak mu kalau ara jadi berpikiran yang tidak tidak" ucap Bram


" coba kakak telfon lagi satria , dan beri sedikit ancaman untuk satria agar mau mengangkat telfon kakak" usul Mela


" kamu ada benar nya juga, baik kakak akan menghubungi satria" ujar Bram yang langsung mencari ponsel nya dan langsung menghubungi nomor satria


satu kali tak di angkat sampai tiga kali masih tidak di angkat juga oleh satria


" ck kurang ajar sekali dia tidak mau mengangkat telfon dari ku" ucap Bram kesal


"kirim pesan saja kakak" ucap Mela


" iya ini aku juga sedang mengirim pesan kepada nya" jawab Bram yang sedang berkutik dengan ponsel nya


di kamar hotel satria sedang berusaha untuk memejamkan mata nya namun tak bisa karena ponsel nya sedari tadi terus saja berbunyi


" ck siapa sih yang menelfon ku sedari tadi, apa nona ara lagi yang menelfon" ucap nya kesal dan langsung mengambil ponsel nya di atas nakas dan melihat siapa yang menelfon nya


" tuan besar Bram, mau apa dia menelfon ku, apa dia juga mau menanyakan tuan dewa, kalau benar mau menanyakan tentang tuan dewa maaf tuan besar Bram aku tak bisa mengangkat telfon mu" gumam nya


beberapa kali saja Bram menelfon nya namun satu pun tak satria angkat sampai terakhir ada sebuah pesan masuk, ia langsung segera membuka nya


" hay satria, aku tau kau sengaja tak menjawab pangilan telfon ku dan ara, apa yang kalian sembunyikan dari kami" ucap satria membaca sepatu isi pesan dari Bram


"seperti peramal saja" gumam satria , setelah itu ia melanjutkan lagi membaca nya


"jika kau atau dewa tak mengangkat panggilan telfon dari ku maka markas ini akan aku bakar dan aku ratakan semuanya, ingat aku bukan orang yang suka berkata bohong, kalah dalam dua puluh menit kau tak menelfon ku maka aku akan langsung menghancurkan markas ini" ucap satria yang baru selesai membaca pesan dari Bram


" ternyata ayah dan anak sama saja sama sama pemaksa dan harus dapt bila menginginkan sesuatu " ucap satria menilai kalau Bram dan dewa memiliki kesamaakesamaan


BERSAMBUNG....

__ADS_1


Terimakasih sudah membaca jangn lupa tinggalin jejek ya dengan cara klik like komen dan vote nya , di tunggu ya terimakasih🥰🥰🥰🥰


__ADS_2