
Sarah menggeliatkan tubuhnya, menyingkapkan selimut lalu berjalan ke arah jendela. Ahhh pagi yang sangat indah. Mentari bersinar terang, burung-burung di taman berkicau bersahut-sahutan seolah berbicara selamat pagi padanya.
Ditariknya nafas dalam-dalam menghirup udara pagi yang sejuk, lalu dihembuskannya perlahan. Sarah memutuskan untuk mengambil energi positif (Yang: dalam filosofi Cina) dari alam dan mengeluarkan energi negatif (Yin: dalam filosofi Cina) dari dalam dirinya. Melupakan sejenak beban di hati dan pikirannya atas peristiwa menyakitkan kemarin.
Huh... seketika teringat kejadian itu saat Gio dipeluk Risma di tempat tidurnya. Menghancurkan ketenangannya di pagi yang indah ini.
Sarah memutuskan mandi berendam air panas di bath ub. Diambilnya sabun aromaterapi beraroma lavender dan apel lalu memasukannya 10 tetes ke air.
Sarah kembali ke kamar untuk memutar radio favoritnya berharap mendapat tambahan energi positif dari lagu kesayangannya.
"Terus melangkah melupakanmu
Lelah hati perhatikan sikapmu
Jalan pikiranmu buat ku ragu
Tak mungkin ini dapat bertahan"
"Perlahan mimpi terasa mengganggu
Ku coba untuk terus menjauh
Perlahan hati ku terbelenggu
Ku coba untuk lanjutkan hidup"
"Engkau bukanlah segalaku
Bukan tempat tuk hentikan langkahku
Usai sudah semua berlalu
Biar hujan menghapus jejakmu"
(Ariel Noah & BCL)
sumber : Youtube
Ahhh ya ya sepertinya aku harus menghapus jejakmu wahai Gio dan Risma. Kalau menyangkut Risma, aku akan mudah menghapus jejaknya tapi Gio ahhh akan sulit karena aku mencintainya.
Setelah ikut bernyanyi, Sarah menenggelamkan diri di bath ub dengan mata terpejam berharap menemukan jawaban untuk hubungannya dengan Gio.
10 menit, 20 menit, 30 menit di dalam bak mandi, Sarah memutuskan untuk menyelesaikan acara berendamnya dan membilas diri setelah dilihatnya kulit tangannya keriput.
Dengan jubah mandi berwarna baby pink, Sarah keluar dari kamar mandi lalu mengeraskan volume radio.
Terdengar suara penyiar dari sana...
Selamat pagi sobat muda! Pagi ini kita masih membahas tema "Apakah akan bertahan dalam hubungan setelah pasanganmu ketahuan selingkuh?" Kita tunggu telepon dari sobat muda ya untuk memberikan pendapatnya.
Hahhhh? Serius ini temanya? Kenapa bisa sesuai sekali dengan apa yang kualami. Gumam Sarah
Setelah menyimak beberapa pendapat pendengar di pesawat radio, Sarah memutuskan untuk melangkah ke lemari pakaian. Langkahnya terhenti saat mendengar lagu.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
__ADS_1
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
(Yovie & Nuno)
Sumber: Musixmatch
Ahh Sarah menelan salivanya lalu berdebat dengan hatinya.
Apakah ini jawaban dari kegalauanku? Apakah aku harus tetap menikah dengan Gio dan percaya padanya lagi?
Tapi bagaimana kalau ia masih mencintai Risma dan kembali berhubungan dengan perempuan itu setelah kami menikah?
Apakah dia pantas menerima kesempatan dariku?
Bagaimana bila Risma tidak menepati janjinya dan terus merongrong hubungan kami?
Ahhhh pusing memikirkannya, lebih baik aku sarapan yang banyak dan minum kopi supaya energi positif kudapatkan kembali menghapus energi negatif ini.
Energi Yin dan Yang dalam diri Sarah terus saja datang silih berganti. Kadang senang saat ia mengingat kebaikan dan cinta yang Gio berikan, tapi langsung sedih dan kesal saat ingat perbuatan Gio yang tega menyakitinya.
Aku belum bisa berpikir jernih sekarang. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa bercerita pada siapa pun untuk meminta pendapat.
Aku takut pendapat keluarga dan teman-temanku tentang Gio yang mencintaiku dengan sungguh-sungguh akan berubah bila tahu tentang perselingkuhannya ini.
Setelah berpikir cukup dalam, akhirnya Sarah memutuskan untuk memendamnya sendiri selamanya tidak bercerita pada siapa pun termasuk Sandra sahabat sejatinya.
Ya biarlah hanya mang Dana yang tahu toh ia tahu dengan sendirinya bukan dari mulutku. Aku yakin mang Dana cukup bijak menyikapi masalah ini.
Setelah menghabiskan roti yang diolesi mentega dan madu serta segelas hot kapucino Sarah merasa mood-nya kembali baik, energi positif menguasainya. Kemudian ia memutuskan kembali ke kamar untuk membuka paper bag hasil belanja seserahan waktu itu.
Dibukanya paper bag itu satu-persatu dari mulai make-up, skin care, sepatu, tas, pakaian dan pakaian dalam. Hatinya bergetar melihat pakaian dalam yang seksi itu. Seketika Sarah merasa rendah diri.
Apakah aku akan terlihat bagus mengenakan ini? Apakah tubuh bagian dadaku yang tidak sebesar punya Risma akan bisa membuat Gio bahagia? Apakah kelak saat Gio menyentuh tubuh ini dia tidak akan membayangkan tubuh Risma?
Bagaimana jika saat Gio sedang menikmati tubuhku dia membandingkannya dengan tubuh Risma yang semok itu? Bagaimana jika dia merasai tubuhku tapi di pikirannya yang ada hanya Risma?
Oh Tuhan, aku takut...
Energi negatif menguasainya lagi, air mata pun mengalir deras di wajahnya. Ya sepertinya energi negatif menang kali ini.
__ADS_1
Ah tidak... tidak... Sarah segera menghapus air matanya lalu membereskan semua isi paper bag, memasukannya satu-persatu ke dalam box berwarna baby pink.
Aku harus tetap berpikir positif. Aku akan menonton film di dvd player untuk mengalihkan kesedihan dan ketakutanku sejenak. Setelahnya aku akan membaca novel romantis yang endingnya bahagia. Begitu rencana hari ini.
Sarah mengangkat kedua tangannya ke atas, berdoa...
Ya Tuhanku, lindungilah hubunganku dan Gio calon suamiku. Apabila dia memang jodohku, maka dekatkanlah kami dan mudahkan segala urusan kami serta selamatkan kami dari segala godaan. Namun, apabila dia bukan jodohku, maka segera jauhkanlah kami dan berikan kami kekuatan untuk melewati itu semua.
Aamiin...
Berdoa membuat energi negatif mulai berkurang, diganti dengan sebuah keyakinan bahwa masih ada Tuhan yang akan membantunya.
Ketika sedang asyik menonton film romantis yang ada adegan berpelukan, Sarah jadi teringat Gio. Sarah rindu lelaki itu. Sarah rindu pelukannya, kehangatan jemarinya saat merengkuh jemariku, kelembutan bibirnya saat menyentuh bibirku.
Lamunan Sarah buyar karena terdengar ketukan di pintu.
Tok.. tok.. "Maaf mengganggu Non, ada tamu kata Bibi pelayan."
"Siapa bi?"
"Tuan muda Gio non."
Ah panjang umur, orang yang sedang dibayangkan datang gumam Sarah.
"Baiklah, aku akan segera menemuinya. Terima kasih bi."
Energi positif dalam diri Sarah sudah terkumpul. Ditambah dengan besarnya kerinduan pada Gio maka Sarah akan menemui Gio dalam perasaan bahagia.
"Sayang apa kabar?" Gio melangkahkan kaki ke arah tangga untuk menyambut pujaan hatinya lalu mencium pipinya.
"Aku baik koq... Kamu apa kabar?"
"Aku tidak baik karena merasa sangat bersalah padamu dan sangat merindukanmu."
Gio mengelus kepala Sarah lembut.
"Ah sudahlah, tidak perlu dibahas lagi."
"Aku sudah memaafkanmu sayang."
"Kita lupakan semuanya dan mulai dari awal lagi."
"Benarkah sayang?" Gio sangat senang mendengarnya tapi juga sulit untuk percaya.
"Iya sayang...
Lagipula sayang kan kita sudah mempersiapkan pernikahan kita."
"Aku akan rugi besar karena DP catering dan gedung tidak akan bisa ditarik kembali."
"Ah jadi karena rugi kamu tetap bertahan denganku?" Gio cemberut.
"Jadi bukan karena kau mencintaiku?"
Sarah tergelak melihat kekonyolan Gio lalu menatap mata lelaki itu.
"Benarkah kamu merasa sempurna bila aku menjadi istrimu?" Seperti yang kau katakan di surat cintamu kemarin?
"Iya sayang, aku bersungguh-sungguh."
"Hanya kamu sumber kebahagiaanku sekarang dan selamanya."
__ADS_1
Mereka berpelukan lama di ruang tamu itu, hanyut dalam perasaan cinta.
Ah bunga yang bagus dan kata-kata puitis memang bisa meluluhkan hati wanita... Gio tersenyum nakal.