Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Surprise dari Risma


__ADS_3

Gio mengantarkan Sarah pulang sekitar pukul 10 malam. Gio terus saja memeluk dan menghujani Sarah dengan ciuman bertubi-tubi.


Sejak di kafe tidak ada puasnya Gio mencium keningnya, pipi kiri dan kanan, kedua matanya, hidungnya, dagunya, dan terakhir bibirnya. Gio menamakan ciuman itu "uma 8" karena ciumannya diarahkan ke 8 titik di wajah.


Gio terus saja melancarkan aksinya, seakan lupa dia sedang ada di dalam mobil yang terparkir di rumah calon mertuanya.


"Sudah donk sayang, aku takut ketahuan ayah dan ibu kita berciuman di sini"


"Tapi aku sungguh menginginkanmu, bibirmu rasanya sangat nikmat terasa manis dan memabukkan."


Sarah tersipu malu lalu mencoba untuk keluar dari mobil Gio sebelum kepergok orang tuanya.


Gio menarik tangan Sarah lalu melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Sarah menahan kepergian Sarah untuk melangkah ke dalam rumah.


"Sayang, aku sangat mencintaimu." Berjanjilah untuk selalu mencintaiku seumur hidupmu. Jangan pernah tinggalkan aku.


"Iya iya Gio sayang,,, Aku kan tidak akan meninggalkanmu, aku hanya akan masuk ke dalam rumah."


"Ini kan sudah malam."


"Kurang dari sebulan lagi kan kita akan pulang ke rumah yang sama."


"Aku akan melepaskanmu asal kamu berjanji dulu akan selalu mencintaiku dan tak akan pernah meninggalkanku."


"Baiklah aku berjanji akan selalu mencintaimu Gio sayang dan tak akan pernah meninggalkanmu." Ucap Sarah sambil mengangkat kedua jarinya.


"Ya sudah, kamu masuk ya istirahat."


Ehem ehem...


Tiba-tiba terdengar suara sang ayah dari balik pintu.


"Sudah pulang"


"Eh iya om."


"Aku juga sudah mau pamit om sudah malam." Ucap Gio. Kemudian Gio mencium punggung tangan calon mertua berpamitan pulang.


"Ya hati-hati di jalan nak Gio."


Sarah masuk ke dalam rumah dengan perasaan sedikit takut. Takut ayahnya melihatnya berciuman tadi. Haduh malunya Sarah, lalu ia langsung berlari ke kamar berharap ayah tidak mengajukan pertanyaan apa pun padanya.


Setelah membersihkan diri dan berganti pakaian, Sarah memutuskan langsung tidur karena perasaannya sedang bahagia, merasa dicintai akan mudah untuk tidur. Apalagi rasa penasarannya tentang Gio sudah terjawab jadi pikirannya sudah tenang.


Dicarinya HP untuk membuka medsos sebentar sambil menunggu kantuk datang. Sarah sampai harus membongkar semua isi tasnya agar menemukan HP itu. Tapi yang dicari tidak ia temukan. "Waduh HPku dimana?" Apa tertinggal di mobil Gio? Ah semoga saja begitu. Jangan sampai ketinggalan di cafe tadi, batin Sarah.


Sarah memutuskan untuk mencoba tidur tanpa memikirkan HPnya. Dia menarik selimut dan langsung terlelap ke alam mimpi.


*****


Matahari tak menampakkan sinarnya pagi ini. Udara terasa sangat dingin, membuat Sarah enggan membuka mata walaupun terlihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 8. Pagi itu cuaca mendung, membuat kebanyakan orang malas beraktifitas.


Bila Sarah tidak ingat harus membawa HPnya yang tertinggal di mobil Gio, ia akan menarik lagi selimutnya dan kembali tidur.


Sarah berjalan menuju kamar adiknya.


"Safana, pinjami aku HPmu sebentar aku harus menghubungi Gio."


"Memangnya HP kakak kemana?"

__ADS_1


"Tertinggal di mobilnya semalam, kakak mau memastikan apakah HPku ada padanya atau tidak."


Sarah menelepon Gio namun tidak ada jawaban. Ah sepertinya kekasih tampanku itu masih terbuai di alam mimpi.


"Tidak diangkat, ini HPmu terima kasih ya Dek."


"Safana hanya mengangkat alis tanpa bersuara."


Baiklah aku akan memberinya kejutan datang tiba-tiba sepagi ini, pikir Sarah.


Setelah mandi, memakai bedak tipis dan lip balm, Sarah pergi ke rumah Gio diantar mang Dana. Dilihat sekeliling, sepertinya pengawal yang disewa om Adam tidak ada. Ah syukurlah mungkin pengawal itu hanya bekerja saat tahu aku akan keluar rumah saja.


Jalanan sepi dengan kendaraan pagi itu, karena ini adalah masa liburan anak sekolah. Yang lalu lalang hanya beberapa orang mengayuh sepeda mereka untuk berolahraga.


Cukup memakan waktu 15 menit, Sarah tiba ti kosan Gio.


Deg... kenapa hatiku berdebar yaa? Apakah karena aku baru kali ini akan memberinya kejutan akan kedatanganku?


Sarah berjalan dengan semangat menyusuri kamar per kamar di koridor itu hingga sampailah di kamar milik Gio.


Diketuknya pintu perlahan... tok..tok..tok


Tidak ada jawaban. Sepertinya Gio masih tidur. Lalu Sarah melihat jendela kamarnya yang terbuka sedikit. Ia memberanikan diri membuka jendela itu dan mengintip ke dalamnya. Jendela kamar itu dibuka lebih lebar oleh Sarah agar kepalanya bisa masuk melongok ke dalamnya.


Setelah kepalanya masuk, mata Sarah menyusuri arah tempat tidur Gio. Terlihat ada makhluk di sana yang sedang tertidur.


Tapi koq itu berambut panjang dan bergelombang, dari belakang hanya terlihat punggung tanpa sehelai benang pun menutupi. Tubuhnya berbentuk sepertiku namun lebih pendek. Kemudian perempuan itu membalikkan badannya hingga terlihat dua gunung kembar yang begitu besar dan montok memelototi Sarah.


Tiba-tiba hati Sarah berdegup kencang sekali, kaki dan tangannya gemetar, pandangannya serasa kabur dan pusing. Sarah terduduk lemas di lantai di bawah jendela kamar itu. Brukkk Sarah ambruk dan kepalanya membentur kaca jendela.


Gio terbangun ketika mendengar suara kaca di sampingnya. Lalu sambil mengucek-ngucek mata, ia berjalan ke arah jendela. Yang terlihat dari dalam hanyalah sepasang kaki yang jenjang dibalut sepatu hak datar berwarna cream, berhiaskan pita putih di atasnya.


"Sar.. Sarahhhh" teriaknya.


Tanpa memperdulikan ada kehadiran perempuan lain di tempat tidurnya, Gio membuka kunci kamar dan menghampiri Sarah.


"Sayang, kamu di sini?"


"Kenapa tidak memberitahuku kalau akan datang?"


"Aku kan bisa bangun lebih cepat."


"Ah kamu sudah rindu padaku ya walaupun semalam kita baru bertemu."


"Kamu rindu ciumanku ya sayang?"


Gio menciumi kepala Sarah lalu didorong oleh gadis itu.


Sarah yang sedari tadi syok hingga lidahnya kelu mencoba untuk bersuara.


"Kenapa aku harus memberitahumu dulu sebelum datang?"


"Supaya kamu bisa membereskan semuanya dulu?"


"Iya donk, aku akan membereskan kamarku dahulu dan menyiapkan diriku untuk bertemu dengan calon istriku."


"Kamu tidak suka kan aku bau jigong begini." Gio tergelak.


Dia tidak sadar bahwa ada Risma di kamarnya sedang tidur tanpa busana.

__ADS_1


Sarah kesal sekali mendapati kekasihnya yang tak tahu malu ini yang seakan lupa apa yang terjadi.


"Sepertinya kamu tidak membutuhkanku lagi. Aku akan pulang saja."


"Aku tidak mau mengganggumu."


"Tapi aku mohon tolong ambilkan HPku sepertinya tertinggal di mobilmu semalam" ujar Sarah ketus.


"HP?" "Oh begitu."


"Sebentar ya aku ambil kunci mobil di dalam."


Ketika masuk ke kamar, Gio kaget bukan main, ia baru tersadar baru benar-benar terbangun dari tidurnya saat melihat ada Risma di kasurnya.


Eh eh... Gio membalikan badan dan hampir menabrak Sarah yang sudah bertolak pinggang di belakangnya.


"Jadi begini kelakuanmu di belakangku?"


"Begini ternyata kelakuan calon suamiku yang katanya sangat mencintaiku?"


"Di mana itu, Cinta?" Di mana?


"Cepat katakan apa begini yang dinamakan cinta padaku?"


"Tidur dengan dipeluk perempuan lain yang bertelanjang begitu disebut cinta?"


"Beberapa minggu lagi kita akan menikah dan kenapa kamu melakukan ini padaku?"


"Kamu berselingkuh Gio."


"Kamu mengkhianatiku!"


"Kenapa kamu setega ini padaku?"


Sarah bertanya bertubi-tubi tak terasa air matanya mengalir deras di pipinya.


Mendengar ada teriakan, Risma membuka matanya. Dia tidak lantas menutup tubuhnya yang telanjang, dia malah dengan angkuhnya berdiri ke hadapan Sarah.


"Hai Sarah, kenalin aku Risma." Sambil mengulurkan tangan kecilnya dengan tanpa dosa.


Sarah hanya menatap perempuan bugil itu dan merasa sangat jijik hingga enggan menyambut tangannya untuk bersalaman.


Gio hanya diam seribu bahasa, memegang kepala dengan kedua tangannya mencoba mencerna keadaan.


Aku butuh kopi, batin Gio.


"Aku sudah tahu siapa dirimu Risma, mantannya Gio!" Sarah berbicara pelan sambil mengepalkan tangan kanannya.


"Kenapa kamu masih menemui calon suamiku dan tidur bersama begini?"


"Kenapa Kau seperti wanita murahan?" Sarah berteriak.


Gio memeluk Sarah yang mulai diserang emosi. Gio menciumi kepalanya dan menghapus air matanya dengan ciuman.


"Sayang,,, sayang,,, ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Gio mengelak.


"Pakai pakaianmu Risma, kenapa kau hanya berdiri saja!?" Teriak Gio geram.


Sarah mencoba melepaskan pelukan Gio namun Gio malah menambah erat kuat memeluknya.

__ADS_1


Aku datang sepagi ini tujuannya selain mengambil HPku adalah untuk memberikan surprise untukmu Gio. Tapi ternyata malah aku yang mendapat surprise dari Risma seperti ini.


__ADS_2