Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Cinta = Nafsu???


__ADS_3

Ahhh seandainya mimpi itu menjadi kenyataan aku akan sangat bahagia mengetahui lelaki yang memperkosaku, merenggut keperawananku akhirnya menjadi suamiku sehingga aku tidak perlu menjelaskan ke lelaki lain mengapa aku bukan perawan saat menikah.


Apakah Gio mau bertanggung jawab dengan cara menikahiku dan bersungguh-sungguh mencintaiku dengan tulus seumur hidupnya?


CINTA... ???


Gio bilang dia mencintaiku dan tidak akan meninggalkanku setelah dia memperkosaku di saat aku tidak sadar. Apakah benar cinta seperti ini? Memaksakan kehendaknya atas nafsu birahi pada wanita yang dicintai? Aahhh kepalaku sakit sekali memikirkannya ditambah lagi karena aku menangis semalaman sampai tertidur kelelahan.


Untung ini hari Minggu jadi aku tidak perlu segera bangun dan berangkat sekolah. Sarah mencerna pikirannya yang dipenuhi oleh kejadian kemarin sore saat Gio menyetubuhinya secara paksa dengan kata lain memperkosanya.


Sarah ingin sekali melapor pada polisi tapi takut ancaman Gio akan benar-benar terjadi. Sarah tak sanggup membayangkan video panas mereka tersebar di medsos dilihat banyak pasang mata diketahui seluruh dunia dan hal yang paling ditakutkannya adalah melihat orang tua dan keluarga besarnya sedih terutama neneknya yang sangat dicintai akan tekena serangan jantung ketika kabar tentang video itu sampai di telinganya.


Ini bukan salahku! ini salah Gio yang mengatasnamakan cinta di atas nafsu birahinya. Apakah cinta \= nafsu? Kenapa laki-laki berpikiran seperti itu, kenapa laki-laki membungkus cinta dengan sebuah nafsu birahi yang jahat?


Aku harus bagaimana. Aku takut... takut sekali menghadapi kenyataan pahit ini dan yang paling membuatku takut bahwa aku harus menghadapi ini sendirian.


Sarah terbiasa mandiri sejak kecil dan sudah lihai memendam segala yang dirasakannya sendiri. Sarah bisa melewatinya dengan cuek ketika dia mendapatkan bully dari teman-teman SDnya, teman-teman SMPnya, di-bully saudara kandungnya sendiri pun dia sanggup melewatinya.


Tapi kali ini rasanya lain. Aku merasa tak mampu, merasa lemah sekali dan merasa jijik dengan dirinya, tubuhnya. Setelah masuk SMA aku senang dan lega karena sampai duduk di kelas 3 seperti saat ini, aku tidak pernah dibully lagi bahkan aku merasa dicintai semua temanku.


Aku adalah primadona di sekolahku. Semua pria tertarik padaku bahkan guru muda yang sudah 7 tahun menikah belum dikaruniai anak pun naksir berat padaku. Teman perempuanku juga banyak, mereka semua baik padaku dan kami kompak sekali bahkan untuk kabur membolos dari sekolah saat mata pelajaran yang tidak disukai datang.


Benar kata orang, masa SMA adalah masa paling indah. Seketika Sarah bernyanyi di benaknya


"Kisah-Kasih di sekolah.... dengan si dia...."


Arrggghh masa-masa di SMA memang mengasyikan sebelum Gio memperkosanya kemarin sore dan menghancurkan kebahagiaan dan ketenangan hidupnya.


Bagaimana kalau aku hamil? Oh Tuhan, aku tidak sanggup menanggung beban ini sendirian. Apakah aku harus menceritakan semua ini pada Sandra sahabat terbaikku sejak TK? Apa yang akan dikatakan Sandra atau lebih tepatnya apa yang akan dilakukan Sandra?


Sarah paham betul karakter Sandra yang selalu membelanya bak superhero saat Sarah dibully. Apa mungkin Sandra akan membelanya di hadapan Gio laki-laki tampan yang lebih tua 3 tahun darinya? Ahhhh banyak sekali pertanyaan dalam benak Sarah tapi tak satu pun ada jawabannya.

__ADS_1


Seperti telepati (kontak batin) diantara keduanya, tak lama Sandra tertulis di panggilan teleponnya.


"Sar, kamu ngapain aja sih di kamar?"


"Dari tadi pagi aku telpon rumah, Ibumu bilang kamu tidak keluar kamar seharian?"


"Kamu sakit?"


"Iya San aku sakit... sakit sekali, sakit jiwa raga dan pikiran dan terutama sakit di bagian kema**anku." batin Sarah.


Sarah tak mungkin mengatakan itu pada Sandra, Sarah belum mampu.


"Saraahhhhh kamu dengar aku ngomong tidak sih? "Kenapa kamu malah diam saja di sana bukannya jawab pertanyaanku???"


Suara cempreng Sandra membuyarkan lamunannya. Sebelum Sarah menjawabnya, Sandra mendahuluinya bicara.


"Ya sudah kalau kamu tidak mau berbicara di telpon, aku ke sana sekarang!"


Rumah Sandra dan Sarah terbilang dekat hanya 2 kilometer, 5 menit naik angkot, 20 menit kalau berjalan kaki.


"Kamu habis nangis ya?" "Mata kamu bengkak sebesar itu seperti jengkol hahahahaha"


"Sialan, bukannya bikin aku senang malah menghina".


"Sebenernya apa yang terjadi padamu sahabatku yang seksi?" Sandra menggodanya. Sarah hanya menggelengkan kepala


"Tidak ada apa-apa, aku baik-baik saja say."


"Bohong!"


"Aku tahu kamu dari TK, aku tahu kalau ada yg tidak beres sama kamu."

__ADS_1


"Ayo cerita!"


Merasa dipojokan Sandra, akhirnya Sarah pun mulai membuka mulutnya.


"Ap.. Apakah CINTA itu sama dengan NAFSU?"


"HAH?" "Pertanyaan macam apa itu?" Sandra keheranan. Sambil menahan tawanya karena dia melihat Sarah sedang serius menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Sarah memang tak pernah bisa berbohong depan sahabatnya itu.


Tak kuasa menahan derita, Sarah memeluk Sandra sambil berbisik "Aku diperkosa Gio"!


"Haaaaahhhhhhhh apaaaaaaaa????!!?" Sandra teriak kemudian tangan Sarah sigap menutup mulutnya membungkamnya karena tak ingin seisi rumah tahu dan berhamburan ke kamarnya.


Di ranjang merah jambu dengan motif hati bertebaran di sekelilingnya, mereka berpelukan lama, sesekali Sandra menepuk punggung Sarah mencoba menenangkannya.


Sandra yang sudah lama tak perawan lagi disetubuhi pacarnya mengerti perasaan Sarah. Hanya saja Sandra tahu Sarah merasakan sakit yang dalam bukan hanya di area kewanitaannya saja melainkan juga di hatinya karena dia dengar kata "perkosa".


Sejak SMP, Sandra sudah kehilangan keperawanannya yang diambil kekasihnya yang juga lebih tua darinya. Namun dia tidak diperkosa, tidak disetubuhi secara paksa oleh kekasihnya saat tidak sadarkan diri seperti dirinya.


Sandra dan Erik melakukannya karena mereka saling mencintai dan menginginkan hal yang sama. Walau pun sakit di awalnya, tapi Sandra sangat menikmati momen itu. Kini, Sarah merasa seperti perempuan paling menderita di muka bumi ini karena telah diperkosa kekasihnya sendiri yang mengatasnamakan cinta!


"Bagaimana bisa????" Teriak Sandra...


"Gio menjemputku di sekolah dan saat di mobil aku diberi ga*** dia paksa aku untuk menghisapnya lalu aku tak sadarkan diri seperti pingsan."


"Saat sadar, aku sudah ada di ranjang Gio dengan sprei putih bernoda darah. Aku dalam keadaan telanjang bulat dan merasa sakit di bagian bawahku." Huaaaa hiks hiks Sarah tak sanggup menahan tangisnya.


"Ya ampun sialan si Gio." "Kurang ajar banget sih dia melakukan ini sama kamu."


"Kita harus laporin dia ke polisi sekarang juga kamu musti divisum untuk bukti."


"Ayo siap-siap kita temuin om Hardi di kantornya pasti dia akan senang membantu."

__ADS_1


Ya, Omnya Sandra seorang perwira polisi di kotanya pasti dia akan bisa menangkap Gio dengan mudah. Tapi saat Sarah menceritakan tentang ancaman Gio, Sandra berhenti memaksanya untuk menemui Omnya itu.


"Kurang ajar banget pacarmu itu ya!" Bikin aku kesal saja." "Kalau ketemu, aku bakal hajar tuh ko****nya!" Sarah akhirnya tertawa mendengarnya hahahahaha


__ADS_2