Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Lagi,,,?


__ADS_3

Malam itu Sarah kekenyangan. Setelah makan malam dilanjutkan dengan ngemil kebab di jalan Mangga ia langsung tertidur pulas tanpa berganti pakaian atau pun membersihkam wajahnya.


"Jangan..... jangan pergiiiii jangan tinggalkan kami. Kasian anakmu ini kalau harus kehilangan figur ayahnya."


"Sarah menarik lengan Gio menahan kepergiannya. Gio menghempaskan tangan itu dengan sangat kasar. Lelaki yang ia cintai, ayah dari anaknya akan pergi bersama wanita lain."


Di mana cintamu yang begitu besar padaku? Di mana cintamu yang selalu kau ucapkan? Cinta tidak akan kalah oleh nafsu. Kau tidak mencintainya. Katakan kau tidak mencintainya!!! Kembalilah... kembalilah... aku mohon...Kasihanilah anakmu."


Lelaki tampan itu tidak menghiraukan Sarah dan anaknya... Ia tetap pergi meninggalkannya dalam keadaan berlutut di jalanan beraspal diguyur hujan.


Sarah langsung bangun dengan keringat bercucuran di pelipisnya... Apa itu tadi? Ahh Alhamdulillah itu semua hanyalah mimpi. Kenapa mimpi itu terasa sangat nyata. Bagaimana kalau Gio benar-benar meninggalkan ia dan anaknya suatu saat nanti? Pergi untuk wanita lain...


Aahhh Sarah bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan solat malam agar ia bisa kembali tidur dengan tenang.


*****


Di Kosan Gio


"Sayang, Kamu yakin akan tetap menikahinya?"


"Kamu kan masih ada waktu untuk membatalkan pernikahanmu"


"Atau kau tidak usah hadir saja ya di pernikahanmu nanti?"


"Kita pergi saja ke luar kota ke villa milik ayahmu di Puncak."


Risma merajuk pada Gio sambil menempelkan dadanya ke punggung Gio


"Ah jangan berkhayal terlalu tinggi, nanti kamu sakit bila terjatuh!"


"Aku mencintai Sarah dan ia sedang mengandung anakku saat ini."


"Aku tidak akan meninggalkankannya!"


Gio berdiri lalu memakai kembali pakaiannya yang ia hempaskan ke lantai sebelum ia bercinta dengan Risma.


"Apaaa?" "Perempuan Sia*** itu hamil anakmu?"


"Apa kamu yakin ia anakmu, darah dagingmu?"


"Tentu saja aku yakin!"


"Dia tidak pernah menemui lelaki lain apalagi sampai bercinta dengan lelaki lain sepertimu!"


Gio mencibir Risma.


"Ya aku melakukan itu kan karena kamu berpaling dariku."


"Karena kamu mengacuhkanku untuk Sarah."


"Kamu hanya menerimaku saat ingin melampiaskan syahwatmu saja!"

__ADS_1


"Itu kamu sudah paham kan kenapa aku masih bersamamu?"


"Karena nafsu semata, cintaku padamu telah lama pergi sejak kau tidur dengan Helmi sahabatku sendiri!"


"Aku sungguh benci perempuan yang tak setia!"


" Sekarang pulanglah!" Gio menepis tangan Risma agar berhenti menyentuhnya.


"Aku tidak mau.... aku mau menginap di sini seperti biasanya."


"Kita bisa bercinta lagi beberapa ronde kan?"


Risma memainkan mata genitnya lalu berlutut di antara kaki Gio... Gio pun terlena lagi...


Lagi dan lagi...


Hampir setiap malam Gio dan Risma melakukan hubungan suami istri di kosan itu. Gio melakukan hal itu demi keuntungannya semata. Saat ia sudah menikah dengan Sarah, ia berniat akan berhenti menemui Risma dan hanya akan melampiaskan nafsu birahinya pada istrinya. Risma hanya pemuas nafsu.


*****


Pagi datang...


Risma bermaksud untuk menyiapkan sarapan untuk Gio. Ia ingin mengambil hati Gio agar berpaling dari Sarah. Risma berharap dengan memberikan perhatian dengan membelikan sarapan, akan membuat hati Gio tergetar dan kembali mencintainya.


Risma segera bangun dan mandi. Ia memakai celana yang sangat pendek dan kaos warna putih ketat. Mengambil kunci mobil Gio dengan santainya lalu pergi mencari sarapan.


Di tempat nasi kuning tak jauh dari kosan Gio ia bertemu dengan Erni, Pelayan yang biasa membersihkan kosan Gio.


Erni yang bertubuh gemuk itu melirik kesal ke arah Risma.


"Ih iya ya dasar perempuan mura*** tak punya malu masih saja tidur dengan calon suami orang!"


Risma mendengar obrolan mereka lalu menampar pipi keduanya.


Plakk plakkkk


"Berani-beraninya kalian membicarakanku!"


"Punya hak apa kalian mengurusi kehidupanku?"


"Toh mereka juga belum menikah jadi aku masih berhak memilikinya."


"Tutup mulut kalian atau kalian akan menyesal!"


Risma membatalkan niatnya untuk membeli nasi kuning di situ. Ia berjalan sambil kesal masuk ke mobil lalu membanting pintu. Dipukulnya stir berkali-kali lalu ia menangis sekencang-kencangnya.


"Rrrghggghhh kenapa semua orang berpihak pada perempuan sial** itu?"


"Kenapa harus ada Sarah di hidup Gio dan kenapa Gio mencintainya...!?"


Huaaaaaaa hiks.... Risma menangisi nasibnya

__ADS_1


Gio terbangun lalu berjalan arah ke meja makan untuk minum air mineral dan membuat kopi. Ia menyadari kunci mobilnya tak ada di sana.


"Huhh pasti Risma yag membawa mobilku... dasar perempuan tak tahu diri seenaknya sekali dia memakai mobilku seperti aku ini masih kekasihnya dulu!"


"Aku harus tegas memberi batasan padanya mulai sekarang agar ia tak bersikap kurang ajar!" gumam Gio.


Setelah meminum hot kapucinonya. Gio menelepon Risma


Risma yang sedang menangis sontak kaget mendengar HPnya bergetar di pahanya


"Halo sayang... sudah bangun yaa kamu nyenyak sekali tidurnya aku tak tega membangunkanmu."


"Hey kamu berani sekali membawa mobilku tanpa minta ijin dulu padaku!?"


"Aku tak perduli di mana pun kamu berada sekarang, cepat kembali ke sini dan bawa mobilku dalam keadaan utuh!!"


"I.. iyyaaa sayang sebentar ya aku akan membeli sarapan dulu untukmu ini."


"Tidak perlu banyak alasan... cepat datang atau kau akan menyesal!!"


Membeli sarapan untukku? Heemmm tumben dia bersikap manis begini sudah seperti seorang istri saja... batin Gio.


Risma menghapus air matanya dengan tissue lalu menyalakan kunci kontak melaju ke minimarket untuk membeli roti dan susu.


Di minimarket saat sedang khusyu memilih roti sambil membungkuk, Risma dikejutkan oleh seorang laki-laki setengah baya yang menyenggol bokongnya sepertinya dengan sengaja.


Lelaki berparas tampan, tubuhnya tinggi tegap, berkulit sawo matang. Ia menggunakan setelan jas hitam dengan kemeja warna putih di dalamnya disertai dasi hitam.


Bukkkkkk


Aduhhh duhhh


"Maaf maaf ya nona cantik aku tidak sengaja."


"Wah wah aku beruntung sekali sudah mendapatkan rezeki bertemu dengan gadis cantik sepertimu." Ucap pria itu sambil menelanjangi tubuh Risma dari atas hingga bawah dengan mata nakalnya.


"Eh iya iya tidak mengapa... tidak sakit koq pak." Jawab Risma.


"Ah,,, jangan panggil bapak donk, panggil om saja begitu saya kan masih muda." Ujar lelaki itu sambil mengangkat alisnya.


"Kenalkan, Saya Boy." Katanya sambil menjulurkan tangan


"Eh... namaku Risma."


"Ini kartu namaku... bagaimana kalau nanti kita bertemu lagi untuk makan malam?"


"Oh.. Entahlah... Nanti aku pikirkan." Risma sok jual mahal seperti gadis baik-baik saja


"Baiklah.. Pinjam HPmu aku akan memasukan nomorku kalau-kalau kartu namaku kau buang." Pria itu tersenyum kecil


"081223××××××" jawab Risma

__ADS_1


"Terima kasih cantik... Aku permisi dulu ya mau ke kantor." ucap pria itu sambil berlalu


Risma memandangi pria separuh baya itu. Hemmmm penampilannya boleh juga necis dan tampan walaupun sudah berumur.. sepertinya orang kaya... batin Risma.


__ADS_2