Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 44


__ADS_3

udah beberapa hari berlalu setelah ia mengunsikan ara , papa nya dan tante nya namun belum ada pergerakan dari anggqota organisasi untuk menyarang , namun dewa tak mau lengah ia terus memperketat penjagaan di markas nya, takut nya ia nanti mendapatkan serangan dadakan


" tuan " panggil satria


dewa langsung menoleh tanpa menjawab panggilan satria


" apa benar informasi yang di sampaikan oleh deva kalau organisasi akan menyarang kita?" tanya satria sedikit ragu pasal nya sudah beberapa hari menunggu namun belum juga ada pergerakan dari anggota organisasi


" entah lah aku tak tau yang penting kita sudah sedia payung sebelum hujan" jawab dewa santai


 saat mereka berdua sedang berbincang bincang masalah penyerangan dari organisasi tiba tiba ada suara tembakan dari liuar markas


Dor.... Dor..... Dor......


" seperti nya mereka sudah datang" ucap dewa dengan seringai nya


" kau bersiap lah , kita akan memulai gemes ini" ucap dewa kepada satria , setelah itu ia pergi menuju ke kamar nya untuk mengambil senjata kesayangan nya


' siap tuan " jawab satria yang juga pergi untuk mengambil senjata nya


Sesampai nya di kamar dewa langsung mengambil senjata kesayangan nya, namun ia langsung teringat dengan permintaan ara kepada nya


" sayang maaf aku belum bisa menepati janji mu untuk tidak membunuh" gumam dewa menatap sedih kerena belum bisa memenuhi permintaan sang istri


Setelah mengambil senjatanya dewa langsung keluar dari kamar nya , dewa langsung mengawasi keadaan di luar markas nya, dewa sedang mengamati pergerakan musuh melalui monitor


Dddtttt... Dddtttt...


 ponsel dewa bergetar pertanda ada yang menghubungi nya, dewa langsung melihat siapa yng menghubungi nya


" deva' ucap dewa yang membaca nama yang tertera di layar ponsel nya


" hem , ada apa" tanya dewa saat sambungan telfon nya sudah tersembung


" mereka sudah mulai bergerak " ucap deva yang panik saat tau kalau anggta organisasi sudah mulai bergerak menyerang markas dewa


" kau tenang saja , aku aka mengatasi nya" jawab dewa santai


" hy kau gila hah, bisa bisa nya kau dalam keadaan seperti ini masih santai " teriak deva di seberang telfon , ia tak habis pikir dengan sahabat satu nya ini

__ADS_1


" kau tenang saja aku sudah mempersiapkan semua nya , apa kau juga ikut dalam penyerangan itu?" tanya dewa


" aku tak segila itu ya, mau menyerang sahabat ku sendri" ucap deva kesal


" bagus lah kalau kau tidak ikut , aku tidak akan takut takut lagi untuk membasmi meraka semua " jawab dewa


" terserah kau saja , oh ya apa kau membuthkan bantuan ku atau bastian?" tanya deva


" tak perlu , aku bisa mengatasi ini sendiri " jawab dewa


" baik lah , tapi kalau kau membutuhkan bantuan ku segera hubungi aku atau bastian" ujar deva


" ya, sudah dulu ya aku mau memulai gemes nya dulu" ucap dewa yang langsung memutuskan sambungan telfon nya secera sepihak


Dewa kembali mengintai pergerakan musuh dari ruangan monitor


" ternyata kalian memang berani bermain main dengan ku" ucap dewa yang langsung memencet sebuah tombol yang ada di ruangan itu , dan seketika ada sebuah bom meledak di tempat musuh musuh dewa berada , dewa memang telah menaruh beberapa bom yang akan aktif dengan tombol , jadi dewa hanya memencet tombol saja saat mereka mulai masuk ke kawasan markas nya , dewa mengunakan trik ini untuk menjaga keutuhan anak buah nya


Setelah beberapa bom yang dewa luncur kan , namun anak buah dari organisasi semakin banyak saja sehingga dewa melanjutkan misi yang lain yaitu meluncurkan ribuah anak panah yang telah ia siapkan untuk menyambut kedatangan para anak buah organisasi mafia


" sial, kalau begini belum masuk markas kita akan kehabisan anak buah " ucap Albart yang kesal keran anak buah nya sudah benyak terbunuh sebelum masuk ke daam markas Black horses


" bagai mana kalau kita mulai menyerang lewat udara tuan " ucap sean mengusul kan sambil tersenyum sinis nya


" kau ada benar nya juga , baik lah kita akan menyerang mereka melalui udara" ucap Albart yang menyetujui usulan sean


Albart langsung menghubungi anak buah nya untuk melakukan penyerangan melalui udara


dewa yang tengah asik memantau monitor tiba tiba ponsel nya kembali berdering , deva ya deva lah yang menelfon nya kembali


" ada apa"tanya dewa saat sambungan telfon nya udah tersambing


" mereka akan menyerang mu melalui udara , kau harus berhati hati" ucap deva memperingati


" ok " jawab dewa yang langsung memutuskan sambungan telfon nya dan langsung menghubungi satria


" ya tuan ada apa" jawab sean di seberang telfon


" mereka akan menyerang memalui udara perintahkan semua anak buah kita untuk berhati hati"

__ADS_1


" baik tuan" jawab satria


 dewa langsung menutuskan sambungan telfon nya , lalu fokus lagi ke monitor nya


" kau awasi monitor ini dan terus lakukan penyerang kepada mereka yang mulai mendekat" ucap dewa kepada anak buah nya yang ia tugaskan untuk mengawasi monitor


" siap tuan " jawab abak buah dewa


 dewa pun langung keluar dari ruangan itu sambil melihat kesana kemari


" ini saat nya aku turun " ujar dewa yang sedang memegangi senjata kesayangan nya yang selalu menemani nya saat bertarung


Saat dewa baru bergabung dengan para anak buah nya yang menjaga di gerbang marks tiba tiba ada bunyi suara helikopter yang terbang mendekat


" cepat bersembunyi, ada helikopter mendekat" teriak dewa kepada anak buah nya


anak buah dewa langsung berlari mencari tempat yang aman , helikopter itu tiba tiba menjatuhkan beberapa nomor ke pelataran markas dewa


Duar.... Duar..... Duar...


 bangunan banguna markas dewa mulai banyak yang hancur akibat bom yang di di lemparkan dari helikopter


" kurang ajar" ucap dewa geram saat melihat ada beberapa bangunan markas nya hancur, dewa langsung mengarah kan senjatanya ke arah baling baling helikopter


dor... dor....


tembakan dewa tepat sasaran tepat mengenai baling baling helikopter itu, seketika helikopter itu langsung oleng dan tak lama terjatuh


duar....


helikopter itu meledak saat terjatuh tak jauh dari marks Black horses


dewa tersenyum puas setelah berhasil melumpuhkan satu helikopter milik organisasi mafia itu


pertempuran dari darat maupun udara terus berlangsung, meski sudah banyak anggota dari organisasi yang telah tumbang namun mereka tak menyerah begitu saja ,sedangkan anak buah dewa masih utuh tanpa ada yang tumbang satu pun


setelah beberapa jam pertempuran antara Black horses dengan anggota organisasi mafia namun anak buah organisai belum ada yang bisa masuk kedalam markas Black hoeses


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


Terimakasih telah membaca jangan lupa tinggalin jejak ya, dengan cara like komen dan vote nya ya 🥰🥰🥰🥰


__ADS_2