Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Setelah Lamaran


__ADS_3

Gio menatap dalam mata gadis impiannya sambil memakaikan kalung emas putih berhiaskan liontin berbentuk hati bertahtakan berlian sebagai tanda bukti pinangannya.


Sarah tersipu malu yang membuat pipinya merah walaupun tanpa blush on. Aku bahagia akhirnya sebentar lagi mimpiku akan jadi kenyataan. Lamaran ini adalah awal dari semuanya.


Sarah menyalami Gio, sambil mencium punggung tangannya tanda hormat kepada calon suaminya. Disusul kecupan hangat bibir Gio di kening Sarah. Kemudian menyalami orang tuanya dan orang tua Gio.


"Tante, senang akhirnya bisa berjumpa dengan tante dan om."


"Tante juga bahagia akhirnya bertemu dengan gadis impian Gio."


"Semoga Gio bisa membahagiakanmu ya sayang." kata nyonya Vika sambil memeluk Sarah.


"Maafkan anak tante yang sudah kurang ajar padamu mengambil haknya sebelum waktunya, bisik nyonya Vika."


Sarah kaget mendengarnya. Dia tidak menyangka calon mertuanya itu tahu bahwa kesuciannya sudah direnggut Gio. Sarah hanya mengangguk pelan.


Di acara lamaran itu ditentukan tanggal pernikahan akan berlangsung sebulan lagi, 7 Juli. Sarah memang meminta sebelumnya kepada orang tuanya ingin secepatnya menikah karena takut dia hamil.


*****


Pagi ini cuaca cerah secerah hati Sarah. Rasanya aku tidak sabar ingin segera menikah gumam Sarah sambil menggenggam kalung berlian pemberian Gio semalam.


Sarah mandi dengan sabun beraroma strawberry yang menyegarkan lalu memakai handuknya. Dia duduk di kasurnya sambil membuka buku catatannya. "Hemm aku ada janji dengan Wedding Organizer 2 jam lagi."


Sarah melepas handuknya dan memakai dress kasual warna biru elektrik polos berlengan sampai siku dan panjangnya selutut. Sarah tidak terbiasa berdandan, dia hanya menggunakan bedak tipis dan lip balm pink saja. Diraihnya tas berwarna cream dan sepatu flat berwarna senada dengan dressnya. Ia bergegas ke ruang makan untuk sarapan.


Nyonya Leni, ibu Sarah tampak berseri di ujung meja dan tuan Andre ayah Sarah juga memancarkan raut wajah yang sumringah pagi ini. Sepertinya orang tua Sarah sangat bahagia anak gadisnya laku satu. Sandrina dan Safana kedua adik Sarah tetap cuek seperti biasanya. Mereka selalu bersikap dingin pada kakak tertuanya itu.


Tanpa menghiraukan kedua adiknya, Sarah melahap bubur kacang hijau dan roti tawarnya dengan cepat lalu meminum hot kapucino favoritnya. Sarah ingin segera pergi menemui tim Wedding Organizer untuk membahas persiapan pernikahannya tapi sebelumnya Sarah akan menjemput Sandra dulu di rumahnya.


"Non Sarah, itu di depan ada yang mencari katanya supir taksi."


"Oh iya bi makasih ya aku segera kesana."


"Ayah, ibu, Sarah pamit yaa." Ucap Sarah sambil mencium punggung tangan keduanya... "Assalamualaikum..."


"Pak, kita ke jalan Berkah dulu ya menjemput teman saya."


"Baik non, jawab supir taksi."


Sarah menelepon Sandra...


"Say aku sudah dekat nih, kamu tunggu di depan rumah ya, aku tidak mau telat perjalanan kita kan jauh."


"Oke say, aku tinggal pake sepatu saja koq jawab Sandra"


"Oke sip, sahut Sarah sambil menutup handphone nya."


Taksi pun sampai di rumah bercat hijau. Tak lama Sandra keluar menghampiri lalu masuk ke dalam taksi.

__ADS_1


"Cie... cie.... calon pengantin cantik sekali kelihatan banget ya senangnya ngebet banget lagi pengen buru-buru sampai di kantor WO, sampai tidak mau mampir dulu ke rumah aku, goda Sandra."


"Bukan gitu say, kita kan harus on time perjalanan dari sini ke sana kan jauh bisa 1 jam itupun kalau gak macet."


"Lagian kalau aku mampir rumah kamu dulu yang ada aku tekor bayar argo nih taksi hahaha."


"Ish mau nikah masih perhitungan saja sih kamu say." Sambung Sandra.


Pagi itu jalanan sudah macet karena ini musim liburan. Setiap musim liburan kawasan dekat rumah Sarah selalu macet karena banyaknya tujuan wisata. Begitu pun hari ini, sejak keluar rumah sampai beberapa kilometer jauhnya masih saja padat merayap. Jalanan dipenuhi mobil-mobil berplat luar kota yang berwisata sekaligus ingin menghirup udara Bandung utara yang sejuk.


Macetnya jalanan tak membuat Sarah bete seperti biasanya. Kali ini Sarah menikmati perjalanan dan macetnya. Hati Sarah sedang berbunga-bunga jadi dia tersenyum menghadapi kemacetan ini.


"Eh iya Say kamu sudah siapin lagu-lagu buat di acara pernikahan nanti?" Sandra membuka percakapan.


"Oh iya hampir saja aku lupa. Aku belum selesai nyusunnya, bantuin aku mikir ya say jawab Sarah."


"Mana coba aku lihat daftar lagunya?" Sahut Sandra.


Daftar Lagu Pernikahan Sarah & Gio :


- Janji Suci


- Marry Me


- From This Moment


- Perfect


"Hemmm udah bagus semua ini lagunya, 1 lagi gue tambahin ya Sar lagu "Bidadari Surgamu"."


"Oh iya sip sip." Sarah menyetujui saran Sandra.


"BTW, gimana rasanya dilamar?" Tanya Sandra.


"Ya aku kaget tidak nyangka aku sebentar lagi mau nikah padahal aku baru 17 tahun."


"Senang tapi takut."


"Aku juga ragu apa iya aku bisa menjalani rumah tangga di usia semuda ini?"


"Aku sama Gio masih sama-sama muda rasanya kita belum siap untuk menikah."


"Tapi kalau ingat kejadian di kosan itu aku rasanya lebih takut kalau aku tidak nikah sama Gio."


"Ya bener itu Sar."


"Ini yang terbaik, jadi impian kamu untuk diperawanin sama suami kamu terwujud walaupun sudah diDPin duluan sama si Gio."


hahaha tawa Sandra membuat supir taksi yang sedang serius di belakang kemudi kaget sekaligus mengernyitkan dahi mendengar kata diDPin duluan.

__ADS_1


Hhmmm ini anak gadis pasti hamil duluan baru nikah... pikir pak supir.


"Sssttt jangan dibahas yang itu apalagi di depan orang lain."


"Ntar dikira aku hamil duluan." Ucap Sarah seolah bisa membaca pikiran pak supir.


Supir taksi yang mendengar Sarah berbicara begitu, langsung pura-pura batuk seolah dirinya menyembunyikan sesuatu.


Setelah perjalanan satu jam lebih akhirnya mereka sampai di Lovina Wedding Organizer, WO ternama di kota itu. Resepsionis menyapa mereka dengan ramah dan penuh semangat. Lalu mereka diantar ke sebuah ruangan untuk bertemu manager mereka yang bernama Ibu Desi.


Ibu Desi menyambut mereka dengan hangat lalu menyurh resepsionisnya untuk membawakan minuman untuk tamunya.


"Ini portfolio WO kita."


"Di sini terdapat beberapa acara pernikahan yang pernah kami tangani."


"Ada yang indoor, outdoor, mewah, sederhana, siang dan malam."


"Silakan dilihat-lihat dulu untuk mendapatkan referensi."


"Di lembaran terakhir ada beberapa testimoni dari pengantin yang memakai jasa kita."


Sarah dan Sandra membuka halaman demi halaman terkagum-kagum dengan dekorasi acara yang digunakan para pengantin.


"Ehm, kalau boleh saya tahu, bagaimana pernikahan impian nona Sarah?" tanya Bu Desi.


Sarah terdiam sejenak kemudian berkata aku ingin pernikahanku nuansa putih dan pink. "Aku hanya ingin bunga mawar hidup berwarna putih dan pink yang menjadi dekorasi di pelaminan dan di seluruh ruangan."


"Hhmm ya ya saya mengerti itu nanti bisa kita bicarakan lebih lanjut dengan vendor dekorasi di pertemuan kedua."


"Di pertemuan itu akan ada beberapa vendor selain dekorasi yaitu catering, MC, baju pengantin, penata rias, musik dan souvenir. Ada baiknya orang tua calon mempelai hadir untuk memberikan masukannya."


"Nah ini beberapa brosur dari vendor kami silahkan anda bisa bawa pulang untuk lebih dipelajari." Ucap bu Desi.


Sarah dan Sandra pamit setelah ditelepon Gio mengatakan dirinya sudah ada di parkiran WO menjemput mereka.


"Sayang..... Koq kamu jemput tidak bilang-bilang sih?"


"Kan aku mau bikin surprise sayang."


"Aku juga takut calon istriku digoda supir taksi." Goda Gio sambil mencium pipi Sarah.


"Suit suiwww yang mau nikah serasa dunia milik berdua saja, yang lain ngontrak." Ucap Sandra kesal melihat kemesraan di depannya.


"Kamu lapar tidak sayang tanya Gio?"


"Tidak sih tadi aku sudah sarapan."


"Kamu sudah makan?" Tanya Sarah.

__ADS_1


"Belum nih makanya aku mau ngajakin makan di cafe deket sini tuh setelah lampu merah ada cafe bagus."


"Oh ya sudah ayo kita kesana!" Ajak Sarah setuju.


__ADS_2