Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh

Di Jodohkan Dengan Tuan Muda Pura Pura Lumpuh
Bab 43


__ADS_3

malam hari nya dewa telah menyiapkan dua helikopter untuk membawa ara, Bram dan Mela ke tempat yang telah di siapkan oleh dewa


" jaga diri baik baik ya sayang, tunggu aku menjemput mu" dewa mengecup bibir ara sekilas


ara langsung memeluk suami nya dengan erat, entah mengapa ara seakan tak rela untuk berpisah dengan suami nya , ia sampai menangis di dalam pelukan dewa


" jangan nangis dong sayang, kita berpisah hanya sementara saja setelah semua masalah ini selesai aku akan langsung menjemput mu" ujar dewa mengurap pelukan nya dan menghapus air mata ara yang mengalir di pipi ara


" janji ya mas mau jemput aku" ucap ara masih dengan isak tangis nya


" ya aku janji sayang" jawab dewa sambil tersenyum lalu mengecup bibir ara lagi


ara memeluk suami nya lagi, dewa pun membalas pelukan ara dengan erat


" aku sangat mencintai mu istri ku" ucap dewa di dalam pelukan ara


" aku juga mencintaimu mas" jawab ara


tak lama dewa pun mengurai pelukan nya, ia tersenyum sambil memegang kedua pipi ara lalu menciun seluruh wajah ara


" yuk kita keluar, sebentar lagi kalian akan berangkat" ajak dewa


ara hanya mengagukkan kepala nya saja sambil meneteskan air mata nya lagi, namun dengan cepat dewa menghapus nya


" jangan menangis terus sayang, aku tak bisa melihat mu menangis terus seperti ini" ucap dewa menghapus lagi air mata di pipi ara


" udah ya jangan nangis terus, kita berpisah tidak akan lama sayang" ujar dewa lagi


ara hanya bisa menggukkan kepalanya saja, entah kenapa ia menjadi mellow seperti ini, apa karena ini perpisahan pertama mereka selama pernikahan mereka

__ADS_1


kini ara dan dewa telah keuar dari kamar nya, mereka menuju ke arah lapangan udara yang ada di belakang Markas di sana semuanya sudah siap, Mela sudah di masukkan kedalam helikopter khusus untuk nya kerna keadaan Mela belum sadarkan diri


" jaga diri baik baik ya son" ucap Bram memeluk anak nya tak lama pelukan itu pun terurai


" ya pa aku akan menjaga diri ku baik baik, aku titip istri ku ya pa" ucap dewa


" ya kau tak perlu khawatir papa akan menjaga istri mu dengan baik, segera lah selesaikan masalah salah paham ini, dan jemput lah kami" ucap Bram memaksa untuk tersenyum, pasal nya ia sebenarnya nya tak mau berpisah dengan anak nya, apa lagi anak nya itu akan berperang


" siap pa" jawab dewa sambil tersenyum


" diego antarkan mereka ke tempat yang telah aku siapkan" ucap dewa kepada diego


" dia kak, aku akan mengantarkan paman dan kakak ipar dengan selamat" jawab diego


setelah berpamitan kini ara, Bram sudah di dalam helikopter yang sama, dan kini kedua helikopter itu pun langsung terbang meninggalkan markas dewa


" aku harap ini bukan pertemuan terakhir ku dengan keluarga ku" gumam dewa sambil melihat helikopter yng di tumpangi keluarga nya pergi menjauh


"aku tak apa" jawab dewa singkat lalu masuk kedalam markas nya dengan di ikuti oleh satria di belakang nya


" sat, suruh beberapa anak buah inti kita dari markas lain nya untuk ikut adil dalam pertempuran ini" ucap dewa kepada satria


" siap tuan, bagai mana dengan perusahaan tuan? " tanya satria yang menghawatirkan tentang perusahaan, pasal nya kalau mereka sedang sibuk berperang siapa yang akan mengendalikan perusahaan


" suruh anak buah kepercayaan kita untuk menghendel perusahaan terlebih dahulu " ujar dewa


" siap tuan " jawab satria


" kau kabari diego untuk tetep di samping keluarga ku , kali ini tugas nya hanya menjaga keluarga ku" ucap dewa

__ADS_1


" baik tuan " jawab satria yang langsung mengeluarkan ponsel nya untuk menjalankan tugas dari bos nya itu


setelah itu dewa langsung menyuruh seluruh anak buah nya untuk menyusun rencana dan strategi untuk menerima penyerangan dari organisasi mafia yang jumlah nya lumayan banyak, kerena organisasi mafi terdiri dari dua puluh kelompok mafia


setelah menyusun sebuah strategi dan anak buah nya yang berada di luar negeri sedang dalam perjalanan untuk datang, dewa langsung masuk kedalam kamar nya untuk istirahat


sepi itu lah yang di rasakan dewa saat memasuki kamar nya dan ara, kalau biasanya ia melihat ara sedang bercermin atau duduk bersandar di ranjang sambil membaca buku kini tidak ada lagi pemandangan seperti itu


" hah.. baru beberapa menit kamu pergi, aku sudah merindukan mu istri ku" gumam nya yang langsung merebahkan tubuh nya di atas kasur empuk milik nya dan ara


tanpa sadar dewa pun memejamkan matanya sangking lelah memikirkan penyerangan orgnisaki ke markas nya


di tempat lain, tepat nya di sebuah Pedesaan yang sangat jauh dari perkotaan, tepat nya desa di tengah tengah hutan belantara


" ayo paman, kakak ipar kita sudah sampai " ujar diego


tanpa menjawab ara dan Bram langsung turun dari helikopter, dan di ikuti oleh para perawat yang akan menangani Mela, setelah semuanya turun dari helikopter diego langsung mengarahkan ke sebuah rumah dua lantai yang cukup besar, rumah yang paling bagus di desa itu


setelah masuk ke dalam rumah diego langusung menunjukkan kamar untuk ara, Bram dan Mela, setelah masuk ke kamar masing masing ara langsung membersihkan diri setelah itu ia langsung melaksanakan sholat isya yang belum ia laksanakan


"ya Allah ya Tuhan ku... Ampunilah dosa dosa hamba, dosa suami hamba dan dosa orang tua hamba... ya Allah ya Tuhan ku lindungilah suami hamba di manapun dia berada.... jaga lah dia dan tunjukkan dia ke jalan yng Engkau ridhoi ya Allah... hanya kepada Mu lah hamba meminta dan hanya kepada Mu lah hamba memohon .... Amin " doa ara setelah sholat isya


setelah sholat ara langsung merebahkan tubuh ny di atas tempat tidur


" gini ya rasanya tidur tanpa pelukan dari suami" gumam ara yang sudah sekali untuk memejamkan matanya, karena ia sudah terbiasa tidur dalam pelukan suami nya


" mas aku rindu kamu" ucap ara dengan mata yang berkaca kaca menahan tangis nya


" aku kenapa sih, kenapa aku sekarang mudah sekali menangis seperti ini, ayo lah ara kamu dulu tidak secengeng ini, kamu harus kuat mulai saat ini, ingat ini belum ada apa apa nya dengan apa yang akan di lakukan oleh suami , jadi kamu harus jadi wanita yang kuat dan tangguh" gumam ara

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


Terimakasih telah membaca jangan lupa tinggalin jejak ya dengn cara like, komen dan vote nya🥰🥰🥰🥰


__ADS_2