Di Mana Kau, Cinta

Di Mana Kau, Cinta
Gio, Teganya Dirimu!


__ADS_3

Setelah pengaruh barang haram itu habis, Sarah tersadar dari mimpi buruknya lalu syok mendapati tubuhnya telanjang di ranjang Gio. Sarah mencoba bergerak menyingkirkan tubuh Gio dari tubuhnya namun Sarah merasa lemas sekali. Gio tertidur pulas di sampingnya. Hangat nafas Gio menyapu leher belakangnya.


"Apa yang terjadi padaku???!!!"


"Gio bangun!!!"


"Apa yang kau lakukan padaku?"


"Kenapa aku telanjang di ranjangmu?"


"Gio jelaskan padaku" hiks... hiks... tangisan Sarah meledak.


Sssttt Gio membungkam mulut Sarah menenangkannya agar tak terdengar penghuni kos lainnya.


Sarah memunguti pakaian dalamnya memakainya lalu mencari baju seragam putih abu dikenakannya segera. Sarah keheranan mendapati sprei putih polos di ranjang Gio berubah menjadi ada motif merah darah.


Sarah berlari ke kamar mandi untuk buang air kecil yang sudah ditahannya sejak ia terbangun tadi. Sarah kaget karena menemukan bercak darah di celana dalamnya. Apakah aku datang bulan? Pikirnya...


Awww perihhhh kenapa sakit sekali rasanya di bagian selangkanganku? Aku tidak pernah merasakan ini sebelumnya.


Aduh... mengapa ini terjadi padaku? Sarah meneruskan tangisnya di kamar mandi tanpa dipedulikan Gio yang sudah mendapatkan kepuasannya.


Ketika kembali ke kamar, Sarah marah terhadap Gio...


"Kamu jahat Gio!!!"


"Kamu merenggut keperawananku, kesucian yang aku jaga selama ini dalam kondisiku yang tidak sadar karena kau cecoki barang haram itu."


"Teganya kamu Gio!"


"Tegaaaaa kamu lakukan ini padaku!


Aku akan melaporkanmu pada polisi Gio."


"Haahaha silahkan saja kalau kamu berani melaporkanku aku akan menyebarkan video ini di media sosial agar seluruh dunia tahu kamu sudah tidak perawan lagi dan akulah pemenangnya!" "Akulah pemilikmu seutuhnya sayangku!"


"Appaaaa????"


"Kamu merekam adegan tak senonoh itu?" "Kamu ini manusia paling kejam yang pernah aku kenal Gio."


"Mana Gio yang menyayangiku, yang ingin menjagaku, di mana Gio yang sudah kukenal 8 bulan ini?"


Sarah memukul lengan Gio sambil tak berhenti menangis...

__ADS_1


"Gio, teganya dirimu merenggut kesucianku di saat aku sedang lemah karena kesedihanku ditinggal wafat kakekku."


"Kamu aku jadikan tempat berlindung yang paling nyaman selama ini tapi kamu malah mengambil kesempatan dariku."


"Apa salahku Gio?"


"Kamu salah karena telah menolakku cantik."


"Kamu salah karena kamu mempunyai tubuh yang sangat indah yang setiap saat menggodaku."


"Tubuh indahmu menari-nari di hadapanku setiap malam." Aku tak kuasa lagi menahan birahiku yang semakin memuncak saat bersamamu."


"Maaf, aku memang salah karena memanfaatkan keadaanmu yang sedang mabuk tapi aku tidak punya cara lain untuk menaklukanmu dan memilikimu hanya untukku."


"Maaf kamu bilang?"


"Aku tidak akan pernah memaafkanmu Gio. "Kata maaf darimu tak berguna tak akan bisa mengembalikan kesucianku padaku."


"Kata maafmu tidak akan bisa menjanjikan masa depan yang cerah padaku."


"Aku telah salah menilaimu."


"Kini, kamu berhasil menghancurkam masa depanku, Gio!"


"Aku hancurrrrr" hiks hiks hiks....


"Lebih baik aku mati saja menyusul kakekku."


Sarah pergi meninggalkan kosan Gio yang masih bertelanjang dada. Setiap langkah kakinya menyiratkan rasa sakit yang dalam di selangkangannya dan hatinya.


Aku tidak berani pulang ke rumah. Aku tidak berharga kini. Aku sampah keluarga. Aku harus bagaimana?


Jam sudah menunjukan pukul setengah enam sore ketika suara HP Sarah berbunyi. Nama di layar tertulis : IBU.


Sarah tak berani mengangkatnya karena takut ibunya tahu dia sedang menangis dan khawatir. Sarah hanya menuliskan pesan singkat padanya.


"Bu, Sarah di jalan pulang habis kerja kelompok".


Ibu : Ya, hati-hati, cepat pulang sudah mau magrib!


Sarah : Ya Bu....


Setibanya di rumah, Sarah beruntung karena tak harus melihat wajah orang tuanya yang sedang solat magrib. Sarah bergegas mengambil handuk dan menyalakan pancuran membersihkan diri. Aku kotor jerit Sarah dalam hati. Aku tak suci lagi. Gio jahat sama aku... jahaattt!!!

__ADS_1


Sarah menangis dalam mandinya lamaaaa sekali sampai terdengar ketukan di pintu kamar mandi. Tok.. tok.. tok...


"Sarah sudah mandinya cepat ya nak kamu terlalu lama di dalam sana nanti masuk angin." "Ayo keluar, Solat lalu turun ke bawah kita makan."


Aduhhh bagaimana mungkin aku bisa makan sekarang makan bersama keluargaku yang harus kubohongi seolah aku baik-baik saja seolah tak terjadi apa pun dalam hidupku. Aku tidak ada nafsu makan sedikit pun setelah perlakuan Gio padaku sore tadi.


Setiap mengingat wajah Gio rasanya ingin muntah. Sarah menahan tangisnya di meja makan. Dengan terpaksa dia menghabiskan makanannya.


"Sarah, ini kan ayam kecap favoritmu dan capcay kesukaanmu kenapa makanmu sedikit?" "Sarah???" "Kamu dengar Ibu?"


"Eh eh iya Bu, maaf Sarah masih kenyang tadi makan mie goreng di rumah Alya."


"Oh begitu ya... ya sudah sana keringkan rambutmu supaya kamu tidur dalam keadaan rambut kering."


Tumben ibuku perhatian begitu, biasanya ibu tak peduli bagaimana keadaanku... Kenapa ibu peduli padaku sekarang setelah aku menghancurkan masa depanku sendiri Bu... Aku jadi semakin merasa bersalah hiks...


Ini semua salahku karena aku memberi Gio kesempatan untuk menjemputku siang tadi. Kalau saja waktu bisa kuputar kembali, kalau saja aku tahu Gio akan merampas kesucianku hari ini, aku tidak akan pernah mau masuk ke mobil Gio tadi.


Hiks hik hiks... hiksss tangis Sarah meledak lagi sambil ditutupi wajahnya dengan bantal karena tak ingin seorang pun di rumah ini tahu masalah yang sedang dihadapinya. Tak ingin seorang pun mendengar tangisnya.


Suara HP di tasnya berdering kencang membuyarkan kesedihannya. Ahhh Gio... Aku tidak sudi berbicara lagi denganmu.


Beberapa menit kemudian, muncul pesan teks :


"Tenang cantik, aku mencintaimu, aku tak akan meninggalkanmu".


Bagaimana mungkin dia bisa bilang mencintaiku setelah dia menyakitiku... rasa sakit di hati, raga dan jiwaku? Gio juga menyakiti pikiranku. Stress rasanya mengingat diriku sekarang yang sudah tidak utuh lagi.


Sebentar lagi ulang tahunku tiba dan Gio yang berstatus kekasihku malah mendapat hadiahnya di awal. Ulang ke 17 harusnya berstatus "Sweet Seventeen" tapi bagiku yang malang ini akan menjadi "The Worst Seventeen ever" hikss Sarah menelungkupkan tubuhnya dan mukanya menciumi bantal pinknya untuk menangis... hikss... Tega kamu Gio.


*****


Sarah berjalan menuju ruangan yang dihiasi kain serba putih bersih mengkilat. Tertata rapi mawar pink dan putih yang jumlahnya sangat banyakkk kalau dia sanggup menghitungnya sepertinya ada ribuan bunga mawar besar nan indah terpampang di sepanjang koridor dan di dalam ruangan itu. Wah indahnya seperti dalam mimpi.


Sarah melihat semua keluarganya menatapnya haru dan rona bahagia terpancar dari wajah mereka. Keluarganya duduk di area kanan tangannya di kursi cantik yang berhiaskan kain putih dan pita berwarna pink baby. Mereka semua memakai kebaya bernuansa cream dan yang lelaki berpakaian jas coklat dan kemeja cream.


Di sebelah kiri tangannya ia lihat beberapa orang dengan warna kebaya berseragam alias senada berwarna hijau daun dan para lelakinya pun memakai kemeja senada yag ditutupi jas coklat. Sungguh pemandangan yang manis.


Saat Sarah hampir tiba di sebuah meja yang berhiaskan bunga-bunga berwarna-warni ada pink, putih dan hijau Sarah dipersilahkan duduk di kursi yang telah ditarik oleh seorang lelaki tampan yang tak asing baginya. Gio....


Tak lama suasana hening tercipta.


Tiba-tiba suara lelaki dan wanita dari atas panggung terdengar menggema di seluruh ruangan besar nan megah itu. Selamat datang kepada semua keluarga besar calon mempelai pria dan wanita. Kita berkumpul di hari yang berbahagia ini untuk menyatukan sepasang kekasih yang dipersatukan Tuhan.

__ADS_1


"Saya terima nikah dan kawinnya Sarah Alifia Senja binti....."


Tok tok tok... Suara ketukan di pintu membuyarkan semua mimpi Sarah yang indah itu... Ah ibu.. iya bu Sarah bangun ughhh hanya mimpi ternyata... gumam Sarah.


__ADS_2