Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Gio, siapa dirimu???


__ADS_3

Sore itu setelah mandi Sarah terduduk diam di ujung ranjangnya hanya memandangi setumpuk paper bag hasil belanjanya bersama ibu tadi. Setelah mengeringkan rambut Sarah rebahan di kasur dengan mengangkat kedua kakinya ke atas dan menyandarkannya di dinding.


Sarah mencoba memejamkan mata untuk tidur, namun pikirannya selalu tertuju pada Gio. Gio yang dia kenal selama 8 bulan ini hanyalah seorang mahasiswa perhotelan yang tinggal di kos-kosan.


Ya memang kosannya terbilang mewah dan besar. Tapi Sarah tak pernah menyangka Gio berasal dari keluarga yang sangat kaya raya yang mampu memberikan bodyguard untuk melindunginya. Walaupun Gio mempunyai mobil terbaru tapi mobilnya pun bukan tergolong supercar.


Gio sayangku.... sebetulnya siapa dirimu???


Sarah berpikir keras...


Selama ini Gio jarang membicarakan orang tuanya jadi yang Sarah tahu orang tua Gio hanyalah wirausaha bidang mebel di Jakarta. Justru Sarahlah yang banyak menceritakan kisah hidupnya, bagaimana keluarganya, dan teman-temannya terhadap Gio.


Bagaimana mungkin om Adam mengutus pengawal untukku dan keluargaku? Apakah benar hanya untuk melindungiku? Atau calon mertuanya itu ingin mengetahui bagaimana kehidupanku dan keluargaku sebelum anaknya menikah denganku?


Sarah terus berbicara dengan hatinya sendiri.


Kalau nanti ada hal yang tidak disukai mereka, apakah mereka akan melarang Gio menikahiku, menjauhkan Gio dariku? Oh Nooo...


Apa memang benar keberadaan pengawal itu hanya untuk melindungiku dari orang jahat? Ohhh betapa baiknya mereka peduli padaku dan keluargaku.


Sarah senyum-senyum sendiri...


Atau ini dilakukan semata-mata hanya untuk mengawasiku agar aku tidak pergi dengan lelaki lain?


Ahhhh Sarah kebingungan menggeleng-gelengkan kepalanya sambil tetap memejamkan mata. Sarah tak sabar ingin segera bertemu Gio malam ini untuk meminta penjelasan.


Karena tak bisa tidur, akhirnya Sarah memutuskan bersiap-siap untuk kencan. Dibukanya lemari berwarna putih itu dan digeser satu per satu pakaian di dalamnya.


Huh kenapa mau bertemu Gio jadi deg-degan begini sih tidak biasanya. Aku kan sudah sering berkencan dengan kekasihku ini kenapa sekarang seperti kencan pertama saja rasanya.


Dicobanya dress merah muda panjang selutut dengan corak bunga kecil lalu dihempaskannya ke atas kasur. Kemudian beralih ke dress hitam polos panjang sebetis dan dihempaskan lagi.


Setelah menghempaskan beberapa dress akhirnya pilihan jatuh pada dress warna hitam tangan panjang model bodycon yang menonjolkan lekuk tubuh Sarah yang indah.


Ya aku harus memakai pakaian berwarna hitam untuk menunjukan bahwa aku ingin berbicara serius dengan Gio. Aku berharap mendapatkan jawaban dari semua pertanyaanku malam ini.


Warna hitam memang secara visual membuat yang melihatnya menjadi lebih serius dan fokus


Gio datang pukul 6.30 tepat sesuai janjinya. Setelah dipersilahkan masuk oleh bibi pelayan Gio bercakap-cakap dengan nyonya Leni dan tuan Andre sambil menunggu Sarah di ruang tamu.


Beberapa menit berselang, Sarah turun dengan senyum manisnya. Gio terpukau melihat kekasihnya dalam balutan dress panjang nan elegan.


"Oh kekasihku ini sangat bagus seleranya. Tubuhnya terlihat sangat seksi walaupun tertutup kain hitam itu. Ahhh tiba-tiba Gio merasakan sensasi di bawah pahanya."


Sial... orang tua Sarah tak boleh melihat juniorku mengeras begini.


Gio ingin segera berdiri dan menyambut kekasihnya tapi ia malu ketahuan sisi lemahnya bahwa bagian bawah tubuhnya sedang meronta-ronta ingin dibelai hanya karena melihat Sarah dari jauh.


Melihat kecanggungan itu, Om Andre segera menyuruh anak dan calon menantunya itu untuk segera pergi sebelum malam makin larut.

__ADS_1


Dengan sigap Gio berdiri dan merangkul tangan calon istrinya itu.


"Hey calon menantuku, jangan bernafsu begitu, ditahan yaa sebentar lagi juga kalian menikah kan."


Ucapan Ibu menyadarkan Gio dari birahinya dan membuatnya malu lalu tergelak.


"Hahahaha iya siap siap tante". jawab Gio malu.


*****


"Mau kemana kita malam ini sayang?"


"Kemana ya enaknya?"


"Bagaimana kalau kita ke mall?"


"Ah seharian tadi aku sudah berkeliling di mall kan belanja seserahan, aku bosan."


"Ehm ya sudah kita ke cafe XX aja ya itu kan cafe favoritmu."


"Ya ayo aku juga ingin makan es krim disana untuk mendinginkan hati."


"Lho, memangnya hatimu kenapa panas ya harus didinginkan segala?"


" Ada apa sayangku?"


"Apa yang sedang mengganggu pikiran dan hatimu calon istriku sayang?" Tanya Gio sambil mencubit dagu Sarah.


"Hhmmm tentang kamu." jawab Sarah.


"Memangnya aku kenapa sayang?"


"Aku kan tidak menyakitimu?"


"Aku merasa tidak berbuat salah padamu belakangan ini."


"Iya sih, memang tidak tapi aku merasa banyak yang kamu sembunyikan dariku."


Gio meraih jemari Sarah dan menciuminya.


"Sarah sayang, calon istriku yang paling cantik tidak ada yang aku sembunyikan darimu, percayalah."


"Tentang pengawal itu".


"Hahaha itu ternyata."


"Maaf ya membuatmu kesal dengan kehadirannya."


Papih memaksa agar membiarkan pengawal itu mengikutimu sayang, mohon diterima yaa." Gio mencium tangan Sarah lagi.

__ADS_1


"Sebetulnya apa pekerjaan papih sampai bisa menyewa pengawal untukku segala."?


"Pengawal papih memang banyak, bukan cuma dia yang mengikutimu."


"Tidak ada salahnya kan mengirim 1 kesini untukmu?"


"Hah?" Sarah semakin bingung dan penasaran.


"Ya papihku selain pengusaha mebel, beliau juga punya beberapa perusahaan lain disini dan di luar negeri."


"Perusahaannya terbesar di Asia Tenggara, jadi papih membutuhkan pengawal untuk keamanannya dan keluarga."


"Hal itu terjadi sejak papih dirampok kawanan bersenjata beberapa tahun lalu."


"Untung saja papih selamat setelah menyerahkan sekoper uang yang baru dibawanya dari ATM."


"Oh begitu." Ya aku mengerti sekarang.


"Lalu mengapa tidak ada yang mengawalmu?"


" Gio tergelak, lalu menunjukan sebuah mobil jeep di belakang mobil mereka. Mereka pengawalku."


"Jadi selama ini sejak aku bertemu denganmu kamu selalu dalam pengawalan?"


Gio mengangguk


"Lalu mengapa mereka tak pernah terlihat olehku?"


"Lalu mengapa kamu menyembunyikan semua ini dariku?"


"Tenang sayang, aku hanya tidak ingin kamu menjadi takut dan mengira yang aneh-aneh tentangku dan aku hanya ingin membuatmu nyaman." Ucap Gio sambil mengusap paha Sarah.


"Ah sayang, misteri apa lagi yang ingin kau ceritakan padaku?" Katakan semuanya please.


"Nanti juga kamu akan tahu semuanya tentangku." jawab Gio.


"Ayo turun dulu yu kita sudah sampai di cafe sejak tadi tapi hanya mengobrol di mobil begini." Aku lapar sayang.


Gio membuka seat belt Sarah dan menciumnya lalu berkata "Sayang, kamu terlihat sangat cantik dan seksi malam ini, aku sungguh tak sabar ingin segera menikah denganmu dan menjalani malam pertama kita."


Kedua manusia itu berciuman lagi , tangan kiri Gio meraih leher Sarah dan menariknya supaya ciumannya lebih dalam. Tangan kanannya meraba-raba pahanya. Ciuman mereka semakin dalam, Sarah melingkarkan tangannya di belakang leher Gio dan mengusapnya lembut. Mereka saling ******* lidah membuat suasana makin menggelora. Tak sadar bahwa mereka ada di parkiran cafe.


"Gio sayang, hentikan!"


Ucap Sarah ketika tangan Gio sudah mulai memasuki bagian dalam rok Sarah dan meraba-raba pahanya semakin dalam." "Sebentar lagi kita menikah kan, tahan dulu sayang please."


"Gio menarik tangannya dan menghela napas panjang lalu membetulkan celana jeansnya yang menjadi semakin ketat di bagian pahanya."


Lalu mereka keluar mobil sambil berpegangan tangan, untuk makan di cafe itu.

__ADS_1


__ADS_2