Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Memanjakan Sarah


__ADS_3

Risma kembali ke kosan Gio dengan membawa beberapa bungkus roti dan sekotak besar susu UHT. Tas belanjanya berisi roti sobek rasa coklat keju, roti coklat sarikaya dan roti sobek isi keju. Susunya dikemas dalam wadah kertas berwarna biru.


Ia mengeluarkan semua isinya di atas meja makan di hadapan Gio yang duduk di sana. Semua dikeluarkan lalu ada selembar kartu nama yang ikut keluar. "Boy Antonius Wicaksono, Direktur PT. Elang Sakti"


"Kartu nama siapa itu?" Gio melemparkannya ke atas meja.


"Hem sepagi ini kau sudah mendapatkan mangsamu?"


"Dasar perempuan licik!"


"Pantas saja kau pergi lama sekali hanya untuk membeli roti dan susu, ternyata kau sekalian mencari mangsa ya?!"


Ah aku memang sengaja memasukkan kartu nama itu ke kantong belanjaan agar dilihat Gio. Sepertinya aku berhasil membuatnya cemburu. batin Risma


"Kenapa? Kau cemburu ya?"


"Itu tandanya kau masih cinta padaku kan, Gi?"


"Sudahlah, akui saja bahwa kau masih menyimpan hatimu untukku kan?"


Risma kegeeran


"Cih percaya diri sekali kamu ya!!" hahahaha


"Tidak ada rasa cemburu sedikit pun di sini (Gio menunjuk dadanya) untuk perempuan sepertimu!" Ucap Gio sambil melangkah ke kamar mandi


Kemudian Gio berbalik


"Mana kunci mobilku?"


"Jangan pernah kamu berani lagi menggunakan semua milikku kecuali yang ini!"


(Gio menunjuk tengah pahanya)


"Oya satu hal lagi yang harus kamu pahami."


"Buang jauh-jauh niatmu untuk sok perhatian padaku, aku tidak akan pernah membuka hati lagi untukmu!"


"Sekarang pergilah dari sini dan bawa semua roti dan susumu!!"


Risma cemberut dan matanya mendelik ke atas kesal sekali bahwa rencananya untuk mencari perhatian Gio telah gagal total. Dengan terpaksa ia pun pulang membawa semua yang telah dibelinya dan mencium kartu nama Om Boy.


Ah tidak ada Gio, Om Boy pun jadi... gumam Risma


*****


"Halo sayang sedang apa?"


"Aku sedang membaca novel cinta pemberianmu waktu itu, sayang."


"Kamu di mana?" tanya Sarah


"Aku di kosan."


"Kita lunch bareng yuk di cafe "R" sekalian kamu bisa creambath di sana kan di lantai dasarnya?"


" Hemmm tumben kamu mau menemani aku nyalon beb?"


"Pasti ada maunya nih ya kan?"


"Haha tidak ada maksud tersembunyi koq sayang, aku hanya ingin kamu rileks."

__ADS_1


" Aku baru browsing tentang kehamilan dan katanya ibu hamil tidak boleh stress harus rileks dan bahagia agar bayinya sehat di dalam sana."


"Jadi aku ingin menemanimu nyalon setelah kita makan siang."


"Oke boleh.. boleh... aku juga rasanya ingin makan pancake favoritku di sana."


"Aku jemput sejam lagi ya?" tanya Gio


"Tidak usah jemput sayang... aku pergi bareng Sandrina saja kebetulan dia mau pergi ke daerah sana diantar mang Dana."


"Oke kalau begitu sayang... sampai ketemu di sana yaa muachhhh"


Hem kenapa ya rasanya aku malas bertemu Gio, tidak seperti biasanya...


Sarah membuka lemarinya lalu memakai dress kotak-kotak berkancing depan. Kali ini memakai sandal hak tinggi 7 cm berwarna krem dan tas berwarna sama.


"San, kakak nebeng ya mau ke salon "R" searah denganmu kan?"


"Lho tumben tidak dijemput kak Gio kak?


"Iya nih kakak lagi malas bertemu dia sebenarnya."


"Haha kenapa kak? Apa kakak lagi kena sindrom pra nikah?"


"Idihhh emang ada ya sindrom begituan?"


Sandrina mengangkat kedua bahunya lalu berjalan ke halaman disusul Sarah di belakangnya.


Mang Dana tersenyum bahagia melihat kakak beradik itu berangkat bersama.


*****


Gio mampir ke toko bunga di jalan TS dia ingin memberi kejutan pada pujaan hatinya


"Siang Tuan" Sapa pemilik toko bunga ramah menyambut kedatangan pembeli pertamanya.


"Siang Mas... Saya mau membeli mawar Putih dan Pink sejumlah 100 buah ya."


"Tolong siapkan pilih bunga yang terbaik!"


"Se... seratus tangkai Tuan?"


"Iya seratus... kenapa heran?"


"Iya iya tuan segera saya siapkan."


Dengan penuh semangat mas pemilik toko bunga itu merangkai bunga mawar putih dan pink ditambah dengan beberapa hiasan lalu dibungkus dengan plastik dan diikat pita pink berukuran besar.


"Cantik tuan bunganya... pasti untuk pacarnya ya tuan?"


"Hemmm calon istri mas!"


"Oalahhh belum menikah saja sudah seromantis ini, beruntung sekali ya calon istri tuan itu."


"Ini uangnya."


"Ini tapi kelebihan uangnya tuan?"


"Ah sudah simpan saja sisanya mas!"


"Wah tuan anda baik sekali... terima kasih terima kasih tuan ucap mas itu sambil membungkukkan badannya berkali-kali."

__ADS_1


"Semoga tuan dan calon istri segera menikah, selalu bahagia dan langgeng sampai maut memisahkan."


"Aamiin... makasih mas" Gio beranjak pergi membawa buket bunga besar nan harum.


Gio tiba di salon dan cafe "R" lalu mencari keberadaan Sarah. Mengecek nama Sarah di bagian resepsionis tapi tak ditemukan. Ternyata Sarah belum tiba.


"Sayang,, aku akan tunggu di cafe atas yaa, sepertinya kamu masih di jalan."


Gio mengirimkan pesan chat pada Sarah


"Iya sayang, aku OTW agak macet ini."


Sarah membalas


Gio memilih duduk di dekat jendela agar bisa melihat kedatangan Sarah di bawah.


Dia beberapa kali menengok ke tempat parkir namun batang hidung Sarah tak nampak juga.


Kenapa aku sangat merindukannya ya? Padahal ketemu setiap hari... batinnya.


Setelah menghabiskan hampir setengah gelas juice alpukatnya. akhirnya Sarah sampai juga.


"Sayangggg,,, maaf ya aku terlambat." Ucap Sarah sambil memeluk Gio dan mencium kedua pipinya.


"Tidak koq sayang kamu tidak terlambat, aku yang datangnya terlalu cepat."


"Ini untukmu sayang!" Gio menyerahkan buket bunga sambil mencium tangan Sarah seraya berkata...


"Bunga cantik untuk perempuan cantik yang selalu ada di hati dan pikiranku."


Sarah tersipu malu pipinya merona merah lalu diraihnya buket bunga itu


"Wowwww indahnyaaaa banyak sekali bunganya sayang berat megangnya."


Gio mengambil alih buket itu dan menyimpannya di kursi kosong di sebelah kursinya


"Kamu koq so sweet banget sih hari ini, ngasih aku buket bunga besar, mau menemani aku nyalon... ada apa sayang?"


"Tidak ada apa-apa... seperti ku bilang tadi, aku hanya ingin membuatmu bahagia."


Sebetulnya di balik itu semua Gio merasa bersalah karena masih berselingkuh dengan Risma dan mencoba menebus kesalahannya dengan berbuat manis pada Sarah.


Gio yakin Sarah tidak akan mengetahui perselingkuhannya bila dia selalu bersikap manis pada Sarah. Gio merasa terpaksa masih menemui Risma karena Sarah tidak pernah mau tidur dengannya sampai mereka menikah.


"Sayang... Gi.... kamu ngelamunin apa sih?"


"Dari tadi aku panggil diam saja."


"Eh tidak sayang... aku hanya mengagumi kecantikanmu."


"Beberapa hari ini aku melihatmu lebih cantik, lebih segar ya wajahnya... apa kamu melakukan perawatan?"


"Tidak koq sayang... aku tidak melakukan perawatan apa pun mungkin karena aku hamil jadi auranya berbeda." Sarah tertawa


"Oh begitu ya..."


"Ya sudah pesan dulu yu sayang!"


Di meja sebelahnya, baru datang seorang wanita cantik mengenakan dress hitam tanpa lengan dan tas branded berwarna coklat. Di sampingnya ada lelaki paruh baya berkulit sawo matang berwajah tampan bertubuh tinggi tegap menarikan kursi untuknya.


"Silahkan duduk istriku sayang."

__ADS_1


__ADS_2